
"Aduh, silahkan puas-puasin deh sindir menantunya, wahai mama mertua yang nyinyir! Sindirlah aku sebelum aku sindir balik kamu, geram deh lama-lama." batin Adiva pasrah namun tegas akan membalasnya suatu saat kalau sudah saat yang pas.
Alzam juga merasa tidak nyaman mendengar istrinya jadi bahan sindiran dua ibu-ibu itu. Alzam dan Adiva yang masih berdiri di samping kedua pengantin itu kemudian Alzam mengajak Adiva untuk melakukan hal yang sangat difavoritkan oleh Adiva dan juga favorit semua orang, yaitu makan enak!
"Sayang, kamu pasti sudah tidak sabar untuk menikmati makanan yang dibuat oleh koki-koki bintang lima itu? Ayo kita makan?" ajak Alzam lalu memberikan tangannya untuk dirangkul oleh istri kecilnya.
"Tidak sopan! Belum selesai menyalami tamu saja sudah mau makan, pasti dihasut sama istrinya tuh!" mama Linda membatin seraya melirik sinis kearah meja tempat Alzam dan Adiva yang sedang berada disitu.
Usai akad dan resepsi pernikahan, Amel membawa sebuah koper yang berisi baju-bajunya yang mahal nan fashionable. Amel turun dari mobil keluar bersama suaminya. Mulai sore ini juga Amel akan menjadi salah satu ratu yang tinggal di rumah megah mama Linda.
"Selamat datang di rumah kamu yang sekarang istriku tercinta? Mulai sekarang, kamu akan tinggal disini bareng aku, bareng mama aku, bareng kak Alzam, bareng Adiva, kita akan tinggal disini, selamanya. Semoga kamu bisa betah ya sayang?" harap Daffa sembari mengelus mesra pundak istrinya.
Jujur pundak terbuka Amel merasa risih kala dielus oleh seorang pria yang tidak ia cintai. Amel berharap semoga secepatnya ia bisa mendapatkan hati Alzam. Amel tidak mau berlama-lama menjadi istri yang tidak mencintai Daffa. Amel juga membayangkan apakah sanggup nanti malam ia melakukan malam pertama dengan pria yang sama sekali tidak ia suka?
Lalu Amel memberikan senyuman kebahagiaan yang palsu untuk suaminya, setelah itu mereka berdua masuk kedalam rumah. Mama Linda langsung menyambut Amel dengan sangat girang dan memeluknya. Setelah puas memeluk hangat menantu kesayangannya, mama Linda akan mengantarkan Daffa dan Amel ke kamar yang akan menjadi tempat istirahat mereka berdua.
Setelah sampai didepan kamar Daffa dan Amel, mama Linda berhenti sejenak sembari menatap bahagia ke wajah anak dan menantunya itu.
"Mama udah persiapkan kamar ini seindah dan serapi mungkin. Apalagi malam ini kan malam pertama kalian ya sayang? Malam yang sangat hot dan top markotop bagi para pengantin baru! Uuuuh, jadi pengen menikah lagi deh mama, hehehe. Mama siap kalau nanti harus jadi satpam penjaga didepan pintu, setuju? Supaya kalau ada orang yang mau ngintipin kalian mama langsung hajar habis dia! Hahahahaha." ucap mama Linda lalu tertawa terbahak-bahak.
Amel hanya tersenyum geli mendengar perkataan yang keluar dari mulut mama Linda. Lalu setelah itu, sang mama mertua membukakan pintu kamar untuk pengantin baru itu masuk kedalamnya.
Betapa luar biasa indah saat Amel menetra kamar barunya, banyak sekali bunga dan semua perabotan dan lain-lain serba berwarna pink kesukaannya. Amel benar-benar diperlakukan layaknya seorang putri dan mama Linda tahu apa saja kesukaan-kesukaan Amel.
__ADS_1
"Ini semua mama yang mempersiapkannya? Aduh, mama kalau iya terlalu merepotkan ah!" protes Amel pura-pura merasa tidak enak hati.
"Tidak apa-apa sayang, jangan merasa tidak enak seperti itu dong! Sekarang kita ini kan udah menjadi family yang harus kompak, iya kan Daffa?" tanya mama Linda sembari menatap manja kearah Daffa.
"Betul sekali mama, Amel tuh kamu dengarin apa kata mama aku. Mama udah repot-repot menyiapkan kamar yang seindah ini. Harusnya kamu bersyukur punya mama karena mama adalah mertua yang terbaik di dunia." ucap Daffa memuji mamanya.
Seketika pembaca ingin muntah saat membaca dialog Daffa, hueeek... Hehehe.
"Hehehe... Iya." jawab Amel setuju-setuju saja. Yang penting Amel harus pintar cari muka didepan mama mertua.
Kemudian setelah perbincangan hangat sementara, mama Linda mempersilahkan pengantin baru itu untuk menikmati malam pertama mereka. Mama Linda tidak ingin mengganggu dan bergegas keluar dari dalam kamar, lalu tidak lupa untuk menutup pintunya kembali.
Daffa menyeret koper yang dibawa oleh Amel ke samping lemari kemudian setelah itu, Daffa mulai menanggalkan pakaiannya. Kini Daffa hanya memakai celana jeans panjang saja. Kesan gagah, tinggi, dan seksi terpancar dari diri seorang Daffa, tubuhnya begitu atletis, kekar, dengan dada bidang dan perut kotak-kotak. Warna kulit yang putih bersih. Sebenarnya membuat Amel cukup tergoda untuk menikmati kemesraan berdua bersama suaminya pada malam pertama ini. Namun Amel tidak ingin terkoyak oleh Daffa meski mereka sudah sah menikah.
Dan Daffa mulai mendorong Amel hingga Amel terlentang diatas kasur. Amel bingung mau berbuat apa tapi dirinya benar-benar tidak ingin melakukan itu dengan Daffa secepat ini. Apalagi saat Amel menatap Daffa, Amel begitu takut karena sepertinya Daffa sudah tidak sabar lagi ingin melakukannya. Amel akan mengarang sebuah alasan yang cukup genius agar malam pertama tidak akan terjadi dalam waktu secepat ini.
"Mas, kamu yakin kita mau melakukannya sekarang?" tanya Amel gerogi.
Daffa mengangguk, tangannya sudah memegang sabuk yang mengikat celana jeansnya. Daffa akan segera membuka celananya!
"Maaf mas, tapi aku sedang datang bulan. Maukah kamu bersabar menungguku selama beberapa hari lagi, sampai aku mau melakukan itu dan sudah siap mas?"
Daffa menghela nafasnya, terpaksa menuruti keinginan istrinya meski nafsu birahinya sudah tak terbendung lagi. Daffa kemudian rebahan seksi disamping istrinya, Amel merasa lega karena Daffa masih bisa ia atur.
__ADS_1
"Jangan sampai laki-laki disampingku ini yang mendapatkan keperawananku! Aku tidak sudi ya meski dia ganteng dan macho. Aku hanya ingin mas Alzam seorang, ya, hanya mas Alzam yang berhak mendapatkan itu." batin Amel sembari memutar bola mata malas.
*
*
*
Keesokan paginya adalah waktu rutinitas seperti biasa, yaitu sarapan pagi bersama dengan keluarga besar mama Linda. Amel sebelumnya sudah pernah sarapan bareng sekali waktu menginap setelah acara pertunangan waktu itu.
Piring-piring putih bundar terjejer rapi diatas meja, sendok dan garpu adalah teman setia yang selalu ada menemani para piring bulat. Gelas-gelas cantik berisi susu hangat berkalsium tinggi ada lima jumlahnya diatas meja. Yang siap ditenggak oleh mereka-mereka para kehormatan didalam rumah.
Semua orang menunggu Amel yang masih tidur pulas didalam kamarnya.
"Daffa, istri kamu mana?" tanya mama Linda.
"Masih tidur dia mam." jawab Daffa merasa tidak enak hati.
Daffa tidak berani membangunkan istri manjanya karena takut Amel marah atau kecewa.
Bersambung...
Hai reader's. Terimakasih atas dukungan kalian untuk novel ini. Semoga kalian tetap tertarik untuk mengikuti novel ini sampai tamat ya, terimakasih.
__ADS_1