MAMA MERTUA JAHAT

MAMA MERTUA JAHAT
Hamil Diluar Nikah?


__ADS_3

Daffa mengejar Amel hingga ke toilet, memperhatikan istrinya yang tiba-tiba muntah. Menenangkan istrinya setelah selesai muntah lalu mengambilkan air minum hangat untuk menenangkan saluran pencernaan istrinya. Sebagai seorang suami yang baik dirinya harus perhatian saat istrinya sedang sakit.


"Diminum dulu sayang? Kamu pasti masuk angin deh..." kata Daffa sembari meminumkan air putih itu untuk Amel.


"Makasih mas. Iya deh. Aku harus istirahat lagi kalau gitu. Akhir-akhir ini aku sering telat makan sih. Aku kan ada asam lambung juga mas."


"Yaudah, kalau gitu kamu rebahan dulu ya di kamar. Habis ini mas harus berangkat kuliah. Nanti kalau ada apa-apa kamu panggil saja ART. Ntar mas juga suruh bi Turi buat antarin sarapan kedalam kamar kamu."


"Iya mas."


Daffa membawa istrinya kedalam kamar kemudian Amel rebahan diatas kasur karena merasa lemas. Daffa duduk sejenak di samping Amel, mengelus pelan rambut Amel. Entah kenapa kali ini Amel merasa tersentuh dengan perhatian dari Daffa. Usai itu, Daffa pergi ke meja makan untuk melakukan sarapan sebelum berangkat kuliah. Sarapan sebelum beraktifitas adalah hal yang sangat diperlukan.


"Dimana istri kamu Daff? Sudah beberapa hari dia selalu absen sarapan bersama kita?" tanya mama Linda seraya menciduk nasi goreng didalam wadah.


"Dia sakit ma. Barusan dia muntah. Katanya asam lambungnya naik ma karena akhir-akhir ini dia telat makan." jawab Daffa seraya mengunyah nasi.


"Istri kamu penyakitan ya Daf?" sahut Alzam tiba-tiba.


"Iya mas. Dia lemah dan ringkih fisiknya. Dia harus selalu kita support ya jangan sampai memarahi dia." bela Alzam.


"Aduh, mimpi apa mama kalau sampai punya menantu yang penyakitan. Udah yang satu jorok, yang satu penyakitan pula, hmmm apes banget dah." sindir mama Linda pagi-pagi didepan Adiva.


"Tiada hari tanpa menyindir orang! Menyindir orang udah jadi hobi atau mungkin rutinitas menyebalksn yang harus selalu dilakukan oleh mama mertuaku ini dalam hari-harinya, huuh." batin Adiva sebal.


Usai sarapan dan semua orang sudah kembali ke rutinitas mereka masing-masing, mama Linda diam-diam masuk kedalam kamar Amel. Mengecek Amel yang sedang tertidur.


"Punya menantu tapi hobinya tidur melulu!" lantang mama Linda sampai Amel mendengar dalam mimpinya lalu terbangun dari tidurnya.

__ADS_1


"Eh mama. Mama ngapain kesini? Iya ma, Amel tertidur pagi-pagi gini karena Amel sedang kurang enak badan ma. Barusan Amel muntah, mama marah ya?"


Mama Linda duduk di samping Amel, wajahnya masih terlihat marah. Sebenarnya kekesalan utama mama Linda terhadap Amel adalah karena semua pot kembangnya kemarin hancur dirusak oleh preman-preman suruhannya Alex. Padahal bunga-bunga itu adalah bunga khas benua Eropa yang sangat ia sayang. Mahal pula harganya.


"Mandi kamu. Habis itu sarapan dan berolahraga. Gimana asam lambung kamu mau pulih kalau kamunya belum makan alias telat makan terus." titah mama Linda masih ada rasa peduli. Itu semua terjadi karena Amel masih ada darah birunya.


"Iya maaa..." jawab Amel dengan nada manja.


"Mama boleh kan minta sesuatu sama kamu?"


"Sesuatu apa itu mam?"


"Kamu kan anak orang kaya, mintalah sama orang tua kamu buat ganti kerugian atas pot kembang Eropa saya yang dirusak oleh orang-orang suruhan mantan pacar kamu yang biadab itu Mel."


"Duh, iya mam. Sekali lagi maafin mantan pacar aku ya mam? Nanti siang aku akan datang ke rumahnya. Aku akan memperingati dia."


Tak lama berselang bi Turi datang ke kamar Amel membawa menu sarapan pagi ini untuk menantu yang manja itu.


"Ini nyonya Amel sarapan ya. Biar cepat sembuh." ucap bi Turi seraya menaruh piring dan gelas diatas meja kecil.


"Ga perlu kamu suruh juga nanti saya makan kok!" ketus Amel. Sikap menyebalkan kembali ia tunjukkan.


"Yaelah, punya majikan modelan begini, mentang-mentang keturunan orang ningrat. Awas aja ya nanti sekali-sekali akan saya kerjain kam! Masih jauh lebih mending kemana-mana nyonya Adiva. Ya meski dia rada jorok sih. Tapi dia jarang merepotkan pembantunya, hohoho. "batin bi Turi kesal sembari melangkah keluar dari dalam kamar Amel.


"Dimakan sampai habis ya sayang? Kamu adalah menantu mama yang cantik dan sehat. Kamu ga boleh penyakitan. Udah seharusnya kita jadi manusia jangan mengundang penyakit datang. Mengerti sayang? Makan yang teratur ya." lembut mama mertua.


"Mengerti mama mertua cantik kesayangan Amel, uuh. Yaudah, Amel mau makan dulu ya, meski rasanya Amel mual kalau melihat makanan mam."

__ADS_1


"Apa kita mengundang dokter saja nak untuk kamu nak? Sebaiknya penyakit asam lambung kamu itu harus diobati dengan benar. Yaitu dengan minum obat-obatan dari dokter?"


"Nggak deh mam. Aku minum antasida cair aja udah enakan."


"Yaudah terserah kamu saja lah. Mama mau pergi ke taman dulu ya, mau merawat kuku-kuku mama?"


"Iya mama."


Mama Linda pergi ke taman dengan hati yang ceria karena hubungannya dengan Amel kembali membaik. Amel juga merasa moodboosternya kembali naik karena mertua andalannya itu sudah tak jutek lagi, girang banget dalam hatinya.


Siang hari, sesuai janjinya kepada mama mertuanya, Amel memberanikan diri untuk pergi ke rumah mantan pacarnya. Sebuah rumah yang bernuansa warna hitam ia datangi. Amel memencet bel didepan pagar lalu sang satpam yang bertampang seram mempersilahkan Amel untuk masuk kedalam. Si satpam sudah kenal betul siapa Amel dan sang pemilik rumah sudah jelas akan mengizinkan kalau Amel yang datang. Karena pemilik rumah sangat bucin kepada Amel. Alex adalah seorang mafia yang cukup ditakuti orang-orang yang mengenalnya . Amel sangat menyesal sekali udah pernah berhubungan dengan Alex.


Amel disuruh untuk menunggu sejenak diruang tamu dan kemudian, tak lama berselang, kuping Amel mendengar ada suara langkah sepatu cepat yang sedang menuruni area tangga.


Amel memperhatikan kearah tangga, menunggu orang yang sedang berjalan menuruni tangga itu nampak. Seorang laki-laki berpenampilan serba hitam dan wajah yang tampan namun sangar mulai ternetra oleh Amel.


"Wah, wah, wah, ada angin apa perempuan yang saya cinta datang ke rumah saya nih. Hahahaha, kamu kangen sama saya honey?" tanya Alex seraya mengelus lembut pipi Amel. Amel jelas marah dan menyingkirkan tangan Alex yang menyentuh pipinya itu.


"Jaga tangan kamu ya! Saya udah punya suami dan saya datang kesini bukan karena saya rindu sama kamu, bajingan!" marah Amel.


Alex duduk disofa yang berhadapan dengan sofa tempat Amel duduk. Alex duduk dengan santai sembari mengangkat salah satu kakinya, yaitu kaki kanan ia letakkan diatas paha kirinya.


"Terus mau apa anda kesini, honey?"


"Jijik! Jangan panggil saya honey terus dong laki-laki bajingan!"


"Hahaha, mau minta mempertanggungjawabkan atas perbuatan saya kepada kamu dulu? Karena kamu sekarang, pasti hamil kan?"

__ADS_1


Bersambung...


__ADS_2