MAMA MERTUA JAHAT

MAMA MERTUA JAHAT
Ternyata Salon Ini Milik Menantu Miskin Itu


__ADS_3

"Yeeei dapat bonus bulan depaan!" sahut salah satu dari mereka yang bertambah semangat setelah mendengar bakalan ada bonus yang menanti mereka. Mereka senang dipimipin oleh owner yang baik dan royal seperti Adiva Fakiha.


"Lalu hari ini gimana? Apakah sepi pengunjung yang datang teman-temanku?" tanya Adiva.


"Kenapa bu owner memanggil kami dengan sebutan teman-teman? Apakah itu pantas buat kami para waitres dan waitress, dan ibu adalah bos kami?" tanya balik seorang waitress yang merasa heran.


"Ya pantas aja. Karena kalian adalah pekerja yang baik dan juga gigih, walaupun dengan bayaran yang nggak seberapa kalian bisa sangat profesional. Aku paling salut sama orang yang seperti kalian sih. Tetap profesional dan dengan itu saja kalian udah cukup buat menghargai aku sebagai bos kalian. Dan kalian adalah temanku. Aku menganggap kalian teman-temanku biar kita bisa lebih cair dan akrab aja ya? Ingat, kita adalah teman,"


"Waah, begitu riangnya hati kita punya bos sebaik anda bu owner, Adiva. Alhamdulillah, sedari cafe ini dibuka tadi pagi sudah ada tiga puluh delapan pengunjung yang datang bu. Itu aja meja udah penuh semua dan sepertinya siang ini, kita harus belanja bahan-bahan lagi bu. Takut kehabisan stok makanan dan minuman yang kita jual karena biasanya saat sore dan malam cafe ini rame banget!" jawab waitress yang barusan bertanya balik kepada Adiva.


"Alhamdulillah, terimakasih ya Allah atas rezeki yang Engkau berikan kepadaku. Semoga dengan keberhasilan ini kita semakin menambah rasa syukur kita dan semakin profesional dalam bekerja ya teman-teman? Aku mau masuk dulu kedalam, mau cek laporan pemasukan dan pengeluaran cafe minggu ini. Dan juga sebentar lagi aku ada pertemuan sama seorang pengusaha muda yang akan mengembangkan cafe ini menjadi lebih besar lagi." tukas Adiva lalu masuk kedalam ruangannya dengan senyuman yang sangat berbinar-binar.


Di tempat lain, mama Linda dan Amel asyik memanjakan hati mereka di dalam sebuah mall yang sudah menjadi mall langganan mereka berbelanja pakaian. Mereka sedang memilah baju dan celana mana yang mereka suka untuk dibeli dan menjadi koleksi terbaru mereka.


"Ma aku suka yang ini. Warnanya bagus, motifnya juga bagus, dan modelnya kesukaan aku banget." kata Amel girang sembari menunjuk sebuah mini dress yang ia suka.


"Wah, pilihan kamu bagus sayang. Nggak heran sih pilihan dari seorang model terkenal kaya kamu pasti nggak pernah gagal. Kalau mama pilih yang ini aja ah, mama suka." balas mama Linda seraya menunjukkan sebuah dress anggun berwarna maroon.


"Waah, pilihan mama juga nggak kalah bagus. Yaudah ayo ma kita cari yang lain lagi. Kita borong sepuasnya kan mam?"


"Iya dong Amel sayang, apa sih yang nggak buat kamu dan calon cucu mama, yuhuuu, kan calon cucu mama juga calon CEO besar di masa depan. Mama harus manjain kalian berdua terus."


"Aaah... Mamaaa..." sebut Amel dengan manjanya.


Setelah mereka puas berbelanja pakaian di mall, mereka keluar dari dalam mall dengan diikuti seorang laki-laki yang menenteng banyak tas belanjaan mereka. Laki-laki itu adalah bodyguard mereka berdua. Rencananya habis ini mereka akan perawatan sejenak di salon kecantikan yang lagi hits dekat-dekat sini. Didalam mobil, Amel sedang merencanakan akan pergi menuju salon hits itu.

__ADS_1


"Ma, kita datang yuk ke salon perawatan Aldiv. Itu loh salon kecantikan yang lagi hits di daerah ini. Aku penasaran banget mam, belum pernah kesana. Aku ingin sekali perawatan disana dan sepertinya ini juga keinginan calon cucu kesayangan mama deh."


"Aduh calon cucu mama banyak maunya juga ya, hehehe. Ini kemauan calon cucu mama atau malah kemauan mamanya sendiri sih, hehehe?" ucap mama Linda dengan nada jengkel nan heran, lama-lama sang mama mertua yang terlalu manjain Amel itu merasakan jengkel juga melihat Amel yang semakin minta ini itu.


"Aduh mama nggak boleh jengkel kaya gitu dong. Mama harus ikhlas manjain aku, katanya mama adalah seorang mertua terbaik sedunia? Ayo, buktikan dong mam!" rengek Amel sekaligus menantang mama mertuanya.


"Ah, iya-iya. Yaudah, pak sopir buruan antar kita pergi ke salon apa tadi namanya?"


"Aldiv ma."


"Iya, salon itulah. Mama juga penasaran. Tapi habis ini kamu mau minta apa lagi!?"


"Nggak ada mam. Habis perawatan di salon hits itu, kita langsung pulang aja ke rumah. Aku udah nggak sabar mau cobain baju-baju yang aku pilih tadi, uuuh senangnyaa."


"Yaudah, ayo pak buruan jalan!"


"Ini ya salonnya? Besar juga Mel. Pasti pemiliknya adalah orang yang kaya dan nggak main-main tuh. Dan pastinya pelayanan perawatan di salon ini sangat profesional dan memuaskan kan?"


"Tentu saja mam. Setahu aku pemilik dari salon ini tuh seorang desainer kelas dunia. Kalau gak salah namanya Aina Gunawan mam. Huhu penasaran! Aku baru kali ini datang kesini, kata temen-temenku pelayanannya memuaskan banget mam, aku yakin bakalan merasa makin cantik dan makin glow up setelah habis perawatan disini deh. Aku keknya bakalan terus langganan disini mam. Melihat tempatnya aja udah betah nih,"


"Ih! Kenapa kamu baru kasih tahu sekarang sih? Yaudah sayang, tunggu apalagi? Mama udah nggak sabar buat memanjakan diri didalam salon ini. Keluar dari sini langsung jadi bidadari."


"Hah bidadari? Emang ada bidadari keriput ya mam?"


"Sialan mulut kamu! Mama ga keriput ya!"

__ADS_1


Mama Linda membuang muka karena Amel berkata itu barusan.


"Hahaha, canda mam. Mama nggak keriput, mama adalah wanita kepala lima paling cantik sedunia!"


"Kepala mama cuma satu sayang,"


"Yuk kita perawatan mam, susah ngomong sama orang tuir,"


Lalu sang sopir membukakan pintu mobil untuk mereka berdua. Mereka turun dan bergegas masuk kedalam salon itu. Mama Linda melangkah seraya terus mengamati bangunan salon yang sangat memanjakan netranya. Sungguh mewah.


"Gila, ini keren banget sih. Pengin ketemu sama pemilik dari salon ini deh. Semoga dia ada didalam nanti." batin mama Linda berharap.


Lalu mereka berdua mulai melakukan perawatan manja, luluran, meni pedi, creambath, dan lain sebagainya perawatan kecantikan. Mereka harus tampil seelok mungkin saat selesai perawatan nanti. Malam ini mama Linda juga ada acara pertemuan dengan sahabat-sahabat lamanya dari berbagai tempat. Mama Linda ingin jadi yang paling wow nanti malam. Yang paling menonjol diantara kumpulan-kumpulan wanita dalam pertemuan nanti malam.


Setelah selesai melakukan perawatan, mama Linda dan Amel kemudian pergi membayar ke kasir. Sang pemilik dari salon ini sedang berjalan memasuki ruangan. Alangkah kagetnya Adiva saat melihat ada sang mama mertua dan iparnya yang jahat sedang membayar biaya perawatan mereka kepada kasir.


"Ini ya, semua totalnya ada berapa?" tanya mama Linda kepada si mbak kasir.


"Dua juta aja bu."


"Oke mbak, sebentar ya saya mau pakai kartu kredit platinum aja deh."


Mama Linda menyodorkan kartu kredit platinum miliknya untuk melakukan pembayaran. Dan setelah selesai melakukan pembayaran, mama Linda menanyai soal siapakah pemilik dari salon ini? Sang kasir yang ternyata adalah pegawai baru itu belum tahu peraturan apa yang harus ia patuhi. Kasir baru itu celingukan kesana kemari lalu ia melihat si pemilik salon dan langsung menunjuk Adiva yang sedang berdiri kaget ditengah-tengah ruangan.


"Itu dia orangnya bu." tunjuk kasir baru itu dan pegawai lain yang melihat tampak terkejut saat si kasir baru itu menunjukkan siapa Adiva yang sebenarnya.

__ADS_1


Bersambung...


__ADS_2