
Dina merencanakan akan memfitnah cafe Adiva menjual makanan yang tidak higenis dan bikin sakit perut.
"Silahkan kak, mau pesan apa?" tanya waitress ramah.
"Aku mau pesan, coba lihat dulu menunya? Ah, ini aja, nasi goreng seafood sama jus mentimun aja ya?"
"Baik, kami langsung buatkan, kakak tunggu disini ya, nggak nyampe tiga puluh menit kok."
Dina menunggu seraya mengamati suasana didalam cafe yang begitu riuh ramai dengan kehadiran banyak pengunjung.
"Dimana aku bisa menemukan lalat atau kecoa kalau gini? Hmm, apakah di tempat ini ada gudang? Sebaiknya aku cari toilet dulu ah." batin Dina.
Dindla bertanya ke seorang waitress dimana letak toilet, sang waitress pun menunjukkan dimana letak toilet. Setelah memasuki toilet dan dirasa tidak ada orang diluar, Dina melihat ada satu tempat yang sepertinya itu adalah toilet
Dinda masuk kedalam tempat itu dan ternyata benar kalau tempat ini adalah gudang, tempat penyimpanan barang-barang bekas dan juga beberapa stok beras.
"Yuhuu, kecoa, dimana kamu sayang? Sini datang, temui aku yuhuuu."
Dina mencari-cari kecoa dibalik lemari, dihimpitan-himpitan karung beras, dibawah kursi, dan ia mendapatkan dua kecoa kecil yang menjijikkan.
"Ahaa, akhirnya aku dapatin juga kecoa-kecoa kecil. Sebaiknya aku bunuh dulu dua kecoa kecil ini lalu nanti, akan aku masukin dua kecoa kecil ini kedalam nasi goreng seafood yang aku pesan, hahahaha. Mampus kamu istri sahnya mas Alzam! Sampai kapanpun, aku akan berusaha merebut mas Alzam darimu!" batin Dina sangat berambisi.
Dina kembali kedalam ruang makan para pengunjung, lalu datanglah makanan dan minuman yang dipesan oleh Dina. Sebelum memasukkan dua kecoa kecil yang sudah mati itu, Dina terlebih dulu mengamati keadaan di sekitarnya, takut ada orang yang melihat dan mengamati gerak-gerik jahatnqya.
"Aman! Sebaiknya aku masukan dua kecoa ini sekarang. Lalu aku aduk dalam nasinya." ucap Dina dalam hatinya.
__ADS_1
Dina perlahan mulai mengaduk-aduk nasi goreng seafoodnya, hingga dua kecoa itu tertimbun nasi, lalu sebentar lagi Dina akan berpura-pura mengeluhkan sakit perut.
"Aduuuh! Perutku sakit!" teriak Dina heboh dan langsung menjadi pusat perhatian para pengunjung didalam.
"Emang mbaknya kenapa? Apa mbak lagi sakit?" tanya seorang waitress mendatangi Dina.
"Nggak. Perut saya sehat, tapi nggak tahu kenapa setelah makan beberapa suap nasi goreng ini, perut saya jadi sakit, aaaaaw sakit banget ya Allah," rintih Dina ngedrama.
"Coba dilihat ada apa dalam nasi goreng yang mbak itu makan, Jangan-jangan ada yang nggak beres dengan nasi gorengnya. Jangan-jangan nasi goreng itu nggak higenis lagi?" sahut seorang pengunjung ikutan menghampiri Dina.
"Coba sini saya lihat?" pinta mbak waitress seraya mengambil piring nasi gorengnya Dina.
Lantas mbak waitress mengecek nasi goreng itu dan dia menemukan dua kecoa kecil didalamnya.
"Nahloh!" seru seorang pengunjung laki-laki didalam ruangan pengunjung.
"Iya sepertinya begitu. Ah jadi nyesel deh beli makanan di cafe ini, padahal rasanya enak tapi ternyata, kebersihan dan pelayanannya tidak terjaga, kecewa deh." sahut pengunjung yang lainnya lagi.
"Tuhkan! Ternyata saya sakit perut karena makanan disini nggak higenis! Nggak mau tahu pokoknya minicafe ini harus ditutup dan saya minta ganti rugi tiga kali lipat!" paksa Dina marah.
Sang waitress hanya bisa diam saja tidak tahu harus berbuat apa saat dirinya kena marah banyak orang. Mendengar suara ribut didalam, Adiva beserta dua temannya bergegas masuk kedalam cafe.
"Ada apa sih kalian berisik banget?" tanya Adiva lantang.
"Kamu pemilik dari minicafe ini kan? Kenapa kamu menjual makanan yang jorok dan tidak terjaga kebersihannya?" tanya Dina seraya memegangi perutnya yang pura-pura terasa sakit didepan Adiva.
__ADS_1
"Jorok, kan banyak orang udah tahu kalau istrinya ceo muda Alzam itu adalah orang yang jorok. Pantas aja kejorokannya dia bawa sampai kedalam cafenya, iyuh, gaes kita harus pikir-pikir seribu kali kalau mau beli disini lagi!" kata seorang pengunjung kesal.
"Jaga mulut lancip dan nyinyir kalian ya! Coba selama ini kalian pikir, baru kejadian seperti sekarang ini ada seorang pelanggan yang protes sama makanan yang dibuat disini? Hei, kamu itu jangan-jangan suruhan kompetitor ya? Iri melihat cafe saya semakin maju!" lantang Adiva sama sekali tak takut.
"Kok kamu jadi malah menuduh saya seperti itu sih mbak? Takut ya kedok dan kelicikannya terbongkar. Pasti kamu pakai bahan-bahan yang murah dan nggak higenis kan buat semua menu masakan kamu? Buktinya aja ada dua kecoa di nasi goreng yang saya pesan. Gimana sih, kok kebersihan dan kualitasnya ga dijaga?" tanya Dina semakin memanas-manasi semua orang.
"Diam kamu! Oke mungkin saya memang orangnya jorok. Suka ngupil sembarangan, jarang mandi, tapi soal kepuasan dan kenyamanan orang lain, pasti akan selalu saya perhatikan kok. Nggak mungkin saya kasih makanan yang tidak berkualitas buat kalian para pengunjung setia cafe saya" tutur Adiva apa adanya.
"Udah deh nggak usah sok tersakiti, kamu harus bertanggungjawab nih?" sahut Dina.
"Oh jadi kamu lagi sakit perut ya?" tanya Adiva tak percaya dengan tatapan wajah yang kesal.
"Buuug."
Semua orang kaget saat Adiva malah menonjok perut Dina.
"Aww! Kok kamu malah menonjok perut saya sih! Kan sakit! Dasar owner cafe jahat kamu ya!" marah Dina dan sekarang perutnya benaran terasa sakit akibat pukulan itu.
"Sekarang sakit beneran kan? Oke, kalian semua pasti belum tahu kan kalau di seluruh penjuru ruangan cafe ini sudah dipasang banyak sekali CCTV. CCTV dizaman sekarang sangat diperlukan untuk mengungkap sesuatu yang sebenarnya bisa jadi fitnah atau bukan." tutur Adiva sembari tersenyum berani kepada Dina.
Mendengar omongan yang dikatakan oleh Adiva itu perihal CCTV, Dina malah langsung berlari kabur. Sontak saja semua orang jadi yakin kalau ternyata Dina hanya ingin menjelekkan cafe ini saja. Mereka semua menyorakin Dina kesal karena gara-gara dia, banyak orang jadi ikutan menuduh cafe milik Adiva yang bukan-bukan.
Semua orang yang tadi menuduh Adiva sekarang mereka semua pada minta maaf dan Adiva pun memaafkan. Mereka kembali menikmati makanan mereka dengan nyaman dan ceria. Tapi Adiva tidak akan tinggal diam setelah barusan nama baiknya hampir dihancurkan oleh Dina. Adiva mengecek kedepan cafe miliknya namun sudah tidak ada lagi mobil Dina yang tadi terparkir disitu.
"Ah dia sudah pergi. Tapi aku udah hafal kok sama wajah kamu. Aku nggak akan lepasin kamu begitu aja perempuan ular! Tunggu aja ya kalau kita ketemu lagi!" geram Adiva dalam hatinya, seraya mengepalkan salah satu tangannya kesal.
__ADS_1
Bersambung...