
"Pak sopir nanti kita mampir dulu ya ke rumah temen saya?"
"Dimana alamatnya nyonya? "
"Komplek elite, jalan Cempaka no 70."
"Baik nyonya."
Singkat waktu akhirnya mobil mereka mendarat di depan gerbang rumah ayah Lisa. Lisa berlari keluar dari dalam rumah seraya menyeret koper. Melihat Lisa keluar, Adiva bergegas membuka pintu mobil dan keluar.
"Hai beb?" sapa Lisa lalu berpelukan hangat dengan Adiva.
"Hai juga, ayo masuk kedalam?" ajak Adiva ramah.
Lisa masuk kedalam mobil lalu duduk di jok belakang, di samping baby sitter Wildan yang bernama Anna.
"Hai mbak?" sapa Lisa ramah.
Baby sitter itu menjawab sapaan Lisa dengan senyuman yang hangat.
"Seneng deh bisa liburan bareng kamu, Adiva?"
"Aku nggak liburan beb, aku cuma lagi amanin diri aja sih."
"Oh oke beib."
Lantas mobil pun melaju. Perjalanan menuju Surabaya terasa begitu menyenangkan dengan adanya Lisa yang ceria, membawa suasana di dalam mobil jadi lebih hidup. Mobil yang berisi nyonya muda Adiva berada di posisi paling depan. Tak jarang Adiva dan Lisa saling membahas hal-hal yang lucu bersama.
Hingga akhirnya mereka sudah memasuki wilayah Surabaya. Namun hari sudah berubah menjadi gelap. Mobil mereka mulai menerobos area hutan yang gelap dan sunyi.
"Ini kita ke hutan beb? Mau kemping kah?" tanya Lisa dengan wajah cemas.
"Nggak kok." jawab Adiva singkat.
Lisa mengamati sekitarnya suasana yang begitu gelap dan mencekam. Lisa yakin kalau dirinya keluar dan nekat masuk sendirian kedalam sana, pasti Lisa akan bertemu dengan setan atau binatang buas. Berdiam diri di dalam mobil adalah yang terbaik.
__ADS_1
Lisa dan Adiva terus mengamati suasana di sekitar mereka hingga netra mereka menangkap sebuah kabin yang bahan bangunannya terbuat dari kayu sebagai bahan bangunan utama. Cahaya-cahaya lampu banyak bersinar diluar dan dalam kabin yang berdiri kokoh di tengah hutan ini.
Kabin itu berukuran sangat besar dan cukup buat menampung puluhan orang. Kabin kayu itu terlihat artistik dan sangat nyaman buat ditinggali.
"Wah ini kabin?" tanya Lisa takjub.
"Siapa yang bilang ini kuburan?" balas Adiva bergurau.
"Hahaha kamu ini!" sahut Lisa berkelakar.
Mereka semua keluar dari dalam mobil kemudian melangkah bersama menuju ke depan kabin itu. Semua orang mengamati suasana di sekitar kabin yang asri dan menenangkan dengan nuansa alamnya. Adiva mengambil kunci kabin yang diberikan oleh Alzam kemarin pagi di dalam tas.
Ketika Bandi mau membuka salah satu bagasi mobil, Anna buru-buru mencegahnya.
"Bang Bandi, tunggu!"
"Kenapa Anna?"
"Biar aku aja ya yang nanti keluarin barang-barangnya?"
Kemudian Adiva membuka pintu kabin itu. Saat Lisa mengecek jam ternyata sudah menunjukkan pukul tiga dinihari. Sudah lebih dari setengah hari perjalanan mereka dari Jakarta ke Surabaya.
"Aduh capek banget beb, aku mau langsung tidur ini." terang Lisa tidak sabar.
"Sama beb, aku juga udah ngantuk banget." balas Adiva sembari melihat Wildan yang diemban sama seorang pembantu.
Lalu pintu kabin pun terbuka dan mereka semua bisa masuk kedalam. Totalnya ada sepuluh bodyguard termasuk Bandi sebagai ketua mereka. Dua pembantu muda yaitu Nani dan Tini. Satu babysitter yang akan ikut membantu ngurusin Wildan yaitu Anna dan terakhir adalah baby Wildan, Lisa, dan Adiva sendiri.
Lisa tampak curi-curi pandang saat melihat Bandi tengah berdiri dengan mata pandanya di ruang tamu kabin ini. Lisa tersenyum, tersipu malu melihat Bandi. Tadi mereka tidak di satu mobil yang sama. Tapi Bandi membalas senyuman Lisa dengan tatapan cuek. Bandi merasa sudah sangat mengantuk.
"Yaudah semuanya kita istirahat dulu ya sampai besok pagi. Oh iya, kata mas Alzam di kabin besar ini ada banyak sekali kamar. Kalian bebas mau pilih yang mana semuanya nyaman kok. Tapi aku dan baby W disuruh mas Alzam untuk tidur dilantai dua kabin ini. Disitu ada kamar utama yang akan aku tempati."
"Baik nyonya," sahut semuanya kompak.
"Oke beib," imbuh Lisa semangat setelah tahu kalau dirinya bakalan tinggal di kabin yang megah ini. Apalagi ada Bandi yang membuatnya bertambah semangat. Lisa mau mikirin mulai besok gimana caranya bisa PDKT dengan Bandi si bodyguard kelas atas bertampang seperti artis tampan ini.
__ADS_1
***
Keesokan harinya, Adiva sedang memasak mie cup di dapur kabin. Baby W masih tidur pulas di dalam kamarnya ditemani oleh baby sitter yaitu Anna.
Adiva membuka jendela dapur ini menghubungkannya dengan pemandangan yang indah di belakang kabin. Adiva melihat ada seekor burung yang hinggap dari satu pohon ke pohon yang lain. Pepohonan-pepohonan hijau yang besar, asri, dan menyenangkan jika dilihat.
Suara burung-burung di hutan ini saling berkicauan dengan merdu dan indah. Adiva merasa dirinya kembali natural dengan tinggal di alam bebas seperti di kabin ini.
"Rasanya aku ingin tinggal disini selamanya," ucap Adiva membayangkan apa yang dirinya inginkan.
Adiva membuka pintu belakang kabin sembari memegang mie cup yang sudah matang. Adiva menyeruput kuahnya lalu mulai menyantap mie-nya dengan begitu menikmati diatas balkon lantai dua belakang kabin.
Tinggal disini rasanya aman. Jauh dari jangkauan mama mertua psikopat yang sedang sedang berkeliaran menjadi buronan sadis diluar sana.
Tapi apakah yang Adiva pikirkan itu sesuai dengan kenyataannya? Tanpa Adiva sadari kalau seseorang sedang mengamatinya dari balik pepohonan di belakang kabin itu. Sepasang mata itu tampak begitu berambisi buat melenyapkan nyawa menantu tomboy yang baik hati itu.
Mama Linda ternyata ada disini. Gawat, kehidupan Adiva dan yang lain sedang dalam bahaya ancaman dari mama mertua psikopat itu. Mama Linda berencana menghabisi nyawa mereka satu persatu bahkan termasuk menghabisi nyawa cucunya sendiri, baby W yang masih bayi itu dengan teganya akan ia habisi.
Adiva kembali masuk kedalam kabin. Adiva sangat yakin kalau situasinya sudah sangat aman disini. Kemudian, Adiva turun ke lantai satu buat menyapa yang lain. Mereka semua sedang sarapan bersama sebelum lanjut berjaga di sekitaran kabin.
"Selamat pagi semua? Tenang saja stok bahan pangan di gudang kabin masih sangat banyak. Kita tidak akan kelaparan disini. Mas Alzam sudah mempersiapkan semuanya,"
"Pagi, ah asyik banget nyonya," sahut Bandi seraya melahap nasi.
Tiba-tiba, mereka semua dikejutkan oleh teriakan Lisa dari dalam kamarnya. Bandi sampai keselek karena kaget. Sontak saja mereka semua lekas berlari kearah kamar Lisa.
"Ada apa Lis!?" tanya Adiva langsung membuka pintu kamar Lisa.
"Ini ada kecoa beib! Ih, jijik," jawab Lisa yang ternyata tidak ada hal besar terjadi kepada Lisa.
Ternyata sifat manja berlebihan yang ada pada diri Lisa masih Lisa tunjukkan. Dengan beraninya, disaksikan oleh yang lain Adiva mencomot kecoa di lantai kamar Lisa lalu membuangnya keluar lewat jendela kamar Lisa. Ngakaknya, kecoa itu malah terjatuh tepat di rambut mama Linda yang sedang berdiri diarea bawah.
"Sialan! Siapa yang lemparin kecoak ini ke saya hah!" sinis mama Linda didalam hatinya kemudian menyentil kecoak itu dan menginjaknya.
Bersambung...
__ADS_1