
"Najis ya! Mana ada aku hamil diluar nikah. Kita dulu emang pernah melakukan hubungan badan, tapi belum tentu juga aku akan hamil!"
Tapi rasa kekhawatiran itu juga ada dalam diri Amel. Siapa wanita yang tidak khawatir dan menyesal karena sudah melakukan hubungan yang terlarang itu? Sebelum menikah, gimana kalau ada janin yang akan berkembang dalam rahimnya. Masa depannya akan hancur. Semua orang akan jijik kepadanya.
"Honey, tapi kita melakukannya selama beberapa kali, dan itu terjadi beberapa bulan yang lalu loh. Tidak menutup kemungkinan kalau sebentar lagi, entah bulan depan atau bulan berikutnya, kamu akan hamil anak saya honey. Hahahahaha."
"Aku sungguh menyesal sudah pernah berhubungan badan sama kamu laki-laki bajingan! Rayuan kamu waktu itu manis banget, tapi aku sumpah menyesal! Seandainya saja waktu itu bisa diulang, aku nggak akan mau menerima cinta dari laki-laki bajingan kaya kamu! Dasar laki-laki sialan! Laknat lo!"
"Widih, my honey mulai marah nih. Mau saya tenangin nih pakai ramuan kasih sayang?"
Alex berdiri lalu memaksa duduk disamping Amel, tangannya menggengam erat lengan Amel, tidak akan membiarkan istri orang itu duduk menjauhinya.
"Lepasin aku! Pria bajingan seperti kamu memang tidak punya etika! Berani sekali kamu menyentuh istri orang!"
Suasana rumah Alex sangat sepi, jadi tidak ada saksi mata yang melihat keagresifan Alex kepadanya. Alex sendiri adalah seorang pemuja wanita cantik, apalagi Amel punya kecantikan yang diatas rata-rata wanita. Jelas Alex tak akan melepaskan Amel begitu saja dari hidup indahnya.
"Beruntung banget bisa kenal wanita secantik kamu Amel. Aku sulit untuk melupakan kamu, setelah kamu mutusin aku secara sepihak dulu! Kamu lebih memilih anak kuliahan yang nggak berguna itu daripada menikah sama aku Mel? Padahal kalau kamu menikah sama aku, kamu akan aku manjakan seperti seorang RATU, hahahahaha."
"Nggak sudi aku menikah sama calon penghuni sel tahanan seperti kamu. Sebentar lagi kamu pasti akan ditangkap sama polisi, karena bisnis-bisnis gelap kamu itu gak lama lagi digrebek. Dasar mafia edan! Heh bajingan! Aku bukan perempuan bodoh. Meski kamu kaya raya, tapi aku juga mikir-mikir kebahagiaan aku. Nanti kalau aku menikah sama kamu, aku bakalan kena imbasnya, cuih najis!" nyalang Amel berbicara, lalu meludah ke wajah tampan nan sangar Alex.
"PLAAAK"
Alex menampar wajah Amel. Alex tidak peduli mau ia seorang wanita sekalipun, tapi barusan Amel berani melakukan meludah wajahnya dan itu perbuatan menjijikan, dan Alex langsung membalasnya. Kemudian dengan tega Alex menjambak kasar rambut Amel, menjedotkan kepala Amel ke sandaran sofa, untung saja sandaran itu cukup empuk sehingga tidak ada rasa sakit yang terlalu Amel rasakan. Namun sakit hati jelas ia rasakan. Amel menangis karena diperlakukan seperti ini oleh mantan kekasihnya.
__ADS_1
"Apakah kamu mau saya merusak wajahmu sekarang juga dengan miras? Biar aset yang kamu bangga-banggakan itu ilang! Berani sekali kamu meludahi wajah seorang Alex Pratama! Brengsek!" kasar Alex kembali menjedotin kepala Amel.
Amel mendorong Alex lalu bergegas pergi dari rumah Alex. Tidak mungkin dia akan terus disini, menyerahkan dirinya disakiti oleh laki-laki bajingan itu.
"Wanita cantik pujaan hati saya! Sampai kapanpun saya tidak akan melepaskan kamu!" lantang Alex seraya menunjuk kearah Amel sedang melangkah pergi.
Amel berlari lalu menangis didalam mobilnya, diperlakukan kasar jelas tidak menyenangkan baginya. Amel mengambil tissue lalu mengusap air matanya yang terus menetes pilu.
"Dasar beban! Satu masalah datang dari masa lalu aku. Dan dia akan menjadi penghambat buat aku bersatu dengan mas Alzam. Halah tai! Dasar laki-laki tai lo Lex!" maki Amel lalu mengemudikan mobilnya pergi.
Kampus selalu ramai pada siang hari. Anak-anak kampus selalu hadir setiap hari guna menimba ilmu yang sangat berguna bagi masa depan mereka. Semua canda tawa, persahabatan, romantisme, dan lain-lain berpadu menjadi satu dalam kampus yang luas dan megah ini.
Si tomboy Adiva sedang memanjat pohon mangga, ia memetik mangga untuk banyak orang dan mereka sudah diizinkan oleh pihak kampus menikmati mangga-mangga itu.
"Ayo petik mangga yang banyak Adiva! Biar semua orang kebagian, hahahaha." titah Shireen tertawa seraya bertepuk tangan dari bawah.
"Asiaap bos." jawab Shireen senang.
"Tapi kasihan juga ya dia, wajahnya bonyok. Hobi banget dia tuh cari masalah." sedih Kayla.
"Ah udah biasa itu mah. Dia kan ga tenang kalau ga nyari masalah. Sukanya bonyokin orang dan juga suka di bonyokin orang lain. Hahahaha." canda Shireen.
"Ah bisa aja lu Ren. Adiva semangat sayang!" teriak Kayla dari bawah sembari menangkap mangga-mangga yang dijatuhkan.
__ADS_1
Usai memetik puluhan mangga, banyak anak-anak kampus yang memakan rujak mangga buatan neng Shireen dengan gratisan. Mereka semua senang karena makanan gratis yang mereka dapatkan hari ini. Pemilik kampus sungguh baik hati.
"Gila, enak banget sih sambal matah bikinan lo Ren. Cocok banget dicocolin sama mangga ini. Asem manis gurih-gurih gimana gitu!" bahagia seorang mahasiswi lain yang mencicipi rujak itu.
"Ah jelas lah, secara gue kan ratu sambal. Gue paling jago bikin sambel, hehehehe." sahut Shireen senang.
Tiba-tiba kesenangan mereka menjadi ketegangan saat datang perempuan yang akan didepak dari kampus, tukang bully kelas kakap yaitu Lisa. Lisa datang dengan membawa sebuah pisau tajam. Semua anak-anak jadi gemetar bahkan ada yang ngumpet dibalik ketiak temannya.
"Lisa, ngapain lo kesini? Lo ngapain tuh bawa pisau? Mau bantuin kita mengupas mangga juga?" tanya Kayla polos.
Sementara Adiva sudah punya feeling yang ga enak. Apalagi wajah Lisa terus menatapnya dingin. Adiva berdiri lalu berjalan mendekati Lisa, namun jarak diantara mereka masih cukup jauh.
"Mau apa lo? Ngapain lo lihat dingin kearah gue? Lo mau bunuh gue?" tanya Adiva.
"Ga perlu gue jelasin lo udah tahu ya! Lo itu emang pantas mati tahu nggak! Lo udah ngerusak kebahagiaan hidup gue wahai setan betina!"
Semua anak-anak shock saat tahu Lisa membawa pisau karena itu akan digunakan buat habisin Adiva.
"Yang setan itu lo Lis! Bukan gue yang merusak hidup lo, tapi lo sendiri njir! Masih aja ya lo nyalahin gue!"
"Lo itu emang pantas harus segera jadi mayat! Dunia ini akan indah kalau lo nggak ada lagi Adiva!"
"Ingat Lisa! Lo bisa masuk penjara kalau lo berani lakuin itu. Lo ga kasihan sama ayah lo? Nanti dia kena imbasnya kalau anaknya berani melakukan pembunihan. Lo juga bakalan dipenjara dengan waktu yang sangat lama! Apa lo ga takut? Penjara itu ga enak!"
__ADS_1
"Adiva udah ya! Bilang aja lo takut sama gue karena gue mau tusuk-tusuk tuh tubuh kerempeng lo! Siap-siap aja ya!" ancam Lisa yang mulai berjalan menghampiri Adiva.
Bersambung...