MAMA MERTUA JAHAT

MAMA MERTUA JAHAT
Semakin Menegangkan


__ADS_3

Adiva tidak mungkin memilih untuk tetap mengikat mama Linda tapi bayinya berisiko akan celaka. Maka dengan terpaksa Adiva kembali menyuruh seorang bodyguard buat melepas ikatan mama Linda.


Meski Bandi dan Lisa masih terlihat ragu apa Anna akan menepati janjinya menyerahkan kembali baby W kepada Adiva. Bodyguard tersebut mulai melepaskan tali yang mengikat kuat tangan dan kaki Mama Linda.


Setelah ikatan terlepas mama Linda langsung menendang wajah bodyguard tersebut lalu berlari merampas clurit yang dipegang oleh Adiva. Mama Linda langsung melukai Adiva menggunakan clurit itu hingga Adiva jatuh tersungkur diatas lantai.


Darah segar mengalir keluar dari bekas luka yang ada di bagian bahu Adiva. Lisa berteriak histeris sembari memegang kedua kepalanya melihat sahabat terbaiknya diserang oleh mama Linda menggunakan clurit.


"Dasar, wanita kejam kamu ya!" maki Lisa dibelakang mama Linda.


Mama Linda lekas berbalik badan dan akan melukai Lisa juga, namun Bandi bergegas menjadi tameng bagi Lisa dan akhirnya, giliran bahu kiri Bandi yang terluka.


"Bandii!" teriak Lisa histeris.


Bandi terjatuh didepan Lisa. Lisa ikut bersimpuh memegangi Bandi dari belakang. Didepannya ada mama Linda yang memegang clurit dan di belakangnya ada Anna yang memegang gunting sembari membopong baby J yang terus menangis karena rasa sakit di kakinya.


Lima bodyguard lain yang tersisa bersatu dalam meringkus mama Linda lagi. Namun sabetan dari clurit tersebut melukai tubuh mereka satu persatu. Mama Linda begitu tangkas dan lincah saat mengayunkan clurit-clurit tersebut kepada lima bodyguard itu hingga mereka semua diluar prediksi ternyata tewas bersimbah darah ditangan mama Linda.


Adiva, Bandi, dan Lisa melihat pemandangan mengerikan itu ketika mama Linda dengan kejinya menghabisi nyawa bodyguard-bodyguard malang tersebut satu persatu.


Anna tersenyum melihat ketangkasan bosnya dalam membantai lima laki-laki kekar itu. Mama Linda bukan lah wanita paruh baya yang lemah dan bisa diremehkan begitu saja. Adiva yakin dirinya tengah berhadapan dengan seorang wanita jahat yang tidak main-main.


Lalu mama Linda mengambil ancang-ancang duduk diatas sofa. Mama Linda menyuruh Anna untuk menyerahkan baby W kepada dirinya.


"Anna, serahin bayi itu?" pinta mama Linda.


"Hei mau apa kalian!" teriak Adiva sembari menatap mama Linda dan Anna secara bergantian.

__ADS_1


Anna memberikan baby W kepada mama Linda. Diatas pangkuannya, mama Linda membopong baby W. Mama Linda tampak menunjukkan rasa kasih sayang kepada cucunya itu.


"Oh bayi mungilku cucu oma tersayang," ucap mama Linda lembut kemudian menciumi pipi baby W yang terus menangis selama beberapa kali.


Adiva tampak cemas melihat mama Linda yang sekarang menguasai bayinya.


"Mama tolong jangan sakiti Wildan. Dia itu cucu kamu!" isak Adiva pilu memohon dengan teramat sangat sembari tengkurap menderita diatas lantai.


Lantai di dalam ruangan santai ini sudah seperti habis terkena banjir darah. Banyak darah yang menggenang dimana-mana. Lisa begitu ngeri melihat semua ini. Ini adalah kejadian yang paling mengerikan, yang pernah Lisa alami dalam hidupnya.


"Adiva, mana mungkin saya akan melukai bayi ini. Biar gimanapun bayi ini ada darah Alzam yang mengalir ditubuhnya. Tapi, masalahnya ada darah kamu juga yang ikut mengalir ditubuhnya. Sedangkan kamu tahu kan, kamu adalah orang yang paling saya benci di dunia ini." ucap mama Linda sembari menatap dingin baby W dan juga Adiva.


Adiva hanya bisa menangis pasrah diatas lantai. Kemudian, mama Linda menyuruh Anna untuk mengikat Adiva, Bandi, dan Lisa di dalam ruangan santai ini. Anna pun segera menjalankan perintah dari mama Linda namun Bandi menyuruh Lisa untuk bergegas kabur sebelum Anna berhasil mengikatnya.


"Lisa, kamu cepetan lari! Cari pertolongan! Cuma kamu harapan kita satu-satunya, ugh." titah Bandi sembari meringis kesakitan karena rasa perih yang bertambah nyeri ditubuhnya.


"Anna! Ikat Adiva dan bodyguard sialan itu! Setelah itu, kamu kejar perempuan itu sampai dapat!"


"Baik bos," jawab Anna kemudian mengambil tali yang tergeletak diatas lantai.


Anna mulai mengikat tangan Adiva dan Bandi. Kemudian, tali yang tersisa Anna gunakan buat mengikat Adiva dan Bandi secara bebarengan. Adiva hanya bisa pasrah dengan ini semua sembari menatap terus kearah bayinya yang terus menangis.


Air mata terus mengalir dari mata Adiva dan setelah itu, Anna berlari mengejar Lisa yang berlari ke lantai dua. Lisa tengah bersembunyi di dalam kamarnya namun Lisa lupa mengunci pintu. Lisa sedang kebingungan mau berbuat apa. Mau loncat dari dalam kamar keluar itu berbahaya bagi dirinya.


Tiba-tiba, Lisa mendengar suara seseorang yang sedang berlari kearah kamarnya. Lisa mengambil sebuah kursi kecil lalu ketika orang tersebut menendang pintu kamar Lisa, Lisa langsung melemparkan kursi tersebut kearah Anna.


"Aaah!" teriak Anna kesakitan.

__ADS_1


Lisa kemudian mengambil semua perabotan kecil yang ada di dalam kamarnya yang kiranya bisa ia gunakan untuk menyerang Anna. Lisa melemparkan perabotan-perabotan kecil itu ke tubuh Anna dan Anna menjadi semakin murka dengan itu semua.


"Lisaaa!" geram Anna kemudian berlari kearah Lisa yang sedang berdiri ketakutan di dekat lemari.


Lalu Anna memukul wajah Lisa dan kemudian menjambak rambut Lisa.


"Sakit!" pekik Lisa seraya memejamkan matanya sembari meringis perih karena rambut wanginya dijambak.


Lalu Anna mendorongnya keatas kasur. Anna menindih Lisa dari atas kemudian mencekik leher Lisa hingga Lisa kesulitan bernafas. Lisa tidak mau mati, Lisa berusaha melakukan perlawanan dengan mencakari wajah Anna menggunakan kuku-kuku panjangnya.


Anna berteriak kesakitan ketika wajah cantiknya terluka oleh kuku-kuku Lisa. Kemudian Lisa menyikut perut Anna menggunakan sikut tangannya hingga Anna terpental keatas lantai.


Saat Lisa bangkit dan mau berlari keluar, Anna menarik kaki Lisa hingga Lisa terjatuh, kepalanya menghujam lantai. Lisa memejamkan kedua matanya diatas lantai. Anna tersenyum puas melihat lawannya sudah tergeletak tak berdaya diatas lantai.


Terlebih dulu Anna memastikan kehidupan Lisa, apakah Lisa sudah mati atau belum. Saat di cek ternyata denyut nadinya Lisa masih terasa. Anna bergegas mencari sesuatu yang bisa ia gunakan untuk mengikat Lisa agar tidak kabur saat Lisa sudah sadar nanti.


Tak butuh waktu lama buat Anna menemukan tali, Anna langsung mengikat Lisa menggunakan tali itu kemudian kembali ke ruangan santai. Mama Linda melihat kedatangan Anna lagi.


"Gimana Anna? Kamu sudah berhasil membereskan perempuan itu?"


Anna mengangguk diselingi senyuman licik.


"Tapi wajah saya jadi jelek begini bos dicakar habis-habisan sama perempuan sinting itu!" keluh Anna.


"Tenang saja Anna, habis kita selesaikan semuanya kamu akan segera operasi plastik di luar negeri. Saya jamin itu, hahahaha." ucap dan tawa puas mama Linda merasa menang.


Adiva semakin kehilangan harapan saat mendengar Anna berhasil mengalahkan Lisa. Dapatkah Adiva membalikkan keadaan kembali?

__ADS_1


Bersambung...


__ADS_2