MAMA MERTUA JAHAT

MAMA MERTUA JAHAT
Diam-Diam Tes DNA


__ADS_3

"Kalian lakuin apa? Kalian jangan cari masalah sama dia. Nanti anak-anakku aku yang bakal diincar ma dia. Aku nggak mau mereka celaka." tandas Jenna dengan tampang khawatir.


"Tenang aja. Kita labrak pak Nick. Kita mengancam dia akan lapor polisi dan dia sedang mencarimu, lalu dia akan minta maaf atas kesalahan-kesalahannya kepadamu. Maukah kamu pulang untuk menemui dia kembali, Jen?" tanya Adiva.


"Pulang? Aku gak mau. Lebih baik aku menggembel saja daripada disiksa kalau ketemu iblis itu lagi. Aku gak sudi Adiva."


"Loh katanya kamu sangat sayang sama anak-anakmu, sampai kamu gak ingin terjadi sesuatu yang buruk kepada mereka. Pak Nick itu ayahnya lah, masa iya sih dia tega mau mencelakai anaknya sendiri? Ayolah Jen, pulanglah demi anak-anakmu." rayu Alzam.


Jenna memejamkan netranya sejenak kemudian bangkit berdiri. Rambut kusutnya berkibar terkena angin.


"Baiklah, demi anak-anak aku mau pulang. Tapi kalian janji ya mau jagain aku? Kalian temani aku saat nanti aku berhadapan lagi sama dia?" pinta Jenna.


"Iya kami janji kok, yang penting bagi kami adalah kamu ngerasa aman dan nyaman." jawab Adiva setuju.


Kemudian Jenna ikut masuk kedalam mobil Alzam dan Adiva. Jenna duduk di jok belakang. Alzam dan Adiva ingin sekali melihat permasalahan rumah tangga tetangganya segera berakhir. Setelah mereka sampai didepan rumah pak Nick, Adiva kembali menggedor-gedor pintu. Jenna tampak cemas takut suaminya marah karena kehebohan yang Adiva buat itu.


"Adiva cukup, jangan terlalu keras kamu gedor pintunya?" lirih Jenna cemas.


"Udah santai aja mba," sahut Adiva cuek.


Tak berselang lama pak Nick keluar kembali bukain pintu untuk mereka. Pak Nick terhenyak dan langsung memeluk Jenna tatkala melihat istrinya sudah kembali kerumah. Pak Nick menangis haru, menyesal karena udah berbuat jahat sama wanita baik hati itu. Kali ini setelah berpikir panjang, Nick didepan mereka mengakui segala kesalahannya dan berusaha tidak akan mendzolimi Jenna lagi.


"Sekarang istri anda sudah pulang, awas ya kalau sampai saya dan suami saya kembali melihat Jenna bersedih karena sikap anda! Kami akan terus pantau keluarga kalian. Kalau gitu, kami pamit pulang dulu ya? Jenna kita pulang dulu ya?" ucap Adiva sembari menatap lembut kearah Jenna yang tampak masih gundah.


"Iya, makasih ya Adiva dan mas Alzam? Kalian udah bantuin aku. Kalian baik sekali, bahkan kalian mau ikut bantuin urusan rumah tangga aku, aku beruntung sekali punya tetangga yang sebaik kalian ini." ucap Jenna senang juga terharu lalu berpelukan dengan Adiva.

__ADS_1


"Sudah seharusnya kan sebagai tetangga itu harus saling tolong menolong disaat tetangga yang lain sedang kena masalah." balas Adiva.


"Dan sebaik-baiknya manusia adalah dia yang bermanfaat bagi banyak orang. Prinsip hidup kita adalah seperti itu." sahut Alzam.


"Saya salut dengan keluarga kalian. Kalian adalah inspirasi bagi keluarga kami." sahut pak Nick juga.


Setelah itu, akhirnya permasalahan yang terjadi di keluarga pak Nick dan Jenna pun terlihat seolah sudah selesai. Alzam dan Adiva berharap semoga kedepan semoga tidak terjadi lagi kejadian-kejadian buruk yang Jenna alami dari perbuatan kasar suaminya sendiri.


***


Di tempat lain, Daffa menengok mamanya ke penjara tanpa Amel ikut serta. Sebenarnya Daffa selalu berusaha mengajak Amel tapi Amel menolaknya terus. Amel merasa jijik dengan orang-orang dipenjara. Daffa menceritakan penolakan Amel itu kepada mama Linda. Mama Linda menjadi tampak kesal karena menantu yang ia bangga-banggakan itu sekarang sudah berubah menjadi malas menemui dirinya.


"Sudah dibelikan rumah tapi sekarang berani kurang ajar ya sama saya! Yaudah, mana foto cucu mama, mama ingin melihatnya nak?"


"What? Lucu sih, mama ingin mencium dia, tapi kok, mama lihat-lihat dia nggak ada mirip-miripnya sama kamu ya sayang?" pantau mama Linda seraya menepuk-nepuk dagunya menggunakan jari telunjuknya.


"Hadeuh, bukan cuman mama aja yang bicara seperti itu, berkali-kali kak Alzam juga ngomongin hal yang sama mam. Katanya nggak mirip lah, tapi menurut aku, kita nggak mirip itu karena baby D ini kan cewek mam. Wajar saja kalau dia lebih mirip dengan ibunya."


"Nggak sayang ini aneh. Bayi kalian sama sekali nggak ada mirip-miripnya sama kamu! Malah mama lihat dia lebih mirip sama si Alex, mantan pacar Amel yang jahatnya kebangetan itu! Mama pernah dikasih lihat fotonya Alex waktu itu sama Amel.


"


"Masa sih mam? Gosip deh mama, mana ada bayiku mirip sama si bajingan itu. Tapi waktu itu Alex nekat datang ke rumah. Dia diam-diam masuk kedalam terus serang aku mam. Hampir saja aku sekarat, untung segera dibawa ke rumah sakit sama kak Alzam dan Amel. Dia maksa-maksa istriku buat lakuin tes DNA kepada baby D dan juga Alex mam."


"Itu dia yang aneh sayang. Coba gih kalian tes DNA bayimu, mama juga menaruh rasa curiga setelah melihat foto itu. Ya meski mama juga yakin kalau seorang anak nggak harus mirip sama orangtua kandungnya juga, tapi nggak ada salahnya juga kan lakuin tes DNA, paksa gih istri kamu yang mulai berani kurang ajar sama saya!"

__ADS_1


"Baik kalau itu keinginan mama nanti aku akan bicarakan ini sama Amel."


"Ssst, Daffa, kalau Amel menolak kamu harus semakin curiga. Lakukan tes DNA bersama bayi kamu secara diam-diam saja ya tanpa ketahuan oleh Amel?"


"Iya deh mam."


Daffa pulang kerumah. Lagi-lagi pemandangan yang sama ia lihat. Amel sedang sibuk mewarnai kuku cantiknya dengan warna terbaru. Amel duduk diatas sofa yang empuk seraya selonjoran cantik. Lama-lama Daffa jenuh dan kesal sama istrinya sendiri. Amel itu masih menjadi seorang istri yang pemalas.


"Sayang, baby D dimana?"


"Ya dikamar lah mas, masa iya diatap rumah. Baby D kan belum bisa manjat."


"Oh, aku mau mengajak baby D jalan-jalan keluar sih, kamu mau ikutan nggak?"


"Nggak makasih, aku lebih betah dirumahku yang mewah ini,"


"Yaudah, kalau gitu saya pergi dulu ya sama baby D. Kasihan baby D, pasti dia akan sangat bahagia sekali kalau melihat dunia luar yang lebih indah dan seru."


Daffa masuk kedalam kamar, melihat seorang bayi yang sedang bermain-main sendiri diatas ranjang bayinya. Bayi itu tertawa riang saat melihatnya datang, membuat Daffa semakin gemas saja. Daffa mengecup pipi baby D.


Rasanya ini adalah sebuah bencana jika ternyata bayi yang menggemaskan ini ternyata bukan anak kandungnya. Daffa berharap setelah hasil tes keluar nanti semoga baby D ini adalah anak kandungnya, darah dagingnya sendiri.


Daffa mengemban baby D membawanya keluar untuk melakukan tes DNA. Daffa juga akan mengubungi Alzam dan Alex. Mereka akan mengetahui hasilnya secara bersama-sama nanti.


Bersambung...

__ADS_1


__ADS_2