Ketulusan Cinta

Ketulusan Cinta
Outing


__ADS_3

Sudah satu hari Ivan pergi meeting di hotelnya yang ada di Bali. dan hari ini adalah jadwal Lana untuk outing.


Pihak rumah sakit telah membagi beberapa team untuk acara outing sehingga semua karyawan dapat merasakan liburan bersama tanpa mengganggu aktifitas rumah sakit.


drrt... drrrrt... getar ponsel Lana di atas meja. Ia sedang bersiap siap menuju rumah sakit dan berangkat bersama untuk outing.


"Halo sayang.... " sapa Ivan dengan wajah sendunya.


"Hai sayang... kok lesu gitu?" Lana tampak khawatir melihat wajah Ivan yang ditekuk.


"sepertinya aku benar2 ga bisa ikut outing deh, soalnya mau langsung ke London". wajah Ivan memelas


"hmmm.. kenapa baru bilang, aku kira cuma ke Bali aja". Kini wajah Lana yang memelas.


"kamu ga pa2 kan?? aku cuma tiga hari di sana". Ivan semakin memelas setelah melihat wajah Lana


"Ya sudah ga pa2 tapi langsung cepat pulang ya setelah semua selesai di London?" pinta Lana pada Ivan.

__ADS_1


Setelah sambungan vidio call mereka selesai, Lana bergegas menuju rumah sakit. Tak butuh waktu lama untuk sampai, Lana merasa ada yang kurang karena Ivan tidak bisa ikut acara itu. Walaupun pernikahan mereka masih tersembunyi namun Lana sudah terbiasa Ivan di dekatnya.


Sesampai di rumah sakit Lana langsung bergabung dengan teman2nya dan menuju Bus yang akan membawa mereka ke puncak.


Butuh waktu sekitar 2 jam untuk sampai tempat tujuan. Kali ini Lana ditemani Cahya yang memiliki jadwal outing yang sama.


"Lan... kamu ga pa2 kan?? kok lesu gitu?". Tanya Cahya penasaran.


"Oh ga pa2 Ya... ini cuma ngantuk aja". Lana beralasan, sebenarnya Ia merasa sedikit pusing dan mual.


"Ya sudah kamu tidur aja dulu nanti kalau sudah sampai aku bangunin deh". Sambil tersenyum ke Lana.


drrrt... drrrtt.... drrrrt...


Tiba2 getar ponsel Lana di dalam tasnya, tanpa sadar Lana meraih ponselnya di dalam tas masih dalam keadaan memejamkan matanya.


"Sayang... sudah sampai mana?" suara Ivan di ujung telpon.

__ADS_1


"Hmmm... masih di jalan" . Dengan suara parau dan lemas Lana menjawab telpon Ivan.


"Kok lemes gitu? kamu ga pa2 kan? Ivan khawatir karena Lana beberapa hari lalu juga sedang tidak enak badan.


"Aku ga pa2 cuma pusing dan mual aja, mungkin mabuk darat".


"Ya sudah istirahat ya.. nanti kalau sudah sampai kabari ya, Love you".


"Love you too". Lana mengakhiri sambungan telponnya.


Tanpa di sadari Lana sedari tadi Cahya memperhatikan percakapan Lana.


"Wuiiih... dapet tlp dari ayang embeeb nih!" goda Cahya yang duduk bersebelahan dengan Lana.


"Eh... ya.. emmm... Cahya.. maaf ganggu ya". Lana gugup menjawab Cahya karena Ia tak tahu sedang diperhatikan.


Setelah sekian lama perjalanan, akhirnya mereka sampai di lokasi outing, sebelum berkumpul memulai acara mereka di bagi beberapa villa, dalam satu Villa terdiri dari beberapa kamar.

__ADS_1


Lana satu Villa dengan Cahya dan beberapa perawat serta staf. Lana memasuki kamarnya dengan gontai, entah kenapa rasa lelah begitu terasa walaupun perjalanan ke tempat outing sebenarnya sangat menyenangkan.


Lana merebahkan diri di atas ranjang dan memejamkan matanya kembali tanpa di sadari Ia terlelap sampai Ia lupa untuk berkumpul bersama teman2nya untuk makan siang.


__ADS_2