
Alden Meringis kesakitan saat obat bius untuk lukanya sudah mulai hilang.
"Khansa bawa Alden ke kamar tamu lebih baik Alden menginap dulu malam ini,dan kamu Khanaya siapkan baju ganti buat Alden pakai,nanti papi akan menelpon Om Ardan dan menjelaskan insiden yang terjadi".Perintah Papi Taufan kepada kedua putrinya.
"Ayo Al,gue anter luka loe pasti sakit banget kan"Khansa memapah Alden masuk kedalam kamar.
"Kamu sebaiknya bersih-bersih dulu,maaf nggak bisa bantu kalau yang satu ini,gue keluar sebentar mau ambilkan loe makan terus minum obat pereda nyeri yang dokter kasih ke gue tadi".Ucap Khansa
Entah mengapa Alden merasa ada yang berubah dari Khansa yang biasa bersikap jutek dan cuek malam ini sunguh terasa berbeda.
Khansa pun keluar dari kamar tamu dan menuju dapur.Khanaya memberikan Baju ganti buat Alden pada Khansa.
"Langsung aja antar kekamar nya Nay,Kakak mau ambil makanan dulu buat Alden".Tolak Khansa saat Khanaya memberikan baju Alden kepada kakaknya.
Khanaya mengangguk setuju,Setelah mengetuk pintu dan mendapat jawaban dari Alden untuk masuk,khanaya pun langsung memberikan baju ganti untuk Alden.
"Makasih Nay"Ucap Alden
"Naya yang seharusnya berterima kasih,karena kak Al sudah menolong Kak Khansa".
__ADS_1
"Tidak sepenuhnya Kakak yang melindungi Khansa,kamu tau Kakakmu itu jago bela diri kan"Ucap Alden
"Ya,,tetap aja kak,sehebat apapun kami para wanita tetap ada kekurangan nya juga,dan Kak Alden yang melengkapi kekurangan Kak khansa".Ucap Khanaya mantap
Alden tersenyum mendengar ucapan Khanaya,walau Khanaya umurnya jauh di bawah umur Alden dan Khansa,tapi pemikiran Khanaya sangat dewasa sekali.
"Ya sudah Naya keluar dulu kak,Silahkan kak Alden ganti baju dulu".Pamit Khanaya
Alden pun mengangguk dan segera memasuki kamar mandi.
Walau awalnya sedikit kesulitan untuk melepas bajunya,akhirnya Alden mampu membersihkan badannya.
Khansa membawa makanan di nampan yang sudah Mami Yola siapkan.
"Gimana luka mu"Tanya Khansa yang melihat Alden yang memakai baju belum rapi.Khansa bisa menebak Alden pasti kesulitan melakukannya sendiri.
"Agak perih"Jawab Alden sambil merapikan sedikit baju yang ia pakai.
"Apa perlu gue panggil Papi buat merapikan baju Loe".
__ADS_1
"Eh Nggak usah,gue nggak mau ngerepotin Moy".
"Ya sudah loe makan dulu".Khansa meletakkan nampan berisi makanan di samping meja sampin Alden duduk sekarang.
Khansa pun menunggu Alden untuk makan,tapi Alden tak bergerak sedikitpun.
"Loe harus makan Al,biar bisa minum obat loe".Ucap Khansa
..."Ya ampun Moy,loe kembali lagi mode nggak peka.Gimana gue mau makan tangan gue terasa sakit banget buat pegang sendok"Bathin Alden menjerit....
"Mau gue suapin????"
Alden pun langsung mengiyakan.
"hadehhhh katanya nggak mau ngerepotin,nah ujung-ujungnya loe minta bantuin gue juga"Ucap Khansa sambil tersenyum jahil ke arah Alden.
"Kalo mau bantuin orang itu yang ikhlas Moy"Cebik Alden
"Iya gue ikhlas lahir bathin,buka mulut loe"Khansa menyendok satu suapan buat Alden.
__ADS_1
Jantung Alden berdetak hebat saat jarak ia dan Khansa begitu dekat.
"cantik"Ucap Alden di dalam hatinya.