
"Ya Tuhan aku lupa" Richo menepuk jidatnya.
Kila tersenyum melihat reaksi Richo sambil mengancingkan dan merapikan kembali bajunya yang sudah berantakan dan hampir terlepas karena ulah Richo.
"Kamu istirahatlah aku mau mandi dulu" Dengan cepat Richo bangun dan turun dari ranjang berjalan menuju kamar mandi.
"Mas tunggu" Panggil Kila.
Richo yang dipanggil oleh Kila berhenti dan menoleh kearah Kila "Ada apa?" Tanya Richo.
"Apa sekarang mas sudah mencintai ku?" Kila menatap Richo dengan penuh tanya.
"Tidak" Jawab Richo ragu.
"Lalu kenapa mas tadi mau melakukanya" Tanya Kila sedikit kecewa.
"Maaf entah kenapa tiba-tiba aku ingin melakukannya dan maaf aku belum bisa mencintaimu" Jawab Richo kemudian ia masuk kedalam kamar mandi.
Kila memeluk dan menggenggam erat gulingnya, menahan rasa sakit di dada mendengar perkataan Richo barusan.
Ternyata mas Richo hanya menginginkan tubuhku tapi tidak dengan cintaku. Mungkin selamanya aku tidak akan bisa memiliki cinta mas Richo. Batin Kila menangis dalam diam menahan rasa sakit dalam hati.
Richo keluar dari kamar mandi setelah satu jam ia berada dikamar mandi. Usai berpakaian Richo menghampiri Kila yang tengah tertidur. Ia duduk disamping Kila dan menyibakkan rambut Kila yang menutupi wajahnya. Richo merasa bingung saat melihat ada sisa-sisa air mata disudut mata Kila.
"Kenapa dia menangis dan apa yang membuatnya bersedih" Gumam Richo menghapus sisa-sisa air mata Kila.
Richo mulai mengingat semua yang ia lakukan tadi dan hatinya terasa sakit saat ia mengingat perkataannya. Secara tidak langsung ia mengatakan jika dirinya hanya menginginkan tubuh Kila dan tidak dengan cintanya.
Maafkan aku lagi-lagi aku menyakitimu dan membuatmu menangis. batin Richo menyesali perbuatannya.
Richo merebahkan tubuhnya disamping Kila dan membawa Kila kedalam pelukannya. Jujur saat melihat air mata Kila Richo merasa sakit tapi ia belum bisa memutuskan untuk melupakan janji yang ia buat bersama Sinta.
****
Sejak saat itu Richo tidak pernah lagi mencoba menyentuh Kila sampai kini usia kandungan Kila sudah 9 bulan lebih. Walau demikian Kila tidak pernah merasa sedih karena baginya perhatian yang diberikan Richo pada dirinya dan calon anaknya itu sudah lebih dari cukup. Ia tidak mau menuntut Richo untuk mencintai dirinya dan melakukan hal yang biasa dilakukan oleh pasangan suami istri pada umumnya.
saat ini Kila sedang berada di Gazebo bersama anak-anak. Ia menikmati suasana sore dengan bersantai bersama anak-anaknya.
"Ibu kapan adek bayi lahir?" Tanya Zec sambil mengelus perut Kila yang membuncit.
"Sabar sayang sebentar lagi adek bayinya pasti akan lahir" Kila tersenyum dan membelai rambut Zec.
__ADS_1
"Ibu adek bergerak!" Heboh Zoe saat ia mengelus perut Kila dan merasakan tendangan bayi Kila.
"Iya sayang ibu sudah merasakannya" Jawab Kila meringis merasakan tendangan bayinya.
"Adek jangan gerak-gerak ya nanti ibu kesakitan" ucap Zil saat melihat Kila meringis kesakitan.
"Kalian tenang saja ibu tidak kesakitan kok, jika adek bergerak itu tandanya adek kalian senang bermain bersama kalian"
"Benarkah itu ibu" tanya Zoe memandang wajah Kila.
"Iya sayang" Ucap Kila tersenyum.
"Kalau begitu Zec akan ajak adek bermain" Zec mencium perut Kila.
Sekarang setiap kali Richo pulang dari kantor ia selalu mencari keberadaan Kila dan menyapa baby-ny. Seperti saat ini Richo baru saja pulang dari kantor dan ia segera menghampiri Kila saat dirinya tau kalau Kila berada digazebo bersama anak-anaknya.
"Apa papi bole bergabung dengan kalian?" Tanya Richo yang baru saja datang.
"Boleh dong" Jawab ketiga anaknya.
Terimakasih sayang" Ucap Richo mengacak rambut ke-tiga anaknya kemudian ia duduk disamping Kila.
"Tidak papa aku ngerti kok dan kamu harus banyak istirahat jangan banyak jalan, coba lihatlah kakimu sudah membengkak seperti itu" Richo membelai rambut Kila dengan lembut
"Iya mas"Jawab Kila tersenyum manis.
"Hallo baby girl-nya papi apa hari ini kau membuat susah ibumu?" Richo mengajak berbicara anak yang masih berada didalam rahim Kila sambil mengusap dan mencium lembut perut Kila.
"Tidak papi aku tidak membuat ibu susah" Jawab Kila menirukan gaya bicara anak kecil.
"Anak pintar" Ucap Richo tersenyum menempelkan Pipinya diperut Kila dan merasakan gerakan-gerakan kecil dari bayi yang dikandung Kila.
"Au sakit" Keluh Kila dengan meringis menahan sakit yang kadang hadir dan kadang pergi.
"Apa tendangan beby girl sangat kuat?" Tanya Richo mendongakkan kepalanya melihat wajah Kila yang merasa kesakitan.
"Bukan begitu"Ucap Kila menahan sakit
"Lalu apa?"
"Dari tadi pagi perutku mulas selain itu tadi perutku juga terasa sakit tapi rasa sakitnya kadang hilang kadang datang dan sekarang Semakin sering" Jelas Kila meringis menahan sakit.
__ADS_1
"Ini berarti kamu akan melahirkan!" Richo mulai tegang mendengar penjelasan Kila.
"Tapi kata dokter 5 hari lagi, uh sakit mas!" Kila mencengkram kuat lengan Richo.
Zec Zoe dan Zil yang melihat Kila kesakitan merasa khawatir namun mereka hanya diam saja.
"ayo kita kerumasakit" Richo segera membopong tubuh Kila "Zec panggil Oma, ibu mau melahirkan cepat" Perintah Richo.
"Baik papi" Zec berlari masuk kedalam rumah disusul oleh kedua adiknya sedangkan Richo berjalan tergesa-gesa sambil membopong Kila.
Nyonya besar yang diberitahu oleh Zec segera menghampiri Richo yang sudah berada diruang tamu mendudukkan Kila disana karena dia akan mengambil kunci mobilnya dikamar.
"Apa Kila akan melahirkan Richo?" Tanya nyong besar saat melihat Richo panik.
"Iya mom" Jawab Richo kemudian ia berlari kekamarnya mengambil kunci mobil.
"Bibi Siti" Teriak nyonya besar memanggil bibi Siti.
"Apa nyonya besar memangil saya" Tanya bibi Siti setelah ia berada didekat nyonya besar.
"Kila akan melahirkan cepat kemasi semua keperluan yang dibutuhkan" Perintah nyonya besar.
"Astaga baiklah nyonya" Jawab bibi Siti memandang Kila yang kesakitan kemudian ia berlari kelantai dua untuk mempersiapkan keperluan Kila.
"Ayo mom kita berangkat" Richo membopong tubuh Kila membawanya keluar
Sesampainya di mobil nyonya besar segera membukakan pintu untuk Kila dan Richo.
"Richo sebaiknya kamu temani Kila dibelakang biar mommy yang menyetir"
"Baik mom" Jawab Richo tanpa bantahan.
Kini mereka sudah ada diperjalanan menuju rumasakit. Richo mencoba menenangkan Kila yang merintih kesakitan.
"Uh sakit mas" Rintih Kila terdengar memelas
"Sabarlah, sebentar lagi kita akan sampai dirumasakit" Bisik Richo mencium kening Kila dan mengusap-usap perutnya memberikan sedikit kenyamanan "Mom cepat lah sedikit" Perintah Richo.
"Sabar Richo jalanya sangat ramai karena ini jam pulang kantor" Jawab nyonya besar fokus pada setir mobilnya.
bersambung....
__ADS_1