MAMA MERTUA JAHAT

MAMA MERTUA JAHAT
Rasa Cemburu Adivaa


__ADS_3

Menyentuh perempuan yang sudah bersuami jelas sang suami dari istri itu akan menjadi marah besar. Rasa cemburu itu ada. Rasa cemburu itu menandakan ketulusan cinta yang sebenar-benarnya.


Berbahagialah kalian para istri atau perempuan yang punya pasangan pencemburu selama rasa cemburuan itu masih dalam tahap wajar. Tapi kalau terlalu berlebihan dalam mencemburui pasangan, hasilnya juga tidak akan baik.


Cemburulah sebagaimana mestinya kau cemburu. Dia adalah milikmu.


"Sekali lagi saya minta maaf ya? Melihat Adiva saya hanya ingat kepada anak perempuan remaja saya yang sudah meninggal, kalau melihat istri kamu. Istri kamu masih sangat muda, Alzam." tutur pak Nick kemudian menangis.


Entahlah pak Nick beneran menangis karena sedih atau memang sedang pura-pura nangis, karena dari ekspresinya, Alzam menangkap sinyal tangisan yang kurang tulus.


Padahal sebenarnya Nick dan Jenna sama sekali belum punya anak perempuan. Mereka hanya ada dua anak laki-laki yang masih kecil-kecil dan mereka bersekolah di luar negeri. Jenna tidak bisa melawan atau berbicara jujur meski ia tahu suaminya telah membohongi Alzam dan Adiva. Jenna hanya bisa menunduk lesu.


"Mari silahkan duduk? Maafkan kecerobohan suami saya ya? Dia memang begitu orangnya. Tapi saya sangat menyayangi dia, dan dia tidak mungkin ada niatan untuk melakukan perbuatan yang tidak menyenangkan kepada wanita lain." tukas Jenna lalu tersenyum palsu.


Alzam dan Adiva pun kembali duduk. Dari gerak-geriknya, Alzam tahu kalau Jenna itu sepertinya sedang berbohong. Rumah tangga yang mereka jalani sepertinya sedang tidak baik-baik saja menurut pemikiran Alzam.


Adiva menyeruput secangkir kopi karamel yang dibuatkan spesial dari Jenna, kopi karamel itu masih hangat dan berhasil memanjakan dahaganya. Rasanya benar-benar manis dan membahagiakan mulut, tenggorokan, dan tentu saja perutnya.


"Makasih ya kak Jenna, kopi buatan kakak sungguh nikmat." puji Adiva sembari menaruh cangkir yang baru ia pegang itu keatas meja.


"Sama-sama adik cantik, oh iya, kalian tinggal disini sudah lama kah? Sejak kapan?" tanya Jenna kepo.


"Kami tinggal disini belum lama kok, masih baru-baru ini. Semoga kita semua bisa menjadi tetangga yang baik ya? Bisa saling membantu saat ada diantara kita yang sedang butuh bantuan?" harap Adiva.


"Saya harap juga begitu." sahut Jenna.

__ADS_1


Setelah itu Alzam dan Adiva pun berpamitan kepada mereka. Kesan pertama mendapat tetangga baru adalah kurang menyenangkan bagi Adiva, setelah tadi wajahnya disentuh secara sembarangan oleh pak Nick. Rasanya tadi Adiva ingin menonjok pak tua itu tapi dia harus menjaga kesopanan dan juga amarah. Kecuali kalau sikap menyebalkan pak Nick sudah kelewat batas.


***


Siangnya, kupu-kupu beterbangan dengan ceria mengelilinginya. Adiva duduk manyun sendirian di taman belakang rumah sembari bersedekap dada. Disisi lain Adiva juga masih mengingat waktu suaminya senyum-senyum kepada Jenna. Itu membuat hatinya merasa membara, terbakar api cemburu yang membuatnya risau.


"Sayang, kok kamu cemberut gini sih? Ingat loh, kamu itu sedang hamil anak kita. Kamu lihat sekarang aku lebih sering meluangkan waktu buat menemani kamu dirumah. Jadi harusnya kamu harus selalu ceria dong? Ga boleh cemberut mulu nanti kamu bisa stress. Kamu lagi mikirin apa sih?" tanya Alzam seraya duduk disamping istrinya, lalu tangannya bergerak buat memegang lembut bahu Adiva.


Adiva masih diam saja, rasanya malas membalas pertanyaan suaminya.


"Muach," Alzam mengecup manja pipi sang istri. Diharapkan dengan melakukan itu, istrinya jadi luluh kembali.


"Apaan sih mas, aku lagi mikir waktu kamu tadi..."


Adiva ingin menceritakan soal kecemburuannya, tapi dirinya sendiri merasa gengsi dan manja.


"Iya, Jenna memang baik banget, cantik pula. Rambutnya panjang dan sepertinya dia juga jago dalam hal merawat dirinya."


"What! Apa-apaan ini! Kenapa suamiku malah memuji kecantikan wanita lain. Kenapa dia tidak bisa menghargai perasaan istrinya sendiri? Iih, kesal deh!" gumam Adiva dalam hatinya.


Sontak saja karena sang suami memuji perempuan lain membuat wajah Adiva menjadi naik level cemberutnya.


"Dahlah, aku mau bobo siang aja dikamar." ketus Adiva lalu berdiri.


"Loh mau bobo siang kok nggak ngajak suaminya sih? Kan enak kalau bobo bareng, mas?" ucap Alzam seraya menarik pelan telapak tangan Adiva. Alzam mengedipkan salah satu mata genit kepada istrinya.

__ADS_1


Adiva malah menepis pelan tangan suaminya itu lalu berjalan cepat menuju ke kamarnya. Alzam terkekeh melihat tingkah istrinya, ia baru sadar kalau ternyata istrinya sedang cemburu berat.


Didalam kamarnya, Adiva sedang rebahan sembari berusaha memejamkan mata saat siang bolong begini, tapi entah kenapa ia sulit sekali tertidur. Malah terbayang terus sikap suaminya tadi kepada Jenna.


"Tidaaak!" teriak Adiva yang mengagetkan suaminya, kebetulan sedang melangkah ke dekat pintu kamarnya.


"Ada apa sayang kamu teriak?" tanya Alzam panik lalu bergegas masuk kedalam kamar.


Adiva tampak malu dan terkejut saat tahu ternyata ada suami yang sedang berada di dekat pintu.


"Hmm, nggak apa-apa mas, aku cuma barusan mimpi buruk aja. Aku barusan mimpi kamu selingkuh sama perempuan lain mas!" jawab Adiva mengarang cerita.


"Apa? Masa kamu mimpi begitu? Sayang, itu mimpi atau sindiran dari kamu untukku? Ayo mengakulah, pasti kamu sedang cemburu kan sama seseorang? Siapa dia, katakan sama mas?" tanya si suami perhatian itu seraya duduk didekat istrinya yang sedang jealous abis itu.


"Nggak ada, apaan ih orang aku cuma mimpi! Mendingan kamu pesanin aku pepes tawon deh mas, itu makanan kesukaan aku. Aku laper nih,"


"Laper apa baper hayoo? Cari pepes tawon dimana sayang? Itu makanan apa sih? Tawon emang bisa dimakan?"


"Kudet banget sih kamu mas, ini tuh sepertinya aku lagi ngidam. Kata orang kalau aku lagi ngidam tapi nggak diturutin, bisa ileran anak kita nanti mas! Buruan mas cariin aku pepes tawon pedas manis, sama ayam geprek deh."


"Itu kan cuma mitos sayang, sebagai umat beragama kita nggak boleh percaya mitos-mitos yang seperti itu. Anak kita akan lahir seperti kedua orangtuanya yang cakep dan baik. Eh, tapi semoga aja sifat jorokmu tidak menurun ke anak kita nanti ya, hehehe."


"Iya semoga saja. Yaudah mas cariin aku pepes tawon, aku ingin sekali makan itu! Aku maunya yang di warung makan mak Wanti, jauh dari sini tapi dekat jalan Melati mas,"


"Iya sayang, saya akan carikan pepes tawon itu untuk istri tercinta saya yang lagi jealous dan ngambek ini. Kamu tinggal duduk manis disini, tungguin kedatangan saya dengan membawa makanan yang sedang ingin kamu makan itu. I love you istriku," ucap Alzam lembut sembari mengecup pipi istrinya, lagi.

__ADS_1


Alzam bergegas keluar mencari makanan pesanan Adiva sampai dapat. Sebenarnya Adiva sedang tidak ingin makan apa-apa, cuma itu ia lakukan supaya suaminya ga tanya-tanya terus soal kecemburuannya. Entah mengapa Adiva merasa masih gengsi buat ngakuin itu.


Bersambung...


__ADS_2