Ketulusan Cinta

Ketulusan Cinta
Part 148


__ADS_3

Hubungan Khansa dan Alden semakin dekat,karena Tisha sengaja memberi ruang untuk Alden dan Khansa saling mengungkapkan isi hatinya.Karena kedekatan mereka masih dalam batas normal.


Tisha juga memberi kabar pada Yola,Bahwa sekarang Alden sudah resmi menjadi pacar Khansa.Namun kedua orang tua mereka tak ingin memaksa agar mereka segera bertunangan,keduanya masih menempuh pendidikan.


Kondisi kesehatan Alden semakin membaik,dan hari ini Alden sudah diperbolehkan untuk pulang.


Ardan pun segera menjemput sang putra untuk pulang,setelah Tisha memberitahunya.


Devano juga ikut menjemput Alden dirumah sakit,Sejak kejadian hari itu Aiko tidak pernah lagi datang kerumah sakit.Aiko sedikit tersinggung dengan ucapan Daddy Ardan.


"Al,,,pantesan kamu itu nggak tertarik pada cewek manapun,ternyata calon istri mu cantik gitu".Bisik Devano pada Alden saat berjalan disamping Alden menuju ke arah mobil.


"Memperjuangkan hatiku untuknya itu tidak semudah yang kamu pikirkan Dev,Khansa tidak mudah memberi hatinya untukku,tapi sekarang aku bahagia sekali dibalik semua kejadian yang menimpaku,aku akhirnya bisa tahu kalau Khansa juga mencintaiku".Ucap Alden air matanya hampir saja lolos dari matanya.


Selama di rumah sakit Khansa selalu merawatnya dengan penuh keikhlasan.


Devano masih merasa bingung dengan ucapan Alden,Namun ia tak ingin bertanya lebih jauh.Karena waktunya belum tepat sekarang.


"Haiii kak Devano..."Sapa Khanaya yang sudah mulia mengenal Devano karena teman Alden itu sering berkunjung.


"Apa kabar Nay"Sapa Devano balik

__ADS_1


"Baik kak,Oia mana Si nenek sihir????"Tanya Khanaya yang tak melihat Aiko bersama Devano.


"Nenek sihir????"Tanya Devano bingung


"Si wanita Jepang itu,aku lupa namanya"cengir Khanaya


"puftttttttttt,,,Aiko maksud kamu"Devano menahan tawanya


"Iya,,maksudku gadis itu"


"Beberapa hari ini aku tidak melihatnya".Devano baru menyadari jika Aiko tidak turun ke kampus.


"Lupakan saja Kak gadis itu,Ayo kita bawa Kak Alden pulang"Khanaya pun berlalu pergi.


Wajah Khanaya lebih mewarisi wajah Papinya,kulitnya tak seputih Khansa tapi Khanaya tak kalah cantik dan sikapnya yang friendly sehingga banyak yang menyukainya.


"Liatnya biasa aja Dev"tepuk Alden pada pundak Devano


"Mami mereka ngidam apa sih,kok bisa bibit-bibit nya unggul semua"Ucap Devano kagum melihat kecantikan Khansa dan Khanaya bergantian.


Alden hanya tersenyum Devano memuji kecantikan Khansa dan Khanaya.

__ADS_1


"Ingat Dev,satunya itu calon istri ku"ucap Alden bangga.


"Iya aku tau"Cebik Devano,mereka berdua pun tertawa.


Khansa pun menghampiri Alden dan Devano yang masih diam belum mau masuk kedalam mobil.


"Masih betah disini,nggak mau pulang"Ucap Khansa


"Cantik-cantik ternyata galak juga ya"Bisik Devano


"Keahlian bela dirinya juga oke,kalau sampai ia mendengar ucapan mu,Kamu bisa saja kena banting oleh nya"balas Alden berbisik.


Devano bergidik ngeri,ia baru ingat saat Khansa ikut membantu Ardan melumpuhkan para komplotan penjahat itu.Bela diri yang sangat cantik dan keren menurut Devano.


"Aku ingin belajar bela diri pada nya"ucap Devano


"Nggak usah modus,aku nggak bakal ngizinin".Ucap Alden


Devano hanya tertawa mendengar ucapan Alden yang terlihat sekali sedang cemburu.


Mereka pun dengan cepat memasuki mobil.

__ADS_1


Devano terus memandang ke arah Khanaya dan Alden memegang lembut tangan Khansa.


__ADS_2