Ketulusan Cinta

Ketulusan Cinta
1.77


__ADS_3

"Sudah jangan banyak bicara ayo naik" Ucap Richo datar.


"Iya mas" Jawab Kila sambil naik keatas korosi roda dengan sedikit kecewa karena Richo tidak membalas ucapan cintanya.


Kini Richo sudah berada didalam mobil duduk disamping Kila yang memangku putri kecilnya sedangkan Mex fokus dengan setir mobilnya sambil sesekali ia melirik kearah Kila dan Richo lewat kaca spion yang ada diatasnya.


"Mas jangan menggangu inces yang sedang tidur, nanti dia bisa bangun dan menangis" Kila memelototkan matanya kearah Richo saat ia tahu dari tadi Richo mentoel-toel pipi putri kecilnya.


"Inces sudah tertidur pulas Kila dan dia tidak akan terbangun kamu tenang saja. Kamu tidurlah karena semalam kamu hanya tidur sebentar dan biar aku yang memangku inces" Richo mengambil inces dari pangkuan Kila supaya Kila bisa tertidur.


"Baiklah tapi ingat jangan membuat inces menangis" Ucap Kila memperingati Richo.


"Iya" Jawab Richo singkat.


Kila menyandarkan kepalanya di bahu Richo dan mulai memejamkan matanya. Tidak perlu menunggu lama Richo melihat Kila sudah tertidur pulas.


"Mex ternyata berpura-pura tidak mencintai seseorang itu sangat menyakitkan" Ucap Richo setelah memastikan Kila tertidur pulas.


"Tidak hanya anda yang merasakan sakit tuan tapi orang yang mencintai anda juga merasa sakit bahkan lebih sakit dibandingkan anda" Ucap Mex santai.


"Kamu benar Mex, aku hanya bisa menyakitinya tanpa bisa membuatnya bahagia" Ucap Richo sendu menatap dan membelai lembut pipi Kila.


"Sebenarnya membuatnya bahagia itu mudah tuan, karena nyonya Kila itu hanya menginginkan cinta dari anda" Ucap Mex masih fokus dengan setir mobilnya.


"Sebenarnya aku ingin sekali mengatakannya Mex tapi seperti ada yang menghalangiku untuk mengatakan semua itu"


"Lupakanlah nyonya Sinta dan katakan perasaan anda padanya sebelum anda menyesal nantinya"


"Aku pasti akan mengatakan tapi tidak sekarang aku akan mencari waktu yang tepat"


"Terserah tuan saja" Ucap mex sedikit jengkel.


Tidak terasa mereka sudah sampai rumah dan semua penghuni rumah itu menyambut gembira kedatangan mereka.


"Selamat datang" Ucap anak-anak, nyonya besar, bibi Siti dan semua maid yang ada di rumah itu.


Richo tersenyum mendapat sambutan dari seluruh penghuni rumahnya dan memberikan putri kecilnya itu pada bibi Siti.


"Mom terimakasih sudah menyambut kedatangan kami, dekorasinya bagus Kila suka" ucap Kila memeluk nyonya besar


"Sama sama sayang, mommy juga senang sekali karena kamu sudah memberikan seorang cucu untuk mommy" Jawab nyonya besar mengusap-usap punggung Kila.


"Ibu, apa ibu tidak ingin memeluk kami?" Tanya Zil saat melihat Kila memeluk nyonya besar


Kila yang mendengar perkataan Zil langsung melepaskan pelukannya.


"Maafkan ibu sayang, sini peluk ibu" Ucap Kila duduk berjongkok merentangkan kedua tangannya supaya ke-tiga anaknya memeluk dirinya.

__ADS_1


Zec, Zoe dan Zil tersenyum saat melihat Kila merentangkan tangannya dan langsung masuk kedalam pelukannya.


"Ibu sangat merindukan kalian sayang" Ucap Kila memeluk Ke-tiganya.


"Kami juga merindukan ibu terutama inces" Jawab Zoc


"Dan kami ingin sekali bermain dengan inces" Sambung Zil.


Setelah puas memeluk ke-tiga anaknya Kila melepaskan pelukannya dan memandang seluruh sudut ruang tamu yang dihias bertemakan princess dan ada sebuah tulisan selamat datang ibu dan inces tercinta.


"Sayang siapa yang mempunyai ide untuk menghias ruang tamu seperti ini" Tanya Kila pada ke-tiga anaknya.


"Kak Zec" Jawab Zoe singkat.


"Benarkah itu Zec" Tanya Kila memmicingkan matanya.


"Benar ibu" Jawab Zec sambil menganggukkan kepalanya.


"Kenapa kamu mengambil tema princess?" Tanya Kila ingin tahu.


"Karena ibu dan inces adalah Princess di hati kami, mangkanya kami mengambil tema princess untuk menyambut kedatangan ibu dan inces" Ucap Zec menjelaskan.


Kila yang mendengar penjelasan Zec merasa terharu. dan langsung mencium kening ke-tiga anaknya.


"Apa kalian tidak merindukan papi?" Tanya Richo saat mereka hanya sibuk dengan Kila dan mengacuhkan dirinya.


"Emang enak dicuekin anak sendiri!" Ledek Mex terkekeh geli.


"Diam kamu" Ketus Richo menatap tajam Mex.


"Jangan marah tuan nanti darah tingginya kumat" Ucap Mex semakin meledek Richo.


"Dasar asisten tidak ada akhlak" Ucap Richo kemudian ia memalingkan wajahnya.


"Sudah jangan bertengkar malu sama anak" Tegur nyonya besar.


"Maaf mom" Ucap Richo lirih.


"Sayang ayo kita peluk papi!" Ajak Kila dengan berbisik


"Papi...!" Teriak Kila dan ke-tiga anaknya berlari memeluk Richo.


Richo tersenyum saat dipeluk oleh Kila dan ke-tiga anak dan ia pun langsung mendekap semuanya.


"Papi kami sangat menyayangi papi" Ucap Zoe tersenyum.


"papi juga menyayangi kalian semuanya" Ucap Richo tersenyum dan mencium ke-tiga anaknya.

__ADS_1


"Katanya papi menyayangi kita semua, tapi kenapa papi tidak mencium ibu? Apa papi tidak menyayangi ibu?" Tanya Zec melepaskan pelukannya kemudian ia bersendekap dada.


"Apa kata kak Zec itu benar Pi?" Tanya Zoe memastikan.


"Papi sayang kok sama ibu, kata siapa papi tidak sayang" Ucap Richo tersenyum


Cup


Richo mencium bibir Kila dengan lembut. Kila yang dicium merasa bahagia dan juga malu karena dicium bibirnya didepan orang banyak. Kila yang masih memeluk Richo langsung menyembunyikan wajahnya di dada bidang Richo menaha malu.


Richo yang melihat Kila bertingkah seperti itu merasa bahagia dan hatinya menghangat.


"Nah gitu dong saling berpelukan dan tidak perlu gengsi gengsian segala" Ucap Mex tersenyum meledek.


"Mex jangan meledeknya terus ayo kita makan siang ini sudah waktunya makan siang" Ucap nyonya besar menggandeng lengan Mex "Zec, Zoe, Zil, ayo kita makan!" Ajak nyonya besar pada ke-tiga cucunya itu.


"Ok oma" Jawab Ke-tiganya secara bersamaan.


"Bibi Siti bawalah inces kekamar biarkan dia tidur dengan nyaman!" Perintah nyonya besar.


"Baik nyonya besar" Jawab bibi Siti kemudian meninggalkan tempat itu.


Kini hanya Richo dan Kila yang ada diruangan itu yang masih saling memeluk.


"Mas apa bener yang kamu ucapkan tadi?" Tanya Kila mendongakkan kepalanya menatap wajah Richo.


"Yang mana?" Tanya Richo menundukkan kepalanya menatap wajah cantik Kila.


"Mas tadi bilang kalau mas menyayangi aku, apa itu benar mas?" Ucap Kila tersenyum.


"Jangan GR!" Jawab Richo memalingkan mukanya.


"Lalu apa artinya mas mencium bibirku tadi?" Tanya Kila menatap lekat wajah Richo.


"Kamu kan sudah tahu jika itu semua karena anak-anak, sudahlah jangan tanya terus" Ucap Richo menatap mata Kila yang sudah mulai berkaca-kaca.


Seketika Kila melepaskan pelukannya dan membelakangi Richo mengusap air matanya yang sudah menetes di pipinya kemudian ia meninggalkan Richo di ruang tamu.


Richo menatap punggung Kila yang menjauh darinya dengan perasaan bersalah.


"Lagi-lagi aku membuatmu menangis, maafkan aku. Ya Tuhan sebenarnya hatiku sakit saat melihatnya menangis" gumam Richo mengusap wajahnya kasar.


Bersambung....


Nanti aku buat Richo yang menangis😄😄


Jangan lupa like dan komen

__ADS_1


terimakasih...


__ADS_2