MAMA MERTUA JAHAT

MAMA MERTUA JAHAT
Suami Bersikap Dingin


__ADS_3

"Wisky itu apaan mas? Aku belum pernah minum sebelumnya."


"Sayang, kalau kamu penasaran, nanti kamu tahu gimana rasa kalau kamu udah meminumnya."


Lalu Alzam bangkit dan kemudian bersimpuh didepan Adiva. Adiva sedikit merubah arah duduknya lalu Alzam memegang salah satu tangan Adiva dengan lembut dan romantis. Alzam mengecup tangan itu lalu menatap wajah si pemilik tangan dengan lembut dan syahdu.


"Sayang, aku senang banget malam ini kita bisa dinner berdua, di tempat yang romantis seperti ini. Kamu bahagia juga kan sayang?"


"Siapa sih sayang, wanita yang ga bahagia saat diajak sama pasangannya dinner ke tempat yang indah dan ekslusif seperti ini,"


"Sayang, kehidupan kita saat ini mungkin penuh dengan duri yang menyakitkan, namun itulah ujian yang akan menguji seberapa besar kekuatan cinta kita, bagaimanakah tanda perjuangan cintaq kita? Kalau kita selalu memperjuangkan cinta kita dan tak menyerah, maka cinta kita adalah sejatinya cinta sepasang insan manusia."


"Harapan memang tak selalu membahagiakan dan bisa saja menyakitkan. Namun, dengan harapan kita punya semangat untuk tetap berjuang tanpa henti. Memperjuangkan cinta kita, berharap sampai kita bersatu di surga. Memperjuangkan masa depan kita. Agar kelak anak cucu kita nanti tidak merasakan kehidupan yang memprihatinkan. Aku cinta kamu selamanya mas, meski kamu terkadang bersikap dingin dan kasar, tapi aku yakin, seyakin-yakinnya, kalau kamu benar-benar mencintaiku, meski aku punya sifat jorok yang masih sulit dihilangkan karena itu sudah menjadi kebiasaan dari dulu, hohoho. Ajari aku terus ya mas? Jangan lelah?"


"Bersama denganku kita sama-sama akan belajar membuang sifat jorokmu yang menjijikan itu sayang. Bersama denganmu kita juga sama-sama belajar membuang perangaiku yang dingin dan agak kasar." ucap Alzam sedikit berbisik lalu Alzam mulai mendekati wajah Adiva seperti ia akan mau mengecup bibirnya.


Adiva jadi gugup biar tempat ini sepi namun orang masih bisa saja masuk kedalam, apalagi para pelayan belum datang mengantarkan makanan pesanan mereka berdua.


Adiva bingung harus ngapain, apa berusaha bersin saja saat Alzam mau mengecup bibirnya ya? Adiva menatap kearah lampu terang yang tergantung di langit-langit ruangan, sampai saluran pernafasannya terangsang karena cahaya yang terang itu untuk bersin dan alhasil air mata sedikit mengalir dari bola mata Adiva. Adiva setelah itu langsung bersin seketika.


"Hapchim!" bersin Adiva.

__ADS_1


Cairan ingus muncrat seketika di wajah Alzam akibat bersin mendadak yang dilakukan oleh Adiva. Alzam memejamkan mata malas sejenak lalu mengambil tisu diatas meja, lalu mengelap cairan akibat bersin istrinya dengan ekspresi wajah yang pasrah juga kecewa.


"Maaf mas, aku nggak sengaja? Kamu jangan marah ya?" lirih Adiva dengan wajah yang gugup dan takut.


"Yang barusan itu kamu sengaja kan? Biar aku nggak jadi mengecup bibir kamu?"


"Hehehehe, tahu aja sih, lagian masa mau nyium bibir di tempat seperti ini kan malu mas kalo dilihatin orang lain," jawab qAdiva dan pipinya mengeluarkan semburat warna merah merona karena malu.


Alzam kembali duduk dengan hati yang jengkel. Padahal dulu ia juga pernah mengajak almarhumah Zahra kesini dan Zahra mau aja tuh dikecup dimana aja. Memang dasarnya aja Adiva itu sosok perempuan yang berbeda. Selain bar bar dan jorok ia juga takutan atau canggung kalau harus bermesraan dengan suaminya sendiri kecuali di tempat yang benar-benar sepi dan aman.


Singkat waktu para pelayan datang mengantarkan pesanan mereka berdua. Lalu mereka berdua mulai dinner dengan suasana yang biasa aja, tidak seromantis sebelumnya akibat kesengajaan bersin yang dilakukan oleh Adiva barusan. Nahloh, sekarang Adiva jadi yang merasa takut akan hal yang lain, takut suaminya kecewa karena barusan dirinya tidak mau dikecup.


Usai dinner yang awalnya berjalan dengan romantis sebelum menyantap hidangan, namun berubah menjadi dingin dan sunyi saat sedang menyantap hidangan, mereka berdua pun keluar dari dalam restoran dan semua biaya dinner ekslusif tadi sudah dibayar mahal oleh Alzam.


Alzam masuk duluan kedalam mobil disusul oleh Adiva yang juga masuk kedalam mobil dengan sangat canggung sekali.


Seperti sedang tidak bersama dengan suami, Adiva merasa seperti sedang bersama dengan seorang mafia jahat yang menyeramkan, yang membuatnya merasa bingung dan canggung harus bersikap gimana.


Alzam terus saja menampakkan wajah yang dingin dan marah. Duh, apakah sekarang Adiva sudah menjadi istri yang durhaka? Adiva sangat ketakutan sekali terus menggigit bibir bawahnya.


Selama perjalanan pulang kerumah, tidak ada obrolan diantara mereka berdua. Menghadapi suami yang marah ternyata bagi Adiva lebih menegangkan daripada menghadapi emak-emak galak penagih uang kontrakan yang nunggak dibayar.

__ADS_1


Adiva menarik nafas dalam-dalam lalu menghembuskan perlahan dan akan mulai mengajak suaminya mengobrol.


"Mas, kamu masih marah ya sama aku? Aku jadi sedih deh sayang. Gombalin aku lagi dong biar suasana jadi nggak anyep kaya gini?"


Alzam diam saja dan malah makin mengebutkan laju mobilnya, membuat Adiva hampir saja nubruk bagian depannya. Adiva jadi shock dan ia merasa lebih baik diam saja deh.


Sudah tiga puluh menit mobil melaju,  sepuluh menit lagi baru sampai kerumah, namun Alzam masih saja terdiam. Adiva jadi tambah bingung, kalau Alzam gini terus maka tidak akan ada yang membelanya saat nanti mama mertua kembali melakukan kejahatan kepadanya.


Adiva tak akan tinggal diam, ia akan melakukan segala cara untuk mendapatkan perhatian Alzam kembali.


"Mas, malam ini kita melakukan itu yuk? udah seminggu, belum."


Alzam masih diam saja. Dia kalau marah, bahkan seorang presiden pun mungkin akan sangat segan untuk menegurnya. Alzam begitu berkharisma saat sedang diam.


"Iih, masih aja dikacangin! Tapi aku nggak akan menyerah. Aku bukan tipe orang, yang gampang nyerah gitu aja! Hello, itu bukan aku banget kali! Ayo Adiva, godain lagi suami kamu yang lagi jutek ini!" ucap Adiva semangatin dirinya dalam hatinya.


"Maas, ayolah kamu ngomong dong sama aku? Kamu pasti udah nggak sabar kan buat kita gitu-gituan sama aku nanti malam? Aku yakin kamu dalam hati pasti lagi nafsu banget, tapi kamu gengsi buat ungkapinnya, hehehe." sindir Adiva seraya melirik sesuatu yang mengejutkan dirinya.


"Jangan geer deh. Aku lagi nggak mikirin apa-apa. Yang pasti mood aku udah hancur sejak kamu menolak aku kecup tadi. Ingat ya, aku kalau marah, singa aja kalah seram. Cukup dengan diamku dan kamu akan tersiksa batinmu. Makannya, jangan berani main-main kamu ya!" tandas Alzam berbicara sembari menatap kedepan.


"Aduh, kamu ini pinter bohong ya mas! Katanya kamu nggak lagi mikir apa-apa, tapi aku melihat sesuatu tuh, pisang yang sedang berdiri dengan kokohnya, hehehe." sindir Adiva lagi.

__ADS_1


Alzam melotot kaget lalu melihat kearah bawah. Ternyata Alzam sedang terangsang sama rayuan dan ajakan Adiva buat gitu-gituan.


Bersambung...


__ADS_2