MAMA MERTUA JAHAT

MAMA MERTUA JAHAT
Mama Mertua Ingin Bundir Dipenjara


__ADS_3

Predator hubungan intim itu berbahaya. Dia memburu orang-orang untuk dijadikan sebagai pemuas syahwatnya. Apalagi jika mempunyai tetangga yang ternyata seperti itu. Jelas tidak akan nyaman rasanya. Ketakutan akan terjadi sesuatu yang tak diinginkan pun muncul.


Mempunyai seorang istri yang jika sedang ditinggal kerja, tidak ada pengawasan dan penjagaan dari sang suami. Penjagaan rumah harus semakin ketat, membutuhkan tingkat pengamanan yang lebih baik lagi selain hanya sebuah kunci, satpam atau bodyguard penjaga juga diperlukan.


"Astaga, ternyata laki-laki itu adalah seorang predator pemburu wanita dan istrinya tidak bisa berbuat banyak dalam melawan suaminya yang bejat itu. Biar aku saja yang turun tangan, tapi dengan cara yang halus biar si Nick itu tidak curiga kalau saya sudah tahu dan berencana akan menjebloskan dirinya kedalam derita di penjara." batin Alzam, lalu dirinya kembali lagi ke kebun.


"Sekarang lebih baik kamu masuk kedalam! Kamu mandi, kamu harus wangi, dan kamu harus puasin saya pagi ini! Cepat ******!" titan pak Nick.


"Tega sekali kamu mas. Bahkan kamu menyebut istrimu sendiri sebagai wanita ******! Dasar kamu pria ****** gila! Aku benci kamu mas!" balas Jenna kesal.


"Plaaaak."


Lagi dan lagi tamparan dari seorang suami Jenna dapatkan. Rasanya menyesal sekali telah menikah dengan laki-laki yang kurang ajar seperti Nick ini. Yang tidak bisa menghargai dan mengerti perasaan istrinya. Yang hanya mementingkan kepuasan sendiri. Awalnya Nick bersikap romantis, romantis sekali sampai Jenna luluh dibuatnya.


Rasanya Jenna ingin segera pisah dari Nick, tapi jika dia melakukan permohonan itu, justru anak-anaknya yang masih kecil, yang akan menjadi korban dari kebuasan ayahnya yang kasar ini.


Jenna berusia 30 tahun. Dulu Jenna dan Nick menikah saat usia Jenna masih dua puluh tahun. Dari pernikahan itu mereka berdua dikarunai dua orang anak yang sekarang masih berstatus sebagai siswa sekolah dasar. Mereka berdua bersekolah di California dan tinggal bersama ibu kandung dari pak Nick alias si nenek.


***


Didalam penjara, mama Linda tengah merenung sedih karena akhir-akhir ini jarang ada orang yang menjenguknya lagi. Mama Linda juga sedih karena pasti semua teman-temannya menghujat tingkahnya yang berani sekali menghilangkan nyawa orang. Mama Linda merasa bosan dan menderita dengan semua ini, hingga timbul rasa ia ingin mengakhiri hidupnya.


"Aku ingin bunuh diri!" teriak mama Linda kencang membuat tahanan lain yang satu sel merasa terganggu.

__ADS_1


"Woy gila! Woy emak-emak gila! Lu bunuh diri masuk neraka lu! Masih untung lu dikasih hidup, masih bisa dapet kesempatan buat lu tobat! Gih tobat daripada lu jahat mulu mak!" sahut pentolan napi geram.


"Diam kamu wanita sampah! Gausah sok suci ya! Kamu juga kotor, kamu juga berdosa! Mendingan kamu gausah ngomong apa-apa, berisik!"


"Lu yang berisik, ini emak-emak pengen gua siksa kali ya! Mau gua pukul lu hah!"


"Pukulin aja saya sampai saya mati, huaaaaa." isak mama Linda menangis super keras seperti seorang anak kecil yang minta dibelikan jajan tapi tidak dituruti.


"Berisik!" sahut si pentolan napi itu dan setelahnya memutuskan buat diam saja.


Tapi mama Linda si mertua yang jahat galak itu terus menangis, membuat suasana didalam sel seperti sedang ada konser atau pawai. Semua tahanan yang satu sel dengannya menutup telinga mereka masing-masing.


"Pir, sipir! Ini ada orang sinting nih disini." teriak si pentolan napi.


Seorang sipir yang mendengar panggilan itu bergegas datang kedalam sel itu.


"Itu pir si emak-emak manja."


"Aku benci kalian semua! Huaaaaaa."


"Ibu yang tenang ya? Kalau ibu tidak bisa membuat ketenangan alias gaduh mulu, jangan salahkan kami jika kami akan memindahkan ibu kedalam sel isolasi."


"Huaaaaa! Bodoamat! Saya cuma ingin mati! Saya jijik sama tempat ini! Semua orang-orang disini tuh berhati busuk! Saya punya menantu juga berhati busuk! Saya ingin mati saja huaaaa."

__ADS_1


"Pindahkan saja dia ke sel isolasi pir! Berisik banget tuh emak-emak!" sahut sang pentolan napi ikut berteriak.


Mama Linda pun dibawa kedalam sel isolasi dengan keadaan yang terus meronta saat dibawa oleh dua sipir sekaligus. Mama Linda benar-benar merasakan stress berat dan tidak ada gairah lagi untuk melanjutkan kehidupannya di bumi ini.


Apalagi, setelah mendengar vonis lama masa hukumannya yang mencapai 20 tahun. Akibat kasusnya yang masuk kedalam kategori pembunuhan berencana itu. Jelas mama Linda merasa tidak akan sanggup begini terus. Masa iya dia baru bebas saat usianya sudah menginjak tujuh puluh tahunan.


Mama Linda dimasukan kedalam sel isolasi. Ia akan sendirian disitu, gelap dan sunyi. Baru juga beberapa langkah kakinya masuk, mama Linda langsung pingsan karena merasakan dadanya sakit, pusing dan tekanan batin yang amat sangat membuatnya sengsara.


"Tahanan ini pingsan, ayo kita segera bawa dia ke ruang perawatan."


Alzam dan Adiva dikabari oleh pihak kepolisian bahwa mama Linda kembali masuk ke rumah sakit. Mama Linda kembali pingsan karena darah tingginya kambuh. Karena itu mereka berdua buru-buru pergi ke rumah sakit. Alzam tampak cemas bahkan sampai mengendarai mobil dengan ngebut.


"Yang tenang ya mas?"


"Adiva, gimana saya bisa tenang! Ibu saya pingsan pasti dia stress berat gara-gara dipenjara."


"Terus kamu mau aku lakuin apa? Melakukan pembebasan bersyarat kepada ibu kamu?"


"Nggak. Saya cuma ingin ibu saya sehat aja. Dia baik-baik aja, biar saya jadi tenang gitu. Bahkan tadi kata sipir, ibu ada niatan untuk bunuh diri. Sebagai sesama wanita pasti kamu bisa ngertiin permasalahan ibu aku. Dia sudah tua sayang, usianya sudah lima puluh tahun lebih. Kalau dia bebas nanti dia sudah sangat keriput dan hanya tersisa tulang belulang saja dibadannya, aku nggak tega."


"Yaudah kalau kamu mau ibu kamu bebas, mungkin nanti aku bisa bikin ibu kamu bebas lebih cepat dari masa hukumannya. Tapi yang pasti bukan sekarang ya mas, ibu kamu bebasnya. Dia harus menjalani waktu masa hukuman dua pertiga dari vonis lama masa ia dipenjara."


"Iya sayang, saya harap kamu bisa maafin ibu saya, dan bisa mengajukan pembebasan bersyarat kepada pihak kepolisian demi ibu aku."

__ADS_1


"Dengan catatan ibu kamu mau berubah dong mas. Selama masa tahanan dia, ia sadar dan menyesal. Terus selalu berbuat baik disana. Baru aku akan tergugah buat bebasin dia. Karena aku adalah anggota keluarganya kak Zahra, dan kak Zahra juga orang yang baik. Maka aku hanya mau bebasin ibu kamu kalau dia mau berubah, beneran berubah jadi orang yang baik." tutur Adiva.


Bersambung...


__ADS_2