
drrt... drrt... drrt... getar di ponsel Lana dan tertera " Direktur aneh".
"Halo sayang..." sapa Ivan di ujung telpon.
"Iya... " jawab Lana datar
"nanti sore aku tunggu kamu di mobil ya.. kita pulang bareng!".
"tapi nanti kalau ada yang tau aku bareng kamu gimana?"
"Lana... sayangku.. sudahlah tak apa, pokoknya aku tunggu di mobil ya..."
"hmmm... iya... " jawab Lana dengan lesu
Lana hari itu menyelesaikan tugasnya dengan baik, sore sudah tiba dan waktunya untuk Lana pulang. Ia menuju parkiran direksi.
Lana menuju mobil Ivan yang terparkir tak jauh dari tempatnya berdiri sekarang.
Ivan yang melihat Lana dari jauh lalu membuka pintu mobilnya dan berputar membukakan pintu mobil untuk Lana.
"hmmm... makasi Pak Dir!" ucap Lana sambil tersenyum.
Ivan membalas senyum itu.
"katanya tadi tunggu di mobil kok keluar sih??" sambil mengerucutkan bibirnya.
"jangan manyun2 gitu, apa mau tak kasih vitamin??" goda Ivan
"Vitamin!!!".. sambil menutup mulutnya dengan kedua tangannya.
Ivan terkekeh melihat tingkah lucu Lana. Ia melajukan mobilnya keluar area rumah sakit, kemudian tangan kirinya meraih tangan Lana dan menciumnya. sementara tangan kanannya tetap memegang kemudi.
__ADS_1
"sudah lama kita ga kayak gini ya??" sambil tetap fokus mengemudikan mobilnya.
"hmmm.. iyaaa..." sambil tersipu malu.
"Apa kamu ga kangen aku?!" tanya Ivan.
"kangen... " jawab Lana lirih
"tapi kamu jarang menghubungiku??" protes Ivan
"kan tau sendiri sibuknya kayak apa beberapa bulan ini"
"Iya sih.. dan selama beberapa bulan ini aku gak pernah dapat vitamin!" lirih Ivan pada Lana
"mesum!!"
"kok mesum sih! kan vitamin!!"... vitamin!!" protes Ivan
"beneran nih, ga nyesel aku ga minta vitamin, ya udah ga minta vitamin lagi!" goda Ivan
"hmmmm... ga pa2!!" sambil membuang muka ke arah kaca samping mobil.
"Aku ga minta vitamin lagi tapi nanti mau minta multivitamin!!" tegas Ivan.
reflek Lana menoleh ke arah Ivan yang sedang fokus mengemudi, Ia menatap Ivan dengan tajamnya.
"multivitamin kalau kita sudah nikah!!" jawab Ivan datar.
Lana menutup wajahnya dengan kedua tangannya, Ia malu mendengar ucapan Ivan padanya. Lana mengerti arah pembicaraan Ivan.
Mungkin benar kalau laki laki dewasa sudah bersama wanita dewasa apalagi kalau sudah siap menikah pasti arah pembicaraannya menjurus pada urusan kamar.
__ADS_1
"sebenarnya kita mau kemana??"
"ke suatu tempat yang pastinya kamu suka!" jawab Ivan
Mereka sudah berkendara kurang lebih 1 jam, akhirnya mereka tiba di bandara.
Lana pun di buat bingung.
"kok kita ke sini??" Lana mengernyitkan dahinya..
"kita ke suatu tempat!!"
"daritadi suatu tempat... suatu tempat"
"Ayoo.. sebentar lagi kita take off!" sambil menggengam tangan Lana dan berjalan beriringan layaknya sepasang kekasih yang sedang dimabuk cinta.
"haaaahhh take off!!" Lana bengong sambil memandang heran pada Ivan
Mereka akhirnya sudah berada di depan tangga pesawat pribadi Ivan.
Ivan menuntun Lana untuk menaiki pesawat, kini mereka sudah berada di dalam pesawat dan bersiap untuk menuju suatu tempat seperti yang dikatakan Ivan. Ia hanya tersenyum memandang wajah Lana yang kebingungan.
Pesawat itu sudah mengudara kurang lebih 1 jam dan akhirnya mereka sampai di tempat tujuan.
Lana melihat ke luar jendela yang sudah terlihat landasan pacu dan lampu kerlap kerlip.. hingga pesawat terparkir dengan apiknya tertera Bandara International Ngurah Rai
Betapa terkejutnya Lana, saat melihat tulisan itu.
"Ba.. Bali.. " lirih Lana
Ivan melepas sabuk pengaman dan menuntun Lana untuk turun dari pesawat. Ivan menggenggam tangan Lana, keluar pintu pesawat sudah ada mobil mewah yang menunggu di depan dengan seorang supir yang siap membukakan pintu untuk Ivan dan Lana.
__ADS_1
"Ivan nih mau ngapain coba bawa aku ke Bali?" gumam Lana dalam hati...