
Gengsi itu adalah suatu hal yang wajar, tapi gengsi yang berlebihan itu juga tidak baik. Dan tidak boleh juga harus gengsi kalau mengakui soal kecemburuanmu yang sedang kamu rasakan.
Mencemburui pasangan itu adalah hal yang wajar. Tetapi cemburu secara berlebihan sehingga membuat pasangan merasa tidak nyaman dan terkekang juga hanya berdampak kepada hubungan itu sendiri, yang malah akan membuat hubungan cinta menjadi agak renggang.
Cemburulah yang wajar, sebagaimana kamu harus cemburu dengan semestinya.
Butuh waktu sebentar saja bagi Alzam untuk mendapatkan pepes tawon dan ayam geprek pesanan istrinya. Alzam kembali ke rumah dengan menenteng plastik berisi makanan-makanan itu. Gaya berjalannya sangat gagah menebarkan aroma parfum yang semerbak di udara. Sekalian juga Alzam beli makanan lain di warung makan itu, makanan yang ia inginkan.
"Tara, ini sayang makanan pesanan kamu sudah saya dapatkan,"
"Cepat amat mas, kayaknya nggak nyampe tiga puluh menit udah kamu dapatin. Padahal rumah makan yang aku bilang itu jaraknya jauh dari tempat ini deh."
"Kamu lupa kalau sekarang zaman android? Tinggal pesan online aja beres, hehehe. Tadi saya tinggal nunggu aja didepan rumah. Nunggu sang driver datang bawain ini semua,"
"Aduh,"
"Kok aduh sih sayang?"
"Udahlah nggak usah dibahas. Aku udah lapar banget sayang. Terus itu kamu pesan makanan apalagi?"
"Ini makanan lain buat aku. Yaudah kita makan bareng-bareng ya?"
Mereka berdua sepasang suami istri yang romantis itupun makan bersama di ruang makan. Dua pembantu yang bekerja dirumah mereka sangat senang, sedang mengintip kedua majikan mereka makan bareng bersama-sama didalam ruangan makan. Sungguh mereka adalah pasangan yang sangat idaman dan ideal pikir mereka, baik pula.
"Enak banget pepes tawon ini, pantes aja aku selalu merasa ketagihan mas. Aku dulu kalau pulang dari kampus pasti sering mampir di warung makan ini, pesen pepes tawonnya buat lauk makan dirumah."
__ADS_1
"Boleh minta nggak? Aku belum pernah makan soalnya."
"Boleh lah, tuh ambil aja."
Alzam mengambil sedikit pepes tawon kesukaan Adiva, setelah Alzam mencicipi rasanya, Alzam kaget dan begitu suka akan rasanya. Baru kali ini ia makan tawon yang dalam mindsetnya adalah seekor hewan yang tidak enak dan suka menyengat manusia, namun punya manfaat dengan menghasilkan madu yang berguna bagi kesehatan manusia.
Alzam malah mengambil lagi makanan kesukaan Adiva itu sehingga tak terasa dan tak sadar, Alzam sudah menghabiskan makanan kesukaan istrinya itu. Adiva hanya bisa melongo sedih saat pepes tawonnya habis dibabat oleh sang suami.
"Kok kamu abisin makanan kesukaan aku sih mas?"
Alzam baru sadar akan perbuatannya itu telah membuat istrinya menjadi sedih, ya walau hanya sedih karena makanan kesukaan dihabiskan oleh sang suami. Tapi tetap saja Alzam merasa bersalah.
"Beres sayang, hidup ini jangan dibikin ribet dan harus suka belajar menunggu sesuatu. Mas akan pesan lagi, mas akan pesan yang banyak, oke?"
"Yaudah nggak apa-apa. Sebagai perempuan yang sedang hamil maka aku akan belajar untuk sabar dan suka menunggu. Meski menunggu itu rasanya membosankan tahu mas. Apalagi nungguin hal yang nggak pasti, huhuhu."
"Itu baru istriku. Jangan kamu cemburu tanpa alasan yang jelas ya. Yaudah, mas mau order pepes tawon lagi, kali ini sepuluh porsi deh, buat para pembantu dan satpam juga nanti sayang. Oh iya, kalau menunggu pepes tawon ini adalah hal yang pasti sayang, jangan merasa bosan okey."
"Iya mas sayang. Nanti kita mukbang banyak pepes tawon, yeiiy!"
Hari telah berganti. Mentari pagi kembali terbit menyinari bumi ini. Alam yang sebelumnya gelap berubah menjadi cerah. Keesokan harinya, kala pagi tiba, tepat pukul sepuluh pagi, Alzam sesekali sedang ingin merawat kebun didekat tamannya. Area disamping rumahnya yang begitu luas.
Alzam sendiri bulan ini mengambil banyak cuti demi menemani istrinya yang sedang hamil. Urusan perusahaan udah dihandle oleh para kaki tangannya di perusahaan. Termasuk wakil CEO yang bisa ia percaya. Mereka adalah orang-orang yang bisa dipercaya dan juga bisa diandalkan. Alzam tidak takut terjadi kemerosotan pendapatan pada seluruh perusahaan yang ia handle. Karena orang-orang yang ia tugaskan itu adalah orang-orang yang juga hebat.
Alzam sedang mencangkul sebuah lahan kecil yang akan ia tanami tumbuhan tomat. Tomat adalah buah segar kesukaannya, Alzam ingin punya kebun tomat sendiri. Maka dari itu Alzam akan membuatnya. Sedangkan sang istri sedang duduk santai didepan rumah seraya membaca sebuah majalah kesehatan wanita hamil.
__ADS_1
"Ternyata rajin mencuci tangan yang kotor dan membersihkan kuku akan membuat kita jadi lebih aman, terhindar dari berbagai macam penyakit. Aku harus belajar membuang sifat jorokku yang satu ini, iyuh. Sifat jorok, bye!"
Saat sedang sibuk mencangkul, seorang satpam yang kebetulan melihat aktifitas tuannya pun datang menghampiri tuan muda Alzam.
"Tuan, mau saya bantuin mencangkul? Masa tuan seorang majikan main-main di kebun sih?"
"Oh tidak usah pak, biar saya sendiri saja. Saya ingin membuat kebun tomat pak. Doakan saja semoga kebun tomat yang sedang saya buat ini tumbuh. Pohon-pohon tomat saya bisa berbuah dengan lebat dan segar. Saya suka makan tomat pak, hehehe."
Aktifitas Alzam yang sekarang sangat jauh beda dengan kesehariannya menjadi seorang CEO. Alzam sudah seperti seorang kepala rumah tangga pada umumnya. Suami yang suka atau sering beraktifitas di alam.
"Baiklah kalau gitu saya lanjut jaga aja ya pak? Permisi?"
"Baik pak satpam."
Alzam terus mencangkul hingga lahan buat menanam bibit tomat mulai terbentuk. Tapi tiba-tiba, Alzam mendengar suara perempuan menjerit dari rumah disebelah. Alzam langsung berlari kearah sumber suara itu, suara itu berasal dari samping rumah pak Nick dan Jenna. Alzam melihat dari pagar kalau ternyata pak Nick tengah melakukan KDRT kepada Jenna. Jenna dipukul sampai bibirnya berdarah.
"Kasihan sekali Jenna." batin Alzam iba.
"Kamu itu gimana sih Jenna! Jadi istri nggak becus! Semalam kamu menjatuhkan guci kesayangan aku!"
"Aku capek mas kalau tiap hari dimarahin kamu terus! Dimana hati kamu mas? Kamu juga terlalu kasar sama aku. Setiap hari selalu pukul aku hanya gara-gara masalah yang sepele. Bahkan kamu menuduhku berselingkuh dengan pria lain padahal kamu sendiri yang bejat, yang sering bayar perempuan malam buat puasin hasrat kamu!" pekik Jenna.
"Kita pindah ke Indonesia, karena aku ingin mencari perempuan-perempuan seksi lokal disini! Termasuk istri dari tetangga kita itu! Kamu kalau tidak mau saya habisin, lebih baik diam dan turutin semua kemauan saya! Mengerti!" ucap pak Nick pelan seraya mencekik Jenna, namun masih bisa kedengaran oleh Alzam. Ternyata pak Nick adalah seorang predator **** dan dia sedang memburu istrinya juga?
Bersambung...
__ADS_1