
Chelsi juga memasuki rumah sakit yang sama dengan Khansa,ia juga tak sadarkan diri namun penjagaan dari kepolisian sangat ketat para wartawan tidak diperbolehkan untuk meliput.
Khanaya yang mendapat kabar bahwa kakaknya masuk rumah sakit meminta Devano untuk mengantarnya segera karena ingin tahu keadaan kakaknya.
Ardan dan Taufan sudah mengurus semua dikantor polisi.Saat Chelsi sudah sadar nanti akan langsung diproses hukum,ia akan di kenai hukuman berat karena percobaan pembunuhan ditambah kejahatan lainnya.
"Al,,,gimana Khansa????"Tanya Yola saat bertemu menantunya di depan pintu ruang perawatan Khansa.
"Keadaan Khansa sudah stabil Mi,namun ia masih tidur sekarang".Ucap Alden membuat Yola dan Tisha sedikit bernafas lega.
Khanaya sedikit berlari saat melihat keluarganya yang berkumpul.
"Mami"panggil khanaya dan langsung memeluk Maminya.
"Bagaimana keadaan mu sayang"Yola terus mencium pucuk kepala Khanaya.
"Aku baik mi,,tapi kak Khansa???"Ucap Khanaya sedih.
"Kata Al keadaan kakakmu sudah stabil,ia hanya perlu banyak istirahat".
"Hiks ini yang Nay khawatirkan Mi,,Kak Khansa seperti ini karena melihat berita di televisi tentangku".Khanaya menatap sendu wajah teduh Khansa.
"Jangan menyalahkan dirimu sayang,Mami bersyukur tak terjadi hal yang buruk pada kalian berdua kalau sampai terjadi apa-apa Mami mungkin tidak akan bisa hidup lagi".Isak Yola
"Mami,,,jangan bilang seperti itu"Khanaya memeluk Yola untuk menenangkannya.
Tisha yang menyaksikan langsung juga ikut menangis,ia juga pernah dalam keadaan terpuruk dulu dan ia hanya bisa berdoa setelah semua kejadian yang menimpa keluarganya akan berakhir sampai disini tak ada lagi yang akan datang untuk menyakiti.
__ADS_1
Semua keluarga dengan cemas menunggu Khansa sadar.Khanaya terus menemani Khansa,berharap Khansa segera membuka matanya.
Khansa mulai sadar tangannya bergerak,,dengan suara lirih memanggil nama suaminya.
"Mas Al,,,,"
Alden yang juga sedang memegangi tangan sang istri pun mendengar Khansa memanggilnya langsung berdiri.
"Moy kamu sudah sadar???"Alden memastikan lagi kalau tadi istrinya sedang memanggilnya.
"Aku haus"Ucap Khansa.
Alden tersenyum senang istrinya sudah sadar.
Alden pun segera mengambil kan sebotol air mineral dan meminumkan nya pada istrinya.
"Mas aku dimana apa yang terjadi padaku???"Tanya Khansa saat ia sudah sadar sepenuhnya.
"Kamu pingsan Moy,sekarang kamu berada dirumah sakit".Alden mengusap lembut kepala Khansa.
Khansa mencoba mengingat lagi dan saat mengingat ia mulai menangis.
"Mas adikku".
"Tenang lah Moy,,,kamu nggak boleh stress ingat bayi kita"Alden mengingatkan sang Istri.
"Gimana aku mau tenang Mas!!!adikku dalam bahaya".Khansa kesal
__ADS_1
"Kak,,aku baik-baik saja"Khanaya menghampiri sang Kakak yang terisak.
Khansa melihat adiknya dengan wajah sembabnya.
"Ada yang terluka"Khansa memeriksa keadaan adiknya.
"Aku hanya sedikit kaget kak,selebihnya aku baik-baik saja".Khanaya langsung memeluk Khansa.
"Syukurlah,kamu tau betapa takutnya kakak Nay".
"Sekarang Kakak harus tenang ya".Khanaya mengusap punggung Kakaknya.
Mereka pun bergantian memeluk Khansa memberi semangat.
"Mas,,,,"Panggil Khansa ia merasa bersalah tadi sempat berucap keras pada suaminya.
Alden pun dengan sabar mendekati istrinya.
"Ada yang ingin kamu makan Moy???"Tanya Alden
Khansa menggeleng "Maaf tadi sempat membentak mu"ucap Khansa sambil menggigit bibirnya.
Alden sangat gemas dengan tingkah sang istri,ia tak bisa marah pada Khansa lagi pula wajar saja tadi Khansa emosi karena ini menyangkut keselamatan adiknya.
"Sekarang jangan banyak pikiran,kamu harus memperhatikan kesehatan mu untuk kesehatan bayi kita juga"Alden mengusap lembut perut Khansa.
Khansa mengangguk ia pun memeluk pinggang Alden dan menyandarkan kepalanya di bahu suami tercintanya itu.
__ADS_1
Semua keluarga merasa lega melihat kesehatan Khansa yang mulai pulih.