MAMA MERTUA JAHAT

MAMA MERTUA JAHAT
Melawan Cewek Pembully Sombong


__ADS_3

"Sini non biar bibi ajarin gimana caranya merias wajah yang benar,"


Baru teringat kalau bi Sri yang kemarin membuatnya cantik bak princess disney saat acara pesta pertunangan Daffa dan Amel. Adiva akhirnya menemukan solusi dari permasalahan pelik yang sedang ia hadapi.


"Ah kenapa aku baru ingat? Aku kan punya bibi yang pandai merias wajah dan juga menata penampilan? Ajari aku bi?


Bi Sri tersenyum lalu mulai mengajari cara merias penampilan yang keren dan menarik. Akhirnya Adiva belajar merias wajah dan juga menata penampilan kepada bi Sri. Meski bi Sri adalah seorang pembantu biasa namun bi Sri pernah bekerja di sebuah salon kecantikan sehingga bi Sri pandai menjadi tukang rias dan pengatur penampilan yang cukup handal.


Sepenuh hati Adiva belajar dengan tekun dan fokus hingga akhirnya Adiva dan bi Sri menghabiskan banyak stok make up untuk proses belajar merias yang memakan waktu cukup lama itu.


"Jika kamu sudah jago merias wajahmu, mengatur stylemu, maka kamu akan jago juga dalam merias orang lain. Besok saat pertandingan dandan, kamu pelajari ya karakter orang, lihat dari wajah mereka. Bagusnya berpenampilan seperti apa? cocoknya pakai baju apa. Sesuaikan dengan kontur tubuh dan tema itu wajib. Biar hasil dari itu sem pur na."


Adiva mengangguk sembari berputar cantik, senang melihat penampilannya didepan cermin.


Begitu senang hati Adiva karena sekarang dirinya sudah cukup pandai merias wajah berkat bantuan dari bi Sri. Dalam waktu yang singkat Dengan kemampuan yang sudah cukup mumpuni ini didapat dalam waktu yang singkat, Adiva jadi punya peluang untuk menang dalam pertandingan dandan besok melawan anaknya si pemilik kampus yang mulutnya pedas, sepedas sambal matah.


***


Keesokan harinya, pagi yang ditunggu-tunggu oleh Lisa and the geng akhirnya tiba. Mereka akan bertanding sebelum jam pelajaran dimulai. Lisa juga sudah izin kepada ayahnya untuk melakukan perlombaan itu pagi ini meski ayahnya tidak ingin mengambil resiko kalau anaknya kalah dan harus keluar dari kampusnya. Namun ini adalah cara satu-satunya bagi Lisa untuk menyingkirkan Adiva, musuh besarnya dari kampus dengan cara yang cantik.


"Gue yakin lo pemenangnya Lis. Juri yang lo undang itu pasti bakalan lebih pro sama hasil dandanan lo nanti!" yakin Adel.

__ADS_1


"Sama Adel! Gue juga yakin kalau pasti gue yang bakalan menang. Masa iya sih gue dikalahin cewek tomboy yang bahkan dia nggak pernah berdandan sama sekali, hello? Hahahaha," tawa Lisa meremehkan Adiva.


"Kemana tuh si tomboy gila, kok belum datang juga? Udah mau jam tujuh nih, dua jam lagi pelajaran dimulai kan! Apa jangan-jangan dia udah nyerah duluan kali ya? Takut lawan lo Lis, hahaha," tawa Adel.


"Bisa jadi! Kalau dia nggak datang atau nyerah duluan, udah jelas dia yang mengaku kalah dengan sendirinya. Dan dia harus angkat kaki dari kampus yang bergengsi ini!" kata Lisa tersenyum licik.


Namun orang yang mereka berdua bahas tak berselang lama datang ke kampus, seperti biasa yang mengantar Adiva ke kampus adalah suaminya tersayang. Mereka siap pamer romantisme dulu didepan trio pembully itu.


Mereka berdua membuka pintu mobil kemudian mulai pamer kemesraan didepan anak-anak kampus.


"Makasih sayang karena kamu selalu sigap sedia ngantarin aku ke kampus, hmm kamu benar-benar suami impian semua wanita. Aku harap kamu tetap setia dan sayang sama aku ya cintaku?" manja Adiva sembari memeluk erat suaminya.


"Iya sayang, kamu belajar yang bener ya? Kalau gitu mas berangkat ke kantor dulu, cari uang banyak buat beli istana baru buat kita dan anak-anak kita nanti. Oh iya, jangan lama-lama pelukannya, kamu nggak kasihan sama tiga cewek jomblo yang katanya selalu bully kamu itu?" titah Alzam yang membuat cewek-cewek lain jadi histeris dalam hati, mendengarnya. Juga dongkol bagi trio bully itu karena disinggung oleh CEO tampan itu.


"Ih, gue benci banget! Lihat ya Adiva, gue bakalan dapatin suami yang lebih keren dari laki lo itu!" sinis Lisa.


Kedatangan Adiva disambut dengan manis oleh kedua sahabat terbaiknya yaitu Shireen dan Kayla. Mereka berdua menghampiri dan menyemangati Adiva supaya semangat dan bisa mengalahkan anak si pemilik kampus. Kalau Lisa keluar dari kampus mungkin keadaan akan menjadi lebih baik. Jumlah tukang bully di kampus jadi berkurang satu.


Beberapa orang menyiapkan kursi dan meja di arena taman. Sebentar lagi akan berlangsung pertandingan merias penampilan antara Adiva melawan Lisa. Ayah Lisa juga hadir disitu, sang penguasa kampus.


Dan satu orang terkenal salah satu penata rias terbaik di Indonesia,  Aina Saskia sudah tiba dan datang ke kampus. Dirinya menyempatkan diri untuk menerima tawaran ayah Lisa. Disuruh menilai dan menentukan mana yang terbaik diantara hasil riasan Adiva dan Lisa nanti.

__ADS_1


Aina Saskia adalah seorang wanita cantik, berpenampilan menarik dan modis. Salah satu penata rias terbaik di Indonesia. Kredibilitasnya sebagai seorang penata busana, rias, dan dirinya juga seorang designer terkenal sudah tak perlu diragukan lagi. Tidak mau menerima sogokan sebesar apapun nominalnya.


Aina datang menyapa Lisa dan Adiva yang sudah siap untuk berlomba. Mereka berdua sedang berdiri berjejeran. Baik Adiva juga Lisa sama-sama punya supporter yang basisnya kuat. Basis pendukung Adiva rata-rata adalah mahasiswa atau mahasiswi biasa dari kalangan ekonomi menengah, yang dipandang sebelah mata oleh anak-anak orang kaya di kampus. Dan basis pendukungnya Lisa kebanyakan adalah anak-anak orang kaya dengan gaya hidup hedonisme.


"Punya nyali juga lo lawan gue? Udah sehebat apa lo dalam merias? Udah siap didepak dari kampus ayah gue belum?" songong Lisa.


Adiva menaikan salah satu alisnya, dirinya tidak takut kalah tapi tetap akan memperjuangkan kemenangan itu.


"Gue nggak takut! Kalah menang itu udah biasa dalam pertandingan. Oh iya, nggak usah sombong deh lo! Diatas langit itu masih ada langit!"


"Bagaimana kalau supaya pertandingan ini lebih seru ada hadiahnya?" ucap Aina mengejutkan mereka berdua.


"Udah ada hadiahnya kok mbak Aina dan hadiahnya siapa yang menang, dia akan melihat saingannya didepak dari kampus ini dengan tidak terhormat! Hahahahaa." jawab Lisa seraya tertawa.


"Iya saya tahu, tapi ada hadiah yang lebih menarik yang akan saya siapkan buat pemenangnya nanti," tutur Aina.


"Hadiah apa itu kak?" tanya Adiva penasaran.


Kayla, Shireen, dan semua orang juga tampak penasaran dibuatnya.


"Hadiahnya adalah siapa yang menjadi pemenang dari lomba ini, maka dia akan saya kasih satu cabang salon kecantikan punya saya. Salonnya selalu ramai peminat dan menjanjikan pendapatan yang menguntungkan di setiap bulannya,"

__ADS_1


Perlombaan menjadi lebih menantang setelah janji hadiah yang akan diberikan oleh Aina kepada pemenang nanti. Adiva merasa speechless dan ini bisa jadi peluang untuknya meraih kesuksesan mandiri jika berhasil mengalahkan Lisa dalam perlombaan mendadak ini.


__ADS_2