MAMA MERTUA JAHAT

MAMA MERTUA JAHAT
Menang!


__ADS_3

Satu jam kemudian, Lisa sudah tersadar dari pingsannya. Lisa mendengar suara seseorang yang merintih karena terus dipukul oleh orang lain. Suara itu seperti suara Bandi dan Lisa. Lisa mulai teringat kejadian mengerikan yang menimpa mereka.


Rasanya Lisa ingin segera bangkit dan membantu mereka namun ternyata, Lisa juga tidak bisa apa-apa karena Anna ternyata sudah mengikat dirinya. Berteriak minta tolong pun percuma dan sekarang, adalah saat dimana kerja kerasnya diuji. Apa kiranya yang bisa Lisa lakukan biar ikatan ini bisa terlepas?


Di dalam ruangan santai, mama Linda terus tertawa puas sembari membopong baby W yang terus menangis. Hati Adiva begitu teriris saat melihat bayinya terus menangis sampai wajah bayinya berubah menjadi pucat.


Sedangkan disisinya, Bandi tengah menahan rasa sakit akibat pukulan demi pukulan yang menerjang tubuhnya.


BUUUUG BUUUUG


Suara dari pukulan itu. Setelah puas memukuli Bandi, Anna kembali bergerak memukuli Adiva. Mereka berdua menjadi samsak bagi Anna atas perintah mama Linda.


Adiva juga menahan rasa sakit itu ditengah rasa sedihnya melihat bayinya yang terus menangis. Tiba-tiba, mama Linda kebelet pipis. Mama Linda menidurkan baby W diatas sofa dan kemudian berjalan mencari toilet.


Disaat mama Linda melangkah di sebuah ruangan berlorong di dalam kabin besar ini, seperti ada bayangan wanita yang melintas di belakangnya. Mama Linda menoleh ke belakang dan ia lihat tidak ada siapa-siapa?


"Apa itu wanita itu? (Lisa). Tapi kata Anna dia sudah mengikat wanita itu dengan kencang, mana mungkin dia bisa terlepas! Udahlah, udah kebelet banget nih, toilet where are you Linda?" ucap mama Linda kembali melangkah mencari toilet sembari terus menahan rasa ingin pipis.


Akhirnya mama Linda menemukan sebuah toilet, mama Linda masuk kedalam toilet itu kemudian menumpahkan apa yang ingin ia tumpahkan sedari tadi. Setelah selesai pipis, tentu saja mama Linda ingin segera kembali ke ruangan yang penuh dengan darah itu.


Namun saat mama Linda mencoba membuka pintunya, pintu toilet ini sudah terkunci dari luar.


"Hei! Buka! Siapa yang ngunciin!" teriak mama Linda sembari menggedor-gedor pintu.


Anna yang sedang asyik memukuli perut Adiva sontak berhenti setelah mendengar teriakan mama Linda di ruangan lain. Anna bergegas berlari ke sumber arah teriakan itu. Anna sampai didepan pintu tempat dimana mama Linda terkurung.


"Woy! Buka pintunya! Sialan kamu jangan berani bermain-main dengan saya!" marah mama Linda dari dalam toilet.

__ADS_1


"Bos ini aku! Kenapa bos bisa terkunci dari dalam?"


"Anna! Buka pintunya! Jangan main-main sama saya ya! Kamu mau mati juga?!"


"Bukan saya bos yang menguncimu!"


"Bacot! Kalau bukan kamu siapa! Jangan seperti anak kecil! Cepat buka pintunya!"


"Iya bentar bos, saya cari kuncinya dulu."


Anna berlari ke ruangan lain mencari dimana kunci buat membuka pintu toilet itu. Tapi ia tak kunjung juga menemukan ada kunci itu. Anna mencoba mengecek ke kamar Lisa. Anna sangat terkejut saat melihat Lisa ternyata sudah tidak ada di kamar ini lagi.


"Kemana perginya dia?" tanya Anna panik.


Anna melihat tali yang sudah terpotong-potong dan sebuah gunting yang tergeletak diatas kasur. Pasti tadi Lisa menemukan sebuah gunting yang bisa Lisa gunakan buat melepaskan dirinya.


Kemudian, Lisa menghajar Anna habis-habisan di dalam kamarnya. Lisa berhasil membuat Anna babak belur tak berdaya, sampai Anna sekarat. Lalu, Lisa membuka jendela kamarnya dan membuang Anna dari atas lantai dua seperti seengok sampah besar yang ia tendang dari dalam kamarnya.


Anna terjatuh pingsan diatas tanah. Setelah itu, Lisa kembali menutup jendela kamarnya dan lekas pergi menuju ruangan santai. Lisa langsung membuka ikatan yang mengikat Bandi dan Adiva menggunakan sebuah gunting.


Adiva merasa sangat bersyukur karena Lisa berhasil menyelamatkan mereka. Disisi lain mama Linda terus menceracau kesal karena Anna tak kunjung balik. Barusan sih mama Linda mendengar suara keributan dari suatu ruangan, apa Anna sedang tidak baik-baik saja?


"Anna! Anna! Buruan dong buka pintunya! Udah ketemu kuncinya apa belum?!" panggil mama Linda dengan nada suara marah dari dalam toilet.


Mama Linda terus menggedor-gedor pintunya menimbulkan suara yang cukup gaduh dan itu terus kedengaran oleh Adiva, Lisa, dan Bandi. Setelah terlepas Adiva langsung mengemban bayinya, menenangkan baby J meski dirinya sendiri rasanya lemas dan sakit akibat dihajar Anna tadi.


"Dua wanita jahat itu gimana Lis?" tanya Bandi sembari melangkah perlahan menuju Lisa.

__ADS_1


"Anna udah gue buang keluar dari atas lantai dua. Tadi gue menghajar dia, kalau mama mertuanya Adiva udah gue kurung di dalam toilet. Ini dia kuncinya." jawab Lisa lalu memberikan kunci itu untuk Adiva.


"Kalau gitu kita segera pergi dari kabin ini yuk? Kita pergi naik mobil, nanti, kita lapor ke kantor polisi terdekat buat mengurusi semua ini dan menangkap mama mertuaku yang sinting itu," ajak Adiva kemudian mereka bertiga pun sama-sama melangkah pergi keluar dari dalam kabin itu.


Dari dalam toilet mama Linda mendengar ada suara mobil yang melaju pergi. Mama Linda tidak tahu itu siapa yang melaju pergi. Apa itu Anna atau malah Adiva dan yang lain?


"Anna! Anna! Kamu dimana sih! Dasar jongos sialan!" maki mama Linda sembari menendang pintu toilet.


Mama Linda mencoba mendobrak pintu toilet ini tapi begitu susah untuk dia dobrak. Malah badannya yang sakit sendiri karena pintu2 di kabin ini terbuat dari bahan baja yang sangat kuat.


"Anna! Anna!" teriak mama Linda sampai suaranya terdengar parau.


"Berani sekali kamu ya mempermainkan saya! Kamu tidak tahu sedang berhadapan dengan siapa hah!" lanjut mama Linda sangat emosi.


Di dalam mobil, Lisa tengah menyetir mobil dengan kecepatan tinggi. Mereka ingin segera menjauh dari area kabin itu tempat dimana mama mertua psikopat masih berada disana. Adiva sudah menghubungi kantor polisi lagi dan sebentar lagi, polisi yang lain akan segera tiba ke kabin buat membekuk mama Linda kembali.


Akhirnya beberapa saat kemudian mereka sudah sampai di area jalan besar. Mereka semua merasa lega karena sudah semakin jauh dengan wanita psikopat itu.


"Lisa?" panggil Adiva dari jok mobil di samping Lisa.


Baby W sudah tidak menangis lagi setelah lukanya sedikit diperban dan mendapatkan ASI dari Adiva.


"Iya beb?"


"Kamu adalah salah satu pahlawan yang paling berjasa dalam kehidupan aku. Karena kamu, aku dan bayi aku bisa selamat. Aku nggak tahu gimana caranya buat membalas kebaikan kamu yang luar biasa banget itu beb?" ucap Adiva seraya menatap penuh haru kearah Lisa.


Lisa juga membalas tatapan Adiva dengan tatapan haru juga bercampur sedikit senyuman kebahagiaan.

__ADS_1


Bersambung...


__ADS_2