MAMA MERTUA JAHAT

MAMA MERTUA JAHAT
Ending


__ADS_3

"Sungguh, hari ini mama rasanya sangat bahagia sekali Daf. Belum pernah mama rasakan kebahagiaan yang lebih dari kebahagiaan yang mama rasakan pada hari ini. Akhirnya anak-anak mama, mau menerima mama kembali, Alhamdulillah." ucap mama Linda penuh rasa syukur.


Lantas mama Linda dan Daffa saling melepaskan pelukan mereka. Dengan penuh kesyahduan mereka saling menatap satu sama lain. Anak keduanya sudah mau memaafkan dirinya.


"Habis ini mama akan dipenjara lagi kan sesuai hukuman yang harus mama jalani? Mama tidak perlu khawatir, kita akan rutin jenguk mama di penjara." tukas Daffa membuat semangat mama Linda kembali berkobar. Namun hatinya sangat sedih karena sebentar lagi, dirinya akan berpisah untuk selama-lamanya dengan mereka.


"Kamu tidak perlu repot-repot rutin menjenguk mama lagi nak, karena mama sebentar lagi akan berpisah untuk selamanya dengan kamu, dengan kalian Alzam dan Adiva." tutur mama Linda sembari menangis sesenggukan.


"Maksud kamu apa ma?" tanya Daffa kebingungan.


"Mama akan menjalani hukuman mati." sahut Alzam seraya memejamkan kedua matanya.


Rasanya baru sekarang mereka baikan, tapi sebentar lagi orang yang baru baikan dengan mereka itu akan menjalani hukuman berat atas perbuatan jahatnya.


"Kalau kalian sayang sama mama, kalian semua harus ikhlasin mama ya? Mama mau bertanggungjawab dan siap menerima resiko atas apa yang udah mama perbuat." ucap mama Linda berbesar hati.


Lalu Alzam, Adiva, dan Daffa kompak memeluk mama Linda dengan penuh kesedihan. Mereka bertiga sama-sama menangis dalam pelukan mama mertua jahat yang sudah sadar itu.


"Sudah kalian jangan nangis terus, jangan cengeng! Mama akan menghabiskan sisa usia mama yang tinggal menghitung hari. Tapi sebelum itu, izinkan mama datang ke makam Zahra dan Amel terlebih dulu. Mama ingin minta maaf sama mereka di samping makam mereka. Mama ingin mendoakan mereka dan juga merawat kuburan mereka." permintaan mama Linda yang terakhir kalinya sebelum ia kembali ke penjara.


"Permintaan mama yang terakhir mulia sekali ma. Baik kalau gitu kalian semua mandi dulu ya. Ma, ayo kita masuk kedalam rumah Daffa? Mama mandi dulu lalu makan enak bareng kita?" ajak Daffa membuat hati ibunya menjadi terharu.


Kemudian mereka semua masuk kedalam rumah. Daffa menyiapkan masakan yang tadi belum ia selesaikan setelah itu mereka berempat sama-sama makan siang. Menikmati menu makanan kesukaan almarhumah Amel semasa hidupnya.


"Ini kan makanan kesukaan almarhumah Amel nak?" ucap mama Linda sembari menyendok semur udang yang ada di dalam mangkok.


Rasa masakan Daffa enak juga. Semua orang cukup lahap saat memakannya.

__ADS_1


"Iya memang ini adalah makanan kesukaan dia mam. Aku kangen sama Amel jadi aku coba melepas rasa kangen ini dengan masak makanan ini."


Rasa sesak kembali mama Linda rasakan. Rasanya sedih sekali melihat Daffa yang begitu mencintai Amel, namun Amel meninggal di tangannya sendiri. Air mata kembali keluar dari kedua mata mama Linda. Tak henti-hentinya mama Linda selalu menyalahkan dirinya sendiri.


"Udah lah mam, mama jangan sedih terus. Habis makan kita langsung pergi ke makam Zahra dan Amel." ucap Alzam sembari mengusap bahu mama Linda.


Setelah selesai makan siang, Adiva, Alzam, Daffa, dan mama Linda sudah bersiap-siap pergi ke pemakaman Amel. Mereka pergi dengan menaiki mobil Daffa. Selama perjalanan mama Linda selalu membayangkan kejahatan-kejahatan yang ia lakukan kepada Zahra, Amel, dan Adiva.


Lantas ketika mobil sudah memasuki area dekat pemakaman, mereka pun keluar dari mobil itu lalu melangkah bersama menuju makam Zahra dan Amel. Mereka dimakamkan di satu komplek pemakaman yang sama.


Mama Linda bersimpuh disisi makam Zahra terlebih dahulu, menantu pertama yang ia bunuh lewat tangan pembunuh bayaran waktu itu dengan menggunakan senjata api yang langsung menembus jantungnya Zahra waktu itu.


"Zahra, maafin mama nak? Gara-gara kejahatan mama, kamu harus bernasib seperti ini. Seandainya waktu bisa diulang, mama gak akan mau melakukan kebodohan itu. Semoga kamu tenang di alam kamu nak. Doa mama akan selalu mengalir untuk kamu. Semoga di akhirat nanti kamu mau memaafkan saya? Tidak memaafkan pun tidak apa, saya siap jika harus masuk neraka, namun saya akan selalu berharap semoga kamu mau memaafkan saya oh menantu saya yang lembut." harap mama Linda dan diamini oleh Alzam, Adiva, dan Daffa.


Lalu tangan mama Linda mengambil segenggam bunga yang ada didalam keranjang bunga itu. Mama Linda menabrukan bunga-bunga yang cantik diatas makam Zahra.


Terlebih dulu mama Linda memegang nisan Amel, kemudian diikuti oleh tetesan air matanya yang begitu sendu.


"Amel, maafin mama ya nak? Mama udah membuat kamu meninggal dengan cara yang sangat kejam. Seandainya kamu masih hidup perjalanan kamu masih panjang nak. Mama telah membuat Dilla kehilangan ibunya. Tapi karena hati mama yang dibutakan oleh dendam, kamu jadi kehilangan nyawa kamu gara-gara kejahatan mama sayang. Seandainya waktu bisa diulang kembali, pasti mama tidak akan melakukan perbuatan sadis itu kepadamu nak. Sekarang mama hanya bisa hidup dalam penyesalan dan penyesalan itu akan selalu membayangi mama sampai mama mati. Mama berharap, semoga suatu saat kamu mau maafin mama ya? Tapi kalau kamu tidak mau memaafkan mama, mama juga terima. Apapun yang terjadi, mama akan bertanggungjawab atas semua kejahatan yang telah mama lakukan. Assalamu'alaikum, sayang? Yang tenang ya disana." ucap panjang mama Linda sembari menaburi bunga diatas makam Amel.


Setelah selesai berziarah ke makam dua menantu yang telah dibunuhnya, mama Linda dan yang lain kembali masuk ke dalam mobil. Sebentar lagi Alzam mengantarkan mama Linda pergi ke tempat yang seharusnya mama Linda tempati, yaitu penjara.


Mereka semua mengantar mama Linda sampai ke depan penjara. Para polisi sangat terkejut ketika mama Linda datang dengan diantar oleh keluarganya.


"Pak polisi? Ini mama saya mau menyerahkan diri. Saya, istri saya, dan juga adik saya ingin melihat proses hukuman mati yang akan dijalani oleh mama saya. Izinkan kami menemani beliau di hari terakhir kehidupan beliau di dunia ini." pinta Alzam kemudian memeluk ibunya sembari menangis.


Daffa dan Adiva juga kembali memeluk mama Linda sembari menangis juga. Sore ini adalah sore kelabu perpisahan mereka, kala mendung datang dengan auranya yang suram.

__ADS_1


Selesai memeluk mama Linda, mama Linda berpesan kepada anak-anaknya untuk selalu berhati-hati. Jangan sampai mereka nekat berbuat jahat sama sepertinya hingga pada akhirnya harus bernasib sama sepertinya, mendekam di penjara dan menjalani hukuman mati.


"Kalian jaga diri baik-baik ya?"


"Iya ma." sahut mereka bertiga kompak.


Kemudian saat hari eksekusi mati mama Linda dilangsungkan, mereka bertiga yaitu Alzam, Adiva, dan Daffa menyaksikan proses itu. Proses yang amat sangat menyakitkan dan menyedihkan. Sebelum ditembak mati, terlebih dulu mama Linda memberikan senyuman untuk anak-anak dan menantunya untuk yang terakhir kalinya.


Dada mereka bertiga terasa sesak. Dari kedua bola mata mereka mengalir air mata kesedihan. Tetes air mata mengiringi suara letusan senjata api yang mengakhiri hembusan nafas dari wanita bernama Linda itu.


***


1 Tahun kemudian...


Kehidupan Alzam dan Adiva semakin bahagia.


Alzam, Adiva, dan Wildan yang sudah bisa berjalan dengan tertatih-tatih. Mereka bertiga tengah melatih Juna berjalan di perbukitan dekat rumah mereka.


Bandi dan Lisa datang memberi kejutan untuk mereka, mereka datang dengan bayi kembar mereka.


Mereka semua berkumpul bersama diatas bukit itu dengan penuh kekompakan. Kedua keluarga kecil itu sama-sama bahagia menikmati sore hari yang cerah ini, menanti senja bersama, hingga nanti menua bersama dalam lingkup kehidupan yang nyaman dan penuh dengan kehangatan cinta.


Tamat...


Terimakasih banyak buat yang mengikuti novel ini dari awal sampai akhir. Mohon maaf kalau masih banyak kesalahan dalam penulisan cerita ini.


Oh iya saya punya novel lagi yang lagi ongoing loh, judulnya Suamiku Suka KDRT. Kalau kalian tertarik buat membacanya selamat membaca ya, semoga kalian suka sama ceritanya dan makasihhh semuanya.

__ADS_1


__ADS_2