
Dikantor Papa Edwar sedang pusing,karena beberapa data perusahan nya bocor.
Ada penghianat didalam perusahaan yang tidak ia ketahui.
Geri nampak senang melihat ekspresi Edwar yang terekam Cctv diruang kerjanya.
"Hai adikku sayang,mari kita bermain-main sekarang,aku akan mengambil kembali perusahaan Ayah".Geri tertawa senang
"Kalau kamu kemaren bisa lolos dari maut aku pastikan kali ini aku akan berhasil menghancurkan mu,Istri,putri dan cucumu adalah kelemahan mu Edwar". Geri terus bergumam seorang diri.
Geri menghubungi seseorang dan menanyakan keberadaan Kiara yang selama ini hilang kontak dengannya.Namun tak ada kabar berarti karena Kiara dan Kirana sudah dikirim ke penjara yang jauh dari dari kota,dan dipastikan tak ada yang tau keberadaan mereka sekarang.Papa Raksa sudah mengatur semuanya.
Geri merindukan wanita penggoda itu.
Namun ia juga sedang membayangkan gadis berbodi gitar Spanyol.Pikiran nya sudah traveling kemana-mana tentang Yola.
"Aku akan mencari gadis yang membuat otakku itu tidak tenang".Ucap Geri dan ia pun keluar dari apartemen milik Kiara yang ia berikan dulu pada wanita itu.
Geri menuju arah lift dan saat Lift terbuka Yola muncul dari dalam sana.
Geri menahan Yola untuk keluar"Kita bertemu lagi gadis cantik"Geri menyentuh dagu Yola.
Karena merasa terancam Yola pun tak segan memelintir tangan Geri dengan cekatan.
__ADS_1
Geri yang tak siap pun langsung bisa Yola lumpuhkan.
"Jangan berani menyentuhku dengan tangan kotor mu itu,yang boleh menyentuhku hanya suami sah ku!!!!"Yola semakin memelintir keras tangan Geri
"Santai Nona,,,kita bisa bicara baik-baik"Geri mencoba berbicara dengan tenang.
Geri tak menyangka gadis yang ia taksir jago bela diri.
Yola pun dengan cepat membuka kembali pintu lift yang sempat ditutup oleh Geri.Merasa ada peluang Yola pun segera keluar dan melepaskan cengkraman tangan nya pada Geri.
"Tenaga mu boleh juga Nona,aku semakin tertarik pasti soal ranjang kamu juga ganas sekali".Ucap Geri tanpa tau malu
"Kalau kamu berani menggangguku lagi,aku tak segan-segan mematahkan kepalamu".Ancam Yola
"Kali ini aku mengaku kalah,tapi nanti ku pastikan kamu akan jadi milikku!!!!!"Geri tertawa
"Dasar tua bangka menyebalkan"Yola menyesal memilih pulang lebih dulu dari suaminya dan bertemu dengan Geri.
"Aku harus mandi secepatnya,Pria tua itu sudah memegang wajahku".Yola pun segera membersihkan tubuhnya.
Taufan yang merasa gelisah memilih untuk pulang.
Sampai di apartemennya ia tak menemukan sang istri dikamar nya.
__ADS_1
"Apa Yola dikamar mandi???"bathin Taufan
Ia pun mendekat kearah pintu kamar mandi.
"Sayang kamu didalam"Panggil Taufan namun tak ada jawaban dari Yola.
Lama Taufan mengetuk pintu namun tetap tak ada jawaban.
"Sayang aku masuk ya"Taufan membuka pintu kamar mandi yang tak terkunci karena khawatir dengan istrinya.
Taufan melihat Yola yang asik berendam dengan mendengarkan headset di telinganya.
"Pantas saja ia tak bisa mendengar ku" ucap Taufan.
Taufan pun terpaksa menyentuh pundak Yola.
Yola yang sempat tertidur itu langsung kaget.
"Tolong Maling!!!!!"Teriak Yola dan memukul-mukul suaminya kencang.
"sttttttt sayang aku suamimu"Ringis Taufan yang merasa kesakitan dipukul sang istri.
Yola yang mendengar suara Taufan pun menghentikan pukulannya.
__ADS_1
"Mas"desisnya dan merasa bersalah
Namun rasa sakit ditubuh Taufan terasa hilang seketika saat melihat tubuh polos istrinya.