
Sudah beberapa bulan berlalu suasana di rumah sakit masih terlihat sama, dimana akan ada beberapa kesibukan pagi para pegawai membersihkan setiap ruang rawat, ada pula yang sedang membagikan sarapan pagi untuk pasien.
Pagi itu Lana bertugas di UGD bersama rekan2nya yang lain, sedikit sepi dan berbeda karena Shanti sudah tidak ada bersamanya. Dio pun memilih melanjutkan studinya di luar negeri, Dio ingin lebih mengikhlaskan kepergian Shanti, Ia masih berat kalau harus berada di tanah air dimana kenangan2 akan Shanti masih sangat jelas di ingatannya.
Cahya masuk ke UGD dan menghampiri Lana yang baru selesai menangani pasien. Hari ini Lana terlihat sedikit pucat, Ia mendekat dan dibalas senyuman lembut Lana.
"Hai Lan.. kamu kelihatan capek banget.." sambil memeriksa kening Lana.
"Aku ga pa2 Ya.. mungkin kelihatan kusam aja ya.. hari ini banyak pasien". sambil meneguk air di tumbler miliknya.
"jangan capek2 Lan..., nanti ga di ijinin Pak Dir buat kerja loh!". sambil tersenyum ke Lana.
"oya.. tumben ke sini biasanya telpon atau wa".
"Pingin aja ngelihat temenku yang satu ini sekalian ngajakin makan siang".
"Oh makan siang... tapi traktir aku ya he he he". Lana nyengir cengengesan.
"Idih... Bu Dir.. bisa an minta traktir sama karyawannya..!" tertawa pada Lana.
"Aku kan sama karyawan juga.. yang punya karyawan kan suamiku.. ha ha ha"
"Iya.. iya.. pasti ku traktir.. kan aku yang ajak".
"makacih... tenang aja.. minggu depan kubuatkan masakan kesukaanmu!!".
__ADS_1
Semenjak kepergian Shanti, tinggal Cahya sahabat dekat Lana satu2nya. Siang itu mereka akhirnya janjian makan bersama di kantin rumah sakit.
lima menit setelah Cahya keluar dari ruangan Lana di UGD tiba2 datang beberapa perawat mendorong brankar di atasnya terbaring seorang ibu paruh baya dan seorang wanita cantik yang ikut mendorong brankar itu sambil menangis.
"Ma.. mama... sadar ma.. " ucap wanita itu sambil menangis.
Cahya berpapasan dengan mereka, Ia bisa merasakan kesedihan wanita itu karena lima tahun yang lalu Ia ada di posisi yang sama.
"Dok... ini ada pasien!!" seru perawat ke Lana.
"tolong cek denyut nadi dan tensinya". Lana berusaha menolong Ibu itu.
Setelah kurang lebih tiga puluh menit melakukan pertolongan, akhirnya Ibu itu bisa di selamatkan. Lana memghampiri anak dari ibu yang di tolongnya, untuk menyampaikan beberapa hal tentang diagnosa dan kondisi pasien itu.
"Maaf keluarga Ibu Rahma..??" ucap Lana.
"Ibu Mbak sudah stabil, setelah siuman akan di bawa ke ruang rawat. Untuk malam ini kita pantau di ICU ya, sudah bisa di temani tapi nanti jangan di ajak banyak bicara dulu ya". Lana menjelaskan.
"Baik Dok.. terima kasih banyak". Sarah mencoba tersenyum.
"Saya tinggal dulu, nanti ada tim yang bantu di dalam silahkan masuk". ucap Lana sambil bersalaman dengan Sarah.
Lana menuju kantin karena Cahya sudah menunggunya untuk makan siang bersama.
"Halo siang.. " ucap Ivan sambil membuka ruang UGD.
__ADS_1
"Eh siang Pak Ivan" ucap mitha salah satu perawat jaga.
"Dokter Lana ada??" Ivan sambil menoleh ke arah ruangan Lana.
"Dokter Lana keluar makan siang Pak, tadi katanya ke kantin sama Bu Cahya" mitha menjelaskan.
"Oh Oke.. makasi ya.." lalu melangkah keluar.
"Ivan.... " tiba2 Sarah yang sedari tadi mendengar suara Ivan.
"Sarah... " Ivan terkejut melihat sarah di UGD.
Sarah berhambur memeluk Ivan di depan mitha, Ivan terkejut akan sikap Sarah apalagi harus di peluk di depan karyawannya.
Mitha yang tak tahu apa2 hanya diam sedikit membelalakkan matanya karena ikut terkejut.
Lana membuka pintu ruang UGD karena sudah selesai makan dan ingin memeriksa kembali keadaan pasiennya. Betapa terkejutnya Ia ketika melihat pemandangan di depan matanya, Ivan di peluk oleh seorang wanita yang tak lain adalah Sarah.
"Ehmm... siang Mitha... gimana keadaan pasien kita?" suara Lana mencoba tenang melihat pemandangan di depannya.
Ivan perlahan mencoba melepas pelukan Sarah dan memandang Lana dengan sendu, namun Lana terlanjur terkejut dengan semuanya.
Lana melangkahkan kaki menuju Mitha yang masih dengan raut wajah terkejutnya.
"Dokter Lana saya tunggu di ruangan saya". ucap Ivan lalu melangkah keluar, Ia tahu Lana sedang tak nyaman dengan situasi ini.
__ADS_1
"Van... tunggu!!" ucap Sarah memegang lengan Ivan.