MAMA MERTUA JAHAT

MAMA MERTUA JAHAT
Mata Terluka Akibat Mama Mertua


__ADS_3

Habis dari rumah Daffa dan Amel, Alzam dan Adiva akan mampir ke sebuah mall bentar, membeli mainan bayi terbaru untuk baby Wildan. Biar baby Wildan makin ceria. Setelah membeli mainan-mainan bayi baru dan beberapa camilan kesukaan Adiva, mereka sama-sama bersiap untuk pulang ke rumah. Mereka sama-sama sedang duduk berdua di dalam mobil sembari memasang sabuk pengaman.


Namun ternyata sedari tadi Alzam sedang menahan rasa ingin buang air kecil, Alzam izin sebentar kepada Adiva buat buang air kecil di WC umum terdekat, Adiva pun menunggu di dalam mobil sembari ngemil kacang asin yang baru ia beli.


Sembari membuka kulit kacang Adiva iseng melihat sekeliling, perhatiannya tersita kala melihat seseorang yang penampilannya mirip dengan mama Linda sedang mengamatinya dari balik tanaman-tanaman hiasan di tepi mall secara diam-diam.


Adiva kemudian mengamati dengan seksama area itu karena tiba-tiba, orang yang mirip dengan mama Linda itu malah sembunyi dibalik tanaman-tanaman hias itu.


"Siapa sih dia? Dia mirip banget sama mama. Apa jangan-jangan itu mama mertua aku? Mama kan belum ketangkep," ujar Adiva bertanya-tanya sembari terus mengamati area itu.


"Kesana gak ya?" tanya Adiva ke diri sendiri. Yakin gak yakin mau mengecek kesana. Tapi Adiva kan ingin kembali berubah menjadi seperti yang dulu. Adiva yang pemberani dan gak takutan ketika menghadapi sesuatu yang mungkin mengancamnya.


Adiva membuka pintu mobil lalu membantingnya dengan keras saat menutupnya kembali. Kebar-baran Adiva telah kembali. Vibes itu telah ia miliki lagi. Vibes seorang wanita kuat yang anti menye-menye, berani berbuat, berani bertanggungjawab, dan berani melawan.


Adiva paling nggak suka dilihatin sama orang seperti itu. Rasanya ingin ia labrak perempuan yang mirip mama mertua jahatnya, yang barusan mengintipnya dari balik tanaman-tanaman hias.


"Heh siapa kamu! Ngapain kamu lihat-lihat saya hah ada masalah apa emang!" bentak Adiva memanggil perempuan yang mirip mama mertuanya itu.


Tapi perempuan itu tak mau menunjukkan dirinya, malahan tiba-tiba perempuan itu melemparkan batu kearah mata Adiva sampai Adiva berteriak kesakitan! Salah satu mata Adiva terkena lemparan batu itu, lalu perempuan yang sedang bersembunyi dibalik tanaman-tanaman hias terlihat berlari menjauh.


Adiva tidak lagi bisa melihat dengan jelas karena terfokus kepada salah satu matanya yang cenat-cenut akibat terkena lemparan batu kecil.


"Wanita sialan sini kamu! Ayo berantem sama aku!" teriak Adiva sembari menunjuk-nunjuk perempuan misterius itu.

__ADS_1


"Sialan! Aku yakin pasti itu adalah wanita bejat pembunuh kakak aku! Emang dasar dia adalah orang jahat yang gak mau berubah. Udah dibaikin, dikasih kesempatan, dijenguk setiap saat ke penjara masih aja jahat kepadaku! Akan kuburu kamu sampai dapat, wahai mertua iblis!" tandas Adiva seraya mengelus mata kirinya yang semakin terasa linu.


Adiva kembali masuk kedalam mobil kemudian duduk sembari melihat kondisi matanya dari kaca spion. Jadi agak merah dan lebam karena lemparan tadi. Alzam membuka pintu mobil lalu masuk kedalam dan duduk. Melihat salah satu mata istrinya lebam, Alzam jadi kaget.


"Apa yang terjadi kepada mata kirimu sayang?"


"Mama kamu yang jahat,"


"Maksud kamu?"


"Tadi dia ada di sekitar sini, terus lihatin aku dia mas dari sana." jawab Adiva seraya menunjuk kearah tadi tempat mama Linda sedang mengintip.


"Aku kesel kan terus samperin, eh dia malah lempar batu ke mata aku! Emang dasar ringan tangan!"


"Tapi mata aku sakit nih mas?"


"Sini aku tiup pakai tiupan cinta pasti langsung sembuh," jawab Alzam menggombal sembari mendekatkan wajahnya ke wajah Adiva. Adiva langsung menampol pelan wajah Alzam karena Alzam malah menggombal disaat seperti ini.


"Apaan sih mas, yaudah ayo kita cari mama kamu. Buruan!"


Lalu Alzam pun melajukan mobil, akan mengitari jalanan dekat sini mencari mama Linda sampai dapat. Mereka mengelilingi jalan tapi tidak kunjung melihat orang yang mereka buru. Tentu saja tidak mungkin hanya dengan mencari mama Linda naik mobil saja, menelusuri area gang atau perumahan komplek juga perlu dilakukan sebenarnya.


Sembari mencari keberadaan mama Linda mobil yang dikendarai Alzam tak berselang lama berpas-pasan dengan mobil polisi. Suasana siang ini begitu riuh suara sirine polisi di jalanan dimana mereka sedang mencari buronan yang bernama Linda.

__ADS_1


Dimana mama Linda? Mama Linda ternyata sedang bersembunyi dibalik semak-semak yang rimbun ditepi jalan dekat kebun kosong. Mama Linda bersembunyi dibalik situ, harap-harap cemas apa akan ketangkap atau tidak. Mama Linda mengintai polisi dan Alzam dari balik semak.


Polisi dan Alzam terus bergerak melakukan pencarian mama Linda. Alzam yakin mamanya ada didekat sini. Alzam meyakinkan para polisi kalau tadi, istrinya melihat seorang wanita yang mirip ibunya sedang berada di sekitaran sini bahkan tadi wanita itu melemparkan batu ke mata Adiva. Tidak ragu lagi mama Linda kan sangat membenci Adiva, pasti itu adalah mama Linda.


Mama Linda masih terdiam disitu, tak mungkin berani keluar! Tidak, tidak akan membiarkan dirinya sendiri tertangkap lalu dipenjara lagi, mungkin juga karena berani kabur masa hukumannya akan bertambah lama. Mama Linda berusaha untuk tetap bertahan disitu. Berusaha untuk tidak mengeluarkan sepatah katapun dibalik semak-semak rimbun dekat kumpulan para polisi dan Alzam.


Tapi tiba-tiba ada seekor ulat yang mengejutkan mama Linda. Ulat itu merayap dengan menggelikan di tangan mama Linda. Ulat itu adalah ulat bulu yang berisiko bikin gatal-gatal jika menyentuh permukaan kulit manusia.


Mama Linda begitu panik dan geli saat melihat ulat bulu itu merayap manja diatas tangannya. Mama Linda langsung menyentil ulat bulu besar itu dari tangannya.


"Dasar ulat bulu sialan!" maki mama Linda di dalam hatinya.


Polisi menyusuri area gang kumuh didekat mereka, sedangkan Alzam akan bergerak kearah kebun bersama beberapa polisi lain. Mama Linda semakin panik tatkala melihat anaknya dan beberapa polisi sedang melangkah semakin mendekat ke tempat persembunyiannya.


"Tidak! Mereka semakin dekat! Aku harus apa ini?" bingung mama Linda di dalam hatinya.


Disisi lain Adiva masih duduk sendirian di dalam mobil sembari mengompres matanya yang terasa sakit menggunakan tisu dan air mineral dingin.


"Aduh tambah bengkak aja ini mata," ucap Adiva sembari berkaca.


Dibalik semak, mama Linda melihat ada sebuah batu berukuran sedang didekat kakinya. Mama Linda punya ide buat mengalihkan perhatian Alzam dan polisi dengan melempar batu itu kearah lain. Lalu mama Linda mengambil batu itu dan melemparkannya kearah tong sampah besar di tepi jalan.


Bersambung...

__ADS_1


__ADS_2