MAMA MERTUA JAHAT

MAMA MERTUA JAHAT
Amel Diculik Mama Linda


__ADS_3

Saat mama Linda bersiap memukul kepala Amel menggunakan batu besar yang ia bawa, kebetulan Amel sedang menatap kearah cermin rias, dirinya bisa melihat dengan jelas ada seseorang yang berniat mencelakainya dari arah belakangnya.


Amel langsung lompat dari atas kasur hingga batu yang siap dipukulkan oleh mama Linda tidak sampai mengenai kepala Amel. Batu itu terjatuh kearah lantai menimbulkan suara yang cukup keras.


Mama Linda terkejut karena dirinya gagal mencelakai Amel dan sekarang, Amel sedang menatapnya nyalang. Ekspresi wajah Amel sangat terkejut juga ketakutan melihat seorang buronan polisi itu sekarang ternyata ada di kamarnya. Amel juga melihat kearah jendela kaca kamar yang ternyata sudah hancur berkeping-keping.


"Mama, mama mau bunuh aku!?" tanya Amel panik.


Mama Linda menaikan salah satu alisnya kemudian membuka mulutnya dan tertawa.


"Hahahaha! Amel, dulu saya sangat menyayangi kamu, tapi kamu malah memanfaatkan saya. Kamu memakai harta saya untuk membeli rumah ini. Sekarang, kamu harus terima akibatnya!"


"Kenapa harus pakai cara kekerasan ma? Apa tidak bisa kita bicarakan baik-baik? Ingat ma, aku ini menantu kesayangan kamu. Aku bukan Adiva yang kamu benci sekali, ma? Amel mohon, Amel janji nggak akan kasih tahu siapapun kalau mama ada disini."


"Cih! Giliran mau dibunuh aja banyak bacot kamu! Kamu belum tahu, dulu sewaktu saya kuliah, saya juga pernah membunuh manusia. Sampai sekarang belum juga terusut kalau dalang dibalik pembunuhan itu pelakunya adalah saya! Hahahahaha."


"Mama ini ternyata psikopat ya!"


"Ya, psikopat cantik yang akan membunuh kamu!"


"Psikopat keriput kali!"


"Amel!" teriak mama Linda menggeram marah.


Mama Linda langsung berlari menyerang Amel, mendorong Amel hingga Amel jatuh terlentang. Lalu mama Linda menduduki perut Amel sembari mencekik leher Amel. Nafas Amel jadi terasa sesak, rasanya sulit untuk berteriak meminta bantuan. Apakah mama mertua psikopatnya akan berhasil membunuhnya?


Tapi disaat yang menegangkan seperti ini Amel tak sampai kehabisan akal, Amel memukul dan mencakari wajah mama Linda menggunakan kuku panjangnya hingga mama Linda berteriak kesakitan kemudian memegangi wajahnya yang tercekar. Kemudian, Amel menyikut perut mama Linda menggunakan lengannya.


Amel berteriak meminta tolong kepada Daffa yang entah ada dimana. Bayinya menangis kencang karena terbangun akibat mendengar suara keributan yang sedang terjadi di dalam kamar. Mama Linda berusaha bangkit sambil memegangi perutnya yang terasa sakit.

__ADS_1


Takut diserang lagi Amel lekas membuka pintu dan berlari meminta bantuan. Namun mama Linda semakin brutal, mama Linda terus mengejar Amel hingga ia dapatkan. Di usianya yang sudah kepala lima laju lari mama Linda masih cukup kencang.


Mama Linda berhasil meraih rambut Amel, menjambaknnya hingga tercabut beberapa puluh helai. Tepat didekat tangga lantai tiga.


"Tolong!" teriak Amel kesakitan.


Amel ditampar lalu ditendang perutnya oleh mama Linda. Kemudian, mama Linda mengambil vas bunga yang akan ia lemparkan ke kepala Amel, namun Amel bergerak cepat dengan melemparkan sepatu hak tinggi yang ia pakai ke kepala mama Linda sampai terdengar suara "pletuk,"


"Ah!" rintih mama Linda.


Lalu Amel lanjut berlari menuruni anak tangga, melihat buruannya kabur mama Linda lekas menyusul Amel berlari kebawah. Beberapa langkah lagi Amel sampai di lantai dua namun kakinya malah terkilir hingga Amel terjatuh dari tangga sampai keatas lantai dua. Badan Amel semakin terasa kesakitan, Amel menangis pasrah saat melihat kearah atas, mama mertua yang sedang berlari dengan cepat menghampirinya.


"Ampun ma, ampun! Tidaak!"


Apa yang terjadi dengan Amel?


***


"Tuti, kemana Amel? Kok kamu yang bopong Dilla?" tanya Daffa heran kemudian minta Tuti buat dirinya saja yang membopong Dilla.


"Gak tahu tuan, tadi saya kesini mendengar Dilla menangis, tapi sedari tadi saya tidak melihat nyonya Amel tuan."


Daffa kesal karena Amel kembali tidak mempedulikan bayinya, malahan Daffa yang lebih peduli sama bayi ini padahal dirinya bukan ayah kandung dari bayi ini.


"Sepertinya Dilla membutuhkan ASI, Tuti, cepat kamu cari keberadaan Amel,"


"Baik tuan,"


Tuti melangkah keluar dari dalam kamar tapi beberapa saat kemudian, Daffa mendengar teriakan Tuti didekat tangga. Daffa bergegas berjalan cepat keluar kamar seraya membopong baby D.

__ADS_1


"Ada apa Tuti?" tanya Daffa dengan ekspresi penasaran karena mendengar teriakan Tuti.


"Ini tuan ada ceceran darah," urai Tuti karena baru menyadarinya. Tadi waktu berjalan ke kamar karena mendengar tangisan Aldebaran, Tuti belum melihat ada darah yang berceceran diatas lantai.


"Darah siapa ini? Amel! Amel!" teriak Daffa memanggil Amel, tetapi orang yang Daffa panggil tak kunjung datang. Daffa jadi cemas kalau Amel kenapa-kenapa.


"Oh iya tuan, saya lupa memberi tahu kalau kaca di kamar Dilla pecah. " ungkap Tuti dengan ekspresi panik juga. Mereka berdua sama-sama panik dan kemudian kembali masuk kedalam kamar.


Daffa melihat memang jendela kaca di kamar ini pecah. Daffa bingung apa yang sebenarnya habis terjadi? Dimana Amel? Siapa yang mecahin kaca ini?


"Apa tadi kamu lihat ada orang yang mencurigakan disekitar sini Tut?"


Tuti menggeleng tidak tahu.


"Saya tidak melihat ada orang yang mencurigakan disini tuan. Duh, saya sedari tadi juga khawatir nyonya Amel kenapa-napa."


"Aduh dimana istriku," lanjut Daffa semakin cemas. Daffa mengambil ponselnya di saku celana kemudian menelpon HP Amel tapi tidak kunjung diangkat. Daffa yakin ada yang nggak beres, Daffa yakin sedang terjadi sesuatu pada diri Amel.


"Saya akan segera telepon polisi, saya yakin istri saya hilang diculik. Dan saya yakin pasti pelakunya adalah Alex. Mantan pacarnya yang bajingan itu! Tuti, kamu jaga Dilla ya. Beri dia susu formula berkualitas tinggi dulu,"


"Baik tuan,"


Daffa menberikan bayi mungil itu untuk Tuti jaga, kemudian Daffa bergerak keluar kamar sembari menelpon polisi. Lantas dimana Amel?


Ternyata Amel sedang dibawa, diseret ke sebuah rumah kosong tepi rel kereta oleh mama Linda.


Mama Linda diam-diam berhasil menaiki sebuah truk pengangkut umbi-umbian, menaruh Amel didalam karung kemudian akhirnya dengan segala kecerdikannya bisa sampai ke rumah bang Jaja. Meski tenaganya habis buat menyeret Amel dari tepi jalan tadi.


Mama Linda terus menyeret Amel hingga sampai ke depan rumah itu, mengelap peluhnya yang terus berceceran karena lelah. Setelah itu mama Linda membuka karung yang berisi seonggok manusia cantik itu. Amel diikat, mulutnya disumpal pakai kain serbet. Amel menangis ketakutan diculik oleh mama mertua jahatnya dengan cara seperti ini!

__ADS_1


Bersambung...


__ADS_2