
Pagi ini Lana kembali dalam aktifitasnya, sudah beberapa minggu ini Lana sangat sibuk, Ia mengejar target agar cepat lulus dan lagi tak ingin beasiswanya lepas.
Di sebuah Rumah Sakit..
"Tolong siapkan rapatnya dengan baik, Direktur yang baru akan datang setelah makan siang". Pinta Bu Cahya bagian human capital melalui telpon kepada beberapa divisi utama.
"wah direktur baru kita seperti apa ya?"
bisik2 para karyawan pagi itu.
"aku dengar dia seorang lulusan luar negeri, masih muda, pintar punya banyak gelar dan yang jelas sangat tampan".
seorang karyawan wanita menimpali
"hmmmm... pasti sudah beristri, orang muda pintar banyak gelar apalagi tampan waaaaahh pasti dah sold out". karyawan lain ikut nimrung.
"heei.. informasinya sih masih lajang".
"waah benarkah??? seru donk!!".
mereka asik dengan persepsi dan pikirannya masing2.
Tanpa terasa waktu makan siang pun tiba.
semua kepala divisi telah berkumpul di ruang rapat.
Ivan memasuki ruang rapat diikuti beberapa staf di departement head.
"Selamat siang semua, saya selaku direktur pemasaran akan memperkenalkan Direktur utama kita sekaligus CEO Raharja group yang baru, dr. Ivan Satya Raharja,
untuk dr. Ivan kami persilahkan".
__ADS_1
dr. Bimo menjabat tangan dr. Ivan dan mempersilahkannya untuk memberi sambutan.
"Selamat siang semua, senang sekali dapat kembali berkumpul bersama di sini, tepatnya di tanah air kita, saya sangat merindukan tanah kelahiran yang sudah lama saya tinggal untuk sebuah mimpi besar saya setelah melanjutkan pendidikan saya selama ini, saya berharap kita akan maju bersama untuk mencapai kemajuan bersama yang lebih baik lagi.
Untuk selanjutnya kita akan menghadapi akreditasi untuk level Rumah Sakit International, saya harap kita bisa lebih bersemangat untuk itu dan mencapai hasil yang terbaik untuk level itu, segala fasilitas baik administratif dan penunjang lainnya sudah disiapkan, saya harap dalam 2 bulan batas kita sebelum akreditasi semua sudah clear. Demikian dari saya, untuk selanjutnya dapat berkoordinasi dengan divisinya masing2.
semoga dengan kembalinya saya di sini, kita bisa berjalan bersama untuk lebih maju lagi.
terima kasih".
Ivan memberikan sambutan sekaligus menyampaikan tujuan rapat siang ini.
Ivan sangat lugas dan cekatan, Ia juga ramah pada setiap orang. Siang ini setelah bersalaman dengan semua orang di ruang rapat Ia kembali ke ruangannya untuk melihat beberapa berkas untuk persiapan akreditasi.
kemudian sore hari di koridor kampus Lana sedang membawa setumpuk kertas laporan untuk diserahkan pada dosennya sebagai bahan untuk maju dalam sidang kelulusannya.
Bruggg... Lana menabrak seseorang karena berlarian menuju ruang dosennya.
"Ini... " Ivan memberikan berkas Lana.
"Oh ya.. terima kasih ya". Maaf saya buru-buru.
"Eh.. seperti pernah ketemu". Lana bergumam dalam hati.
"Iya tak apa, saya duluan". ucap Ivan.
Lana pun bergegas ke ruang dosennya. Setelah berkas untuk sidangnya selesai di periksa dan dinyatakan siap serta layak maju sidang, setelah itu lana mendapatkan jadwalnya untuk sidang.
Lana sangat bahagia dan juga bersemangat untuk itu, Ia sampai berjingkrak dan berlarian menuju parkiran.
dan saat di sebuah tikungan menuju parkiran.. Bruggg... Lana menabrak orang lagi.
__ADS_1
"Oughh... addduuuhhh.. pala gue". Lana meringis memegang kepalanya.
"Aduuuuh... maaf yaaa.." Lana meminta maaf pada orang di depannya yg lebih tinggi darinya.. Ia menabrak punggung kekar orang di depannya.
Ivan yg berhenti tiba2 karena menerima telephon seseorang, Ia membalikkan badannya.
"siapa sih main seruduk orang aja". Ivan bergumam dalam hati.
"kamu... ". Ivan dan Lana saling terkejut karena bertabrakan untuk kedua kalinya.
Lana yang mendongakan kepalanya melotot tak menyangka Ia menabrak orang yang sama saat menuju ruang dosennya.
Ivan mengulurkan tangannya dan di sambut oleh Lana.
"Duuuh kok jadi deg deg an sih, nih jantung kayak habis marathon aja". Lana tenggelam dalam lamunannya.
"Maaf ya.. ketabrak lagi". ucap Lana
"nyeruduk lebih tepatnya". Ivan menimpali
"Iya maaf ya... keseruduk...". Lana meringis .
Ivan ngeloyor pergi setelah membantu Lana berdiri.
"Eh dia ngeloyor pergi.. orang aneh".
Lana kembali melanjutkan langkahnya menuju parkiran.
sesampainya di rumah.
"Aaah leganya.. tinggal tunggu hari sidang.., siapa ya cowok tadi kok tumben lihat ada di kampus???". Lana bertanya tanya sendiri sambil merebahkan diri di tempat tidurnya.
__ADS_1
"Eeeh kalo diinget inget lagi... Aaah iyaaa.. itu cowok yang kepleset kulit pisang waktu itu". Lana tersenyum dan tak terasa menuju ke alam mimpinya.