MAMA MERTUA JAHAT

MAMA MERTUA JAHAT
Adiva Dipukul Oleh Daffa


__ADS_3

"Eh kata siapa aku nggak berhak buat ngomong seperti ini hah! Aku jelas berhak karena aku sangat sayang sama mama mertua aku! Udah miring kamu ya, udah tahu mama Linda sakit-sakitan masih kamu kekeuh akan jeblosin dia kedalam penjara!? Dasar nggak punya hati ya!"


"Diam kamu menantu penjilat! Siapa yang tidak punya hati, aku atau mama Linda? Dia udah membunuh kakak aku, udah sepantasnya mama Linda mempertanggung jawabkan perbuatan jahatnya itu! Dia harus mendapatkan ganjaran atas perbuatan kriminalnya, karena dia udah menghilangkan nyawa kakak aku! Coba, apa yang akan kamu lakukan jika anggota keluarga kamu dibunuh hah!"


"Kamunya aja yang lebay! Berani sekali kamu ngomong aku adalah seorang penjilat! Daripada kamu, cuma kuman menjijikkan yang bersarang di istana megah ini, dasar menantu toxic kamu!"


Hampir saja tangan Amel akan bergerak menampar wajah Adiva namun Alzam buru-buru mencegahnya.


"Jangan sayang!"


Adiva memperhatikan suaminya yang datang langsung memegang kuat tangannya.


"Mas berharap, kamu jangan jeblosin mama kedalam penjara. Kita bisa selesaikan ini secara kekeluargaan kan? Bahkan mama aku ingin mengasih kamu banyak uang untuk menebus kesalahannya kepada Zahra,"


"Mas! Kenapa kamu ngomong kaya gitu sih! Nyawa kakak aku tuh gak ternilai harganya! Coba kalau kamu mau mama kamu ga di jeblosin ke penjara, bisa gak mama kamu hidupin lagi kakak aku? Ga akan bisa kan!" ucap Adiva marah seraya terisak pilu.


Baru kali ini Adiva marah dan menangis se dramatis ini. Alzam juga ikut menangis karena secara tidak langsung, ia tidak bisa adil pada kasus kematian Zahra.


"Tapi kamu juga harus mengerti perasaan aku sayang. Mama Linda, dia adalah mama aku. Dia menyayangi dan merawatku dari aku kecil sampai aku bisa seperti ini." cakap Alzam dengan lantang dan terisak.


"Dan kamu juga harus ngerti kalau kak Zahra itu adalah figur ayah dan ibu buat aku, dari aku kecil, dia yang banting tulang mengurus aku. Ibu kamu di penjara dia masih bisa makan enak. Bernafas dengan leganya. Tapi kakak aku? Dia kehilangan semuanya! Mimpi dan kebahagiannya di dunia ini mas! "


"Iya sayang, mas juga ngerti soal itu. Tapi mas masih berharap, kamu pasti bisa ngertiin kondisi mama aku? Aku nggak mau mama aku kenapa-kenapa dipenjara sayang. Dia sudah berumur dan dia ada riwayat penyakit jantung."


"Nggak bisa mas! Aku capek hadapin kamu yang terus saja belain mama kamu! Pak polisi, segera borgol mama mertua saya. Dia yang harus bertanggungjawab atas kasus penembakan kakak saya dulu. Dia pelakunya dan barang buktinya juga sudah ada kan." titah Adiva tegas seraya menunjuk kearah polisi-polisi itu.


"Dasar menantu sinting!" teriak Amel lalu berjalan masuk kedalam kamarnya, sangat emosi karena mama mertua kesayangannya akan dimasukan kedalam sel tahanan.

__ADS_1


"Siap bu Adiva." jawab komandan polisi.


Komandan polisi mengerahkan anggotanya untuk pergi keluar rumah, untuk menangkap mama Linda. Disaat yang bersamaan, Alzam juga semakin bingung karena mamanya akan dibawa ke penjara.


"Sayang, aku mohon? Rubah keputusan kamu?" lirih Alzam sembari memegang lembut tangan Adiva.


Adiva menepis pegangan tangan Alzam lalu berjalan keluar rumah menyusul para polisi itu. Terlihat para polisi mulai melangkah mendekati sebuah mobil dimana didalam mobil itu ada mama Linda dan Daffa yang sedang terdiam panik.


"Aduh, gimana ini Daf? Mama nggak mau dipenjara nak? Kamu bantuin mama dong sayang?"


"Pak, tolong jangan tangkap mama saya, dia gak tahu apa-apa pak?" cegah Daffa seraya membuka pintu mobil.


"Tapi ibu anda harus ditangkap, karena dia terbukti bersalah dan dia adalah pelaku utama dibalik kasus pembunuhan bu Zahra dulu." balas pak komandan.


"Saya mohon jangan pak. Beliau baru saja keluar dari rumah sakit. Beliau baru sembuh pak?" lirih Daffa sembari memegangi tangan pak komandan polisi.


"Maaf tidak bisa pak. Kita harus segera membawa ibu anda kedalam kantor polisi. Bawa dia!" titah pak komandan kepada anak buahnya.


Lalu para polisi itu bergegas membuka pintu belakang mobil untuk mengeluarkan mama Linda dari dalam mobil. Tangan mama Linda diborgol, mama Linda meronta ketakutan. Dan beberapa pembantu sedang melihat proses penangkapan majikannya.


"Wah, itu nyonya Linda udah ditangkap. Hidup kita bakalan aman Sri. Asiik." bisik bi Turi senang.


"Iya, ga bakalan ada lagi orang yang ngacem-ngancem kita Tur." balas bi Sri.


"Tolong jangan bawa saya, tidak! Adiva! Dasar menantu tak tahu


diuntung! Berani sekali kamu memperlakukan mama seperti ini hah! Alzam! Lihat istri kamu! Dia tidak punya hati! Dia wanita iblis! Dia tega menjebloskan orang yang penyakitan seperti saya kedalam penjara! Dimana hati nurani kamu menantu iblis, hah!" teriak mama Linda super kesal.

__ADS_1


"Sayang aku mohon, tolong batalin niat kamu itu. Kasihan mamaku, tidak ada lelahnya aku memohon soal ini kepadamu sayang? Saya siap menggantikan mama dipenjara!"


"Aku tak butuh semua itu kamu mas. Kamu tidak boleh menggantikan posisi orang yang bersalah. Sekarang aku hanya ingin melihat mama kamu mendekam dipenjara, untuk menebus hartaku yang paling berharga, yang udah dimusnahkan sama dia, udah itu aja."


"Alzam, tolongin mama nak! Tidaak! Jangan bawa saya! Tidaak!" teriak mama Linda terus meronta pilu.


Pada akhirnya, mama Linda dibawa kedalam mobil polisi. Hari ini, dia mendapatkan balasan atas kejahatannya selama ini. Mobil polisi itu melaju pergi, rumah tidak akan ada lagi suara dan sosok mama Linda dalam waktu yang cukup lama. Berapa lama mama Linda ditahan, juga belum diputuskan oleh pengadilan. Yang pasti kasus pembunuhan berencana pasti akan memakan waktu lama buat menjalani masa hukuman, atau mungkin sampai seumur hidup.


Karena tak ingin mamanya dipenjara, bahkan Daffa sampai mengejar mobil polisi itu melaju. Daffa berlari disepanjang jalan, dilihatin oleh banyak orang sambil berteriak "mama, mama!"


Bahkan Daffa sampai tersungkur diatas jalan sembari berteriak dan menangis pilu memanggil mamanya terus.


"Maaaaa! Mamaaa!" isak Daffa pilu.


"Jangan bawa mama saya pak! Mamaaaa!"


Daffa begitu karena dia adalah anak yang manja dari kecil. Dari kecil mama Linda selalu memanjakannya lebih dari Alzam. Mama Linda selalu menuruti segala keinginan Daffa, merawatnya dengan penuh kasih sayang.


Makannya Daffa sangat sedih tatkala melihat mamanya dibawa ke kantor polisi. Daffa bangkit, dirinya sekarang berubah menjadi benci kepada Adiva. Daffa ingin memberi pelajaran kepada iparnya itu. Gara-gara Adiva mamanya jadi dipenjara.


Daffa berlari menuju rumah, lalu ia berteriak-teriak memanggil Adiva. Suaranya begitu membahana. Adiva yang sedang duduk sedih didalam kamarnya pun bergegas keluar menemui Daffa.


A Sedangkan Alzam sedang merenung sedih di taman belakang rumah. Situasi sekarang sangatlah kacau.


"Ada apa sih Daffa?" tanya Adiva seraya berjalan menghampiri Daffa.


Buuug

__ADS_1


Daffa langsung menonjok wajah Adiva tanpa adanya rasa takut.


Bersambung...


__ADS_2