
"Apa yang aku dengar ini nyata Nay,,kamu gadis kecil itu????".Mata Devano berkaca-kaca
"Aku hanya mengira Kak Dev,,,tapi semua yang terjadi pada gadis kecil itu semua hampir sama yang terjadi padaku".Ucap Khanaya
"Apalagi kalung itu sama seperti yang aku miliki dulu".Khanaya memberikan sebuah foto masa kecilnya memakai kalung berliontin.
Devano memperhatikannya"Gadis kecil itu memang kamu Nay!!!!"Seru Devano ia masih sedikit mengingat wajah gadis kecil itu.
"Maaf kan Kak Dev nggak bisa melindungi mu saat itu,,jujur seumur hidup Kak Dev menyesal".Devano menatap sendu mata Khanaya.
Namun ada rasa bahagia dihati Devano sekarang ia sudah menemukan gadis kecil yang lama ia cari.
"Mungkin kata maaf ini tak sebanding dengan rasa sakit yang kamu rasakan dulu Naya,tapi Kak Dev janji tak akan membiarkan kamu merasakan itu lagi".Ucap Devano bersungguh-sungguh.
Khanaya tersenyum mendengar ucapan pria yang sudah resmi menjadi kekasihnya itu.
"Harusnya yang meminta maaf itu Chelsi bukan Kak Dev,Lagi pula secara tidak langsung Kak Dev sudah membuktikan padaku,kalau bukan karena Kak Dev aku mungkin sudah tertembak".
"Dan itu semua juga karena aku Nay,,dari kecil kamu harus dalam bahaya semua karena aku".Lirih Devano
__ADS_1
"Naya yakin Kak Dev menang Pria yang di siapkan tuhan buat melindungi ku".Khanaya tak ingin Devano terus menyalahkan dirinya.
"Kalau seperti itu menikah denganku"Ucap Devano mantap.
"Apa hubungannya dengan menikah Kak????"Tanya Khanaya heran
"Agar aku bisa terus sampingmu dan melindungi mu".Jawab Devano
"Emang setelah menikah Kak Dev akan terus disamping ku"Khanaya tertawa mendengar jawaban Devano.
"Ya"Ucap Devano yakin
"Kak Dev perlu mencari Nafkah,apa aku harus menempel kemanapun Kak Dev pergi"Khanaya sengaja terus mengerjai Devano padahal ia sudah tau maksud Devano ingin menikahinya karena ingin selalu melindunginya.
"Kalo serius datang kerumah buat melamar ku bilang sama kedua orang tuaku".Tantang Khanaya.
"Aku akan melakukannya".
"Tapi aku punya syarat Kak,,aku masih ingin berkarir saat sudah menikah".ucap Khanaya
__ADS_1
"Aku tidak akan menghambat dan melarang mu tetap berkarir,aku malah senang bisa terus bersama mu kelak di kantor dan dirumah".Devano menaik turunkan alisnya.
Khanaya memukul pundak Devano"Kak kalo ngajak cewek nikah itu yang romantis kasih bunga atau makan malam gitu"Ucap Khanaya sambil tertawa mengingat Devano mengatakan ingin menikahinya di sebuah toko perhiasan.
"Hehehe Bener juga ya Nay,,Kak Dev akan mengajak mu makan malam".
"Nggak perlu Kak,,begini aja sudah cukup"Khanaya senang Devano memang serius padanya.
"Sebentar ya Nay,,kamu tunggu disini dulu"Devano meninggalkan Khanaya dan mendatangi seorang pegawai wanita.
"Mba apa ada cincin yang bagus buat kekasihku disana".Devano bertanya pelan
"Kebetulan kami ada koleksi terbaru Tuan"Pegawai wanita itu menunjukan sebuah cincin emas dengan desain yang mewah.
"Aku akan membelinya"Devano mengeluarkan sebuah kartu untuk membayar cincin buat Khanaya.
"Semoga ukurannya Pas"doa Devano dalam hatinya ia ingin memberikan kejutan buat Khanaya.
Awalnya Devano hanya refleks mengatakan ingin menikahi Khanaya,namun Khanaya tidak menolaknya.
__ADS_1
Devano sudah lama ingin mengatakan itu, hanya saja Devano ragu banyak yang ia pertimbangkan,Khanaya masih di usia muda dan karirnya sedang bagus Devano tak ingin menjadi penghalang buat Khanaya.
Namun setelah mendengar jawaban dari khanaya hari ini membuat Devano yakin untuk melamarnya.