MAMA MERTUA JAHAT

MAMA MERTUA JAHAT
Perubahan Penampilan Adiva


__ADS_3

Daffa sampai di rumah sakit bebarengan dengan Alex dan juga Alzam. Disela kesibukannya bekerja, Alzam menyempatkan waktunya sejenak buat ikut menemani mereka melakukan tes DNA.


"Halo baby D, ceria sekali kamu hari ini?" sapa Alzam kepada keponakannya yang sangat menggemaskan.


"Ya jelas ceria dong, kan mau ketemu sama bapaknya, hehehe." sahut Alex dari belakang, membuat Daffa merasa emosi.


Setelah beberapa saat menjalani serangkaian proses tes, mereka bertiga disuruh menunggu hasil tes yang akan keluar dalam waktu tiga hari lagi oleh sang dokter.


"Wah masih tiga hari lagi? Cukup lama juga ya waktunya, saya malas kalau harus disuruh menunggu hasil tes selama itu. Dan takut ada yang menukarnya juga dengan hasil tes DNA yang palsu." khawatir Alex dan omongannya didengar oleh Alzam dan Daffa yang sama-sama sedang duduk disampingnya.


"Lu pikir ini apa? Lu pikir ini rumah sakit abal-abal apa yang mudah disogok sama seseorang yang ingin memanipulasi hasil tesnya? Big no! Ini adalah salah satu rumah sakit terbaik dan terpercaya di Jakarta." sahut Daffa sewot.


"Nggak usah sewot juga lu bray. Itu anak gua! Udah jelas gua ngadon sama istri lu waktu itu. Yang pasti setelah hasil tes DNA keluar nanti kalian nggak usah syok atau apa, karena udah pasti baby D adalah anak gua, hahahaha. Siniin bayinya! Gua ingin gendong anak gua sendiri!" paksa Alex kepada Daffa yang sedang mengemban baby D.


"Apaan sih lu! Lu nggak boleh gendong anak gua ya! Kalau lu ingin punya bayi, sana aja lu nikah! Ngapain lu maksa mau gendong bayi gua!"


Alzam merasa malas mendengar keributan diantara Alex dan juga Daffa. Alzam berlalu begitu saja meninggalkan mereka berdua.


"Tuhkan kakak gua udah pergi, gua juga mau balik ke rumah. Gua yakin, hasil dari tes DNA nanti pasti baby D adalah anak kandung gua!"


"Hahahaha, sekarang lu mungkin masih bisa yakin, tapi nanti kalau hasil tesnya keluar, jangan nangis darah ya."


"Pede amat lu! Lu itu cuma laki-laki gaje yang ngaku-ngaku sebagai bapak kandung dari anak gua. Hahaha, bilang aja lu belum move on dari istri gua kan? Lu masih cinta sama dia sehingga ini cara busuk lo buat dapatin dia lagi kan? Ngaku lu bajingan!"


"Kalau bukan lu nggak lagi gendong anak gua, gua pasti akan bikin lu sekarat lagi sekarang! Lebih baik gua balik aja ke kantor gua,"

__ADS_1


"Brengsek! Apa maksud lu bilang gua  cowok sampah hah! Alex!" panggil Daffa dari belakang. Tatapan mata Daffa begitu nyalang melihatnya. Daffa tidak terima!


Daffa setelah itu kembali lagi kerumah bersama dengan baby D. Tadi Daffa juga mengajak bayinya ke toko mainan sejenak, Daffa membelikan banyak mainan baru untuk anak seusia baby D. Amel turun dari tangga rumah yang aesthetic, berjalan menghampiri mereka berdua sembari menenteng sebuah tas mahal.


"Loh sayang, kamu beli mainan baru banyak sekali? Buang duit aja sih, lagian nanti kalau baby D udah gede juga nggak kepake lagi itu mainan."


"Aku kan bukan kamu yang bisanya cuma manjain kukumu aja! Aku juga harus manjain anak aku, itu lebih penting!"


"Iya-iya, suka-suka aku lah. Buat apa aku manjain bayi ini, toh udah ada ayahnya yang manjain dia. Yaudah, berhubung kamu udah balik aku mau shopping dulu ya sayang? Papay."


"Hah, shopping? Giliran shopping aja mau keluar rumah ya! Tapi giliran disuruh bawa baby D jalan-jalan keluar malesnya minta ampun!" pekik Daffa kesal. Amel mendengar sindiran keras dari suaminya itu, tapi Amel tetap masa bodo!


***


Alzam ingin sekali Adiva merubah penampilannya. Tapi Adiva tetap saja pada pendiriannya yang suka penampilan yang tomboy dan apa adanya. Tidak mencerminkan seorang nyonya muda yang kaya raya sama sekali.


"Gimana ya caranya merubah Adiva jadi cantik dan anggun?" tanya Alzam bingung.


Tanpa Alzam tahu ternyata diam-diam nama wanita yang ia sebut itu sedang berdiri nguping di belakangnya.


"Jadi itu yang lagi kamu pikiran mas? Oke, tunggu saja besok. Pulang dari kantor aku akan memberikan suatu kejutan yang manis untuk kamu sayang." Adiva membatin lalu berjalan kembali kedalam rumah.


Keesokan harinya saat Alzam baru saja pulang dari kantor, Alzam sedang duduk karena capek, diatas sofa seraya memejamkan kedua matanya. Sang istri datang dengan membawa sebuah teh hangat untuknya, menaruhnya diatas meja.


"Mas udah pulang ya? Ini aku udah buatin kamu teh manis hangat mas, diminum dong biar kamu kembali bertenaga."

__ADS_1


"Bentar dulu lah sayang!"


"Keburu dingin loh mas."


"Rasanya malas membuka mata melihat penampilan istriku yang masih saja absurd kalau dirumah." batin Alzam tak bersemangat.


Namun demi istrinya yang ia sayang itu Alzam langsung membuka matanya meski rasanya berat dan rasa berat itu berubah menjadi keceriaan tatkala melihat penampilan Adiva yang sekarang super wow bak model catwalk. Alzam langsung melotot kaget.


"Hah!"


"Kembaran Adiva darimana ini? Benarkah ini kamu Adiva sayang?" tanya Alzam dengan tampang tak percaya.


"Aku bidadari yang habis kecebur dari got mas. Ini aku, Adiva versi anggun. Yang seperti biasa kan versi lite mas, hehehe."


"Teruslah berpenampilan seperti ini ya sayang? Memanjakan netra suami itu wajib! Hum makasih sayangku." ucap Alzam ceria lalu memeluk hangat sang istri.


"Iya mas."


Kebahagiaan seperti ini Alzam dapatkan di sore hari selepas penat bekerja. Apa yang ia inginkan dari penampilan istrinya sudah ia dapatkan. Adiva juga sadar kalau suaminya itu suka melihatnya seperti ini. Dia tidak mungkin terus menerus mempertahankan penampilannya yang semrawut. Tidak mungkin jadi diri sendiri melulu yang belum tentu orang lain menyukai penampilannya. Satu kekurangan yang ada dalam diri Adiva sudah Adiva buang. Sekarang adalah saatnya Adiva membuang kekurangannya yang satu lagi, yaitu sifat joroknya itu.


Stigma dari orang-orang yang kenal Adiva seperti apa. Sifat yang sulit Adiva buang dari dulu. Adiva juga tidak mau anaknya nanti mencontoh sifat ibunya yang bikin ilfil itu. Suka gupil sembarangan, suka kentut sembarangan, jarang mandi, dan lain sebagainya.


"Aku semakin bersemangat buat merubahnya!" ucap Adiva didalam hatinya sembari tersenyum dalam dekapan hangat Alzam.


Bersambung...

__ADS_1


__ADS_2