Ketulusan Cinta

Ketulusan Cinta
Part 141


__ADS_3

Aiko selalu mengekor kemanapun Alden dan Devano pergi.Ia penasaran dengan foto di ponsel Alden.


Aiko ingin mencari informasi melalui Devano.Ia mencari kesempatan saat Alden dan Devano tidak bersama.


keberuntungan sedang memihak pada Aiko,Ia melihat Devano sedang sendirian entah pergi kemana Alden.


"Haiii Devano"Sapa Aiko


"Haii juga Aiko"Balas Devano dan tersenyum kearah Aiko


"Alden mana"Tanya Aiko langsung


"Dia sedang menemui dosen sebentar"Jawab Devano


"Dev,,aku boleh tanya sesuatu nggak??"Ucap Aiko pelan


"Apa yang mau kamu tanyakan"


"Ini tentang Alden,aku hanya penasaran sama foto gadis di ponselnya".


"Itu Khansa"Devano tau siapa nama gadis di ponsel Alden ia pernah bertanya langsung pada Alden.


"Pacar Alden???"Aiko terus mengorek informasi dari Devano


"Aku rasa bukan,Mungkin saja Saudaranya"Devano tak terlalu tau siapa Khansa,Ia hanya menanyakan siapa nama gadis itu.


"Semoga aja itu benar adik nya"Doa Aiko didalam hatinya.

__ADS_1


Devano tersenyum melihat tingkah Aiko,Raut wajah cemburu terlihat di wajahnya saat menanyakan tentang Khansa.


"Dev,,,aku pulang duluan ya"ucap Alden yang sudah berada didekat devano.Alden melirik sekilas ke arah Aiko.


"Al,,,aku boleh ikut kamu nggak,Mobil aku lagi di bengkel".Aiko langsung meminta bantuan Alden untuk mengantarnya pulang.


"Tadi pagi kamu datang kesini naik apa?"Tanya Alden


"Naik Bus"Jawab Aiko


"Ya kenapa pulang nggak baik bus lagi"Ucap Alden dingin.


Aiko hanya bisa terdiam tak tau harus berkata apa lagi.


"Kasian tuh Aiko Al,,anterin aja jalur pulang kalian searah kan"Devano membantu Aiko agar bisa pulang bersama Alden.


"Yes,,makasih Devano"seru Aiko senang didalam hatinya.


Aiko kecewa namun sangat sulit rasanya untuk mempengaruhi Alden.


"Ya sudah nanti aku aja yang antar kamu pulang Aiko".ucap Devano yang merasa kasihan pada Aiko.


Aiko pun hanya bisa mengangguk setuju.


Alden segera meninggalkan mereka berdua.


Aiko terus memandangi kepergian Alden.

__ADS_1


"Aku harus usaha lebih lagi mendekati Alden,aku akan cari tau siapa gadis bernama Khansa itu mungkin saja aku bisa mencari informasi tentang Alden,sulit sekali mengambil hati nya".Bathin Aiko


******


Di Indonesia


Khansa hanya menghabiskan waktunya belajar,ia tak bisa bebas seperti dulu karena semua aktivitasnya selalu di awasi oleh papinya.Khansa juga mengerti keluarganya pasti sangat mengkhawatirkannya.


Kairo terus berusaha mencari cara agar Khansa bisa ia ajak keluar,Namun usahanya sia-sia.


Kairo bahkan merasa tertekan sekarang,keberadaan Vina sudah diketahui.


"Andai ada Loe disini Al,,,"Lirih Khansa.


"Kak Khansa kok ngelamun sih,mikirin kak Alden ya"Suara cempreng Khanaya membuat Khansa kaget.


"Eh ni bocah ya ganggu aja"Cebik Khansa pada adiknya.


"Suka aja ganggu Kakak"Ucap Khanaya tanpa muka berdosa karena sudah membuat Kakaknya itu kaget.


Khansa hanya geleng-geleng kepala dengan sikap Khanaya.


"Bawa apa itu???"Tanya Khansa melihat piring yang dibawa Khanaya.


"Pisang coklat keju buatan Mami,buat kakak biar nggak galau".Ucap Khanaya dan meletakkan piring di meja Khansa.


"Siapa yang galau"

__ADS_1


"Kalo nggak galau berarti kangen sama kak Alden"Lanjut Khanaya lagi


"Bocah ini benar-benar ya!!!!!"Khansa ingin mencubit sang adik namun Khanaya secepat kilat berlari menghindari serangan sang Kakak.


__ADS_2