MAMA MERTUA JAHAT

MAMA MERTUA JAHAT
Hari Pernikahan Wanita Ular


__ADS_3

"Mama marah karena mama nggak diajak liburan juga sama kalian. Ya walau cuma satu hari tapi mama juga ingin merasakan kesenangan yang membuat hati ini menjadi bahagia. Kalian liburan kemana emangnya?" tanya mama Linda, sekejap ekspresi wajah yang marah berubah menjadi ramah lagi.


"Kirain mama marah karena apa. Maaf ya ma, tapi Alzam nggak akan kasih tahu kita habis liburan darimana. Yaudah kalau gitu kita masuk dulu ya kedalam? Sayang mama selalu, muach." jawab Alzam lalu mengecup pipi ibunya.


Alzam menarik tangan Adiva dan mereka berdua bergegas berlari pelan kedalam rumah.


"Aduh, kenapa sih pakai rahasia-rahasia segala. Kan aku penasaran jadinya? Huh, dasar anak dan menantu sama-sama gendeng! Yaudahlah yang penting mereka sudah balik dan sekarang adalah saat yang pas buat aku merawat kuku-kuku cantik lagi, aaaaaa gak sabar!" girang mama Linda sembari memindai satu persatu dari kuku-kuku cantik di jari jemarinya.


*


*


*


Singkat waktu hari yang ditunggu-tunggu oleh Daffa akhirnya tiba. Hari pernikahannya dengan si cantik Amel. Daffa sudah memakai setelan kemeja yang membuat dirinya tampak semakin gagah dan mempesona. Sebentar lagi statusnya akan berubah menjadi suami orang dan Daffa sudah tidak bisa seenaknya bebas godain cewek-cewek cantik di kampusnya. Gedung untuk pernikahan sudah siap, dekorasi yang begitu megah dan spektakuler. Berbagai peliput wawancara dari portal berita online sudah diundang oleh Daffa h-4.


Namun ada seorang, salah satu teman wanita yang diundang datang ke acara pernikahan mereka dengan wajah yang bermuram durja. Perempuan muda itu bernama Audrey, salah satu teman wanita Daffa yang patah hati karena Daffa akan menikah dengan wanita lain. Padahal Daffa sendiri selama ini sudah menggantung perasaan kepada Audrey, selama ini Daffa sudah memberikan perhatian yang lebih kepada Audrey, namun ternyata hati Daffa berlabuh kepada Amel.


"Sumpah, gue kecewa banget sama lo Daf. Lo selama ini cuma gantungin gue, tega lo sama gue Daf! Terus buat apa perhatian lebih yang lo berikan selama ini ke gue? Selalu mengajak gue nonton ke bioskop berdua, dinner di cafe, jalan-jalan ke tempat yang gue suka dan hanya berdua bersama lo. Semoga pernikahan kalian tidak akan langgeng, maafin gue yang udah terlalu jahat berdoa seperti ini! Tapi... Gue patah hati sayang." Audrey membatin tidak senang.


Daffa melihat kedatangan Audrey yang tampaknya anggun dengan memakai sebuah gaun mini berwarna putih, Audrey menguncir rambutnya dan punya wajah yang tidak kalah cantik dari Amel. Daffa menyempatkan waktu buat datang menghampiri Audrey, Daffa melangkah kedepan Audrey dan mereka saling berhadapan antara satu sama lain. Daffa menatap Audrey dengan senyuman ramah namun Audrey membalasnya dengan mimik wajah yang biasa saja.

__ADS_1


"Selamat ya, kamu akan segera berganti status menjadi suami orang?"


"Makasih Audrey, sahabat terbaik gue. "


Audrey kembali membatin tidak senang karena ternyata Daffa hanya menganggap dirinya sebagai seorang sahabat. Padahal rasa cintanya buat Daffa sudah begitu besar dan selama ini, Audrey menaruh harapan yang besar kepada Daffa bahwa Daffa akan melamarnya menjadi seorang istri nantinya. Setelah lulus kuliah?


"Ya, lo udah bikin gue patah hati Daffa." batin Audrey.


"Yaudah, gue mau nyari tempat duduk dulu ya?"


"Oke Audrey."


Tak berselang lama, semua tamu undangan dibuat takjub dengan hadirnya seorang mempelai wanita yang cantik seperti bidadari. Riasan yang dikenakan oleh Amel kali ini lebih natural, tidak terlalu menor. Amel melangkah di white carpet diiringi beberapa bridesmaid yang juga tidak kalah cantik dan menarik.


Hari ini adalah hari kebahagiaan Amel, meski Amel sendiri tidak benar-benar mencintai calon suaminya, melainkan menikah dengan Daffa hanya untuk berusaha mendapatkan cintanya Alzam, supaya bisa setiap hari tinggal dalam satu rumah yang sama dengan Alzam.


"Aku adalah wanita yang sangat cantik, aku bangga memiliki ini semua. Lihat saja, semua mata tertuju kepadaku!" bangga Amel didalam hatinya. Amel berjalan dengan penuh percaya diri.


Amel terus melangkah dengan anggun, cara berjalannya sudah terlatih, sudah seperti seorang model atau putri kerajaan yang akan segera melangsungkan pernikahannya sesaat lagi. Memang faktanya Amel pernah jadi model terkenal.


Amel duduk disamping mempelai pria, lalu pak penghulu dan Daffa akan segera memulai ijab kabulnya. Daffa sudah tidak sabar lagi menjadi suami Amel, tidak sabar menyentuh diri Amel sepuas hatinya dan itu tidaklah berdosa untuknya. Dan Amel sendiri juga tidak sabar ingin satu atap tinggal bersama dengan Alzam, setiap hari melihat wajah dari laki-laki yang ia suka.

__ADS_1


"Saudara Daffa dan saudari Amel, apakah kalian sudah siap?" tanya bapak penghulu.


Daffa dan Amel saling menatap kemudian mereka kembali menatap ke pak penghulu lalu mengangguk bersama dengan kompak. Mama Linda juga sedang tersenyum senang melihat kebahagiaan yang ada pada diri Amel dan Daffa, dan dirinya sendiri juga bahagia sekali, pernikahan anak keduanya kali ini tidak mungkin malu-maluin.


Setelah lancar dan selesai mengucapkan ijab kabul, akhirnya mereka berdua telah sah menjadi sepasang suami istri. Sama seperti Alzam dan Adiva yang sedang duduk manis dari belakang mereka. Amel sekarang sudah menjadi ipar dari Alzam dan juga Adiva.


"Selamat ya sayang?" ucap mama Linda senang.


Audrey melihat bersatunya sepasang kekasih itu dengan tatapan nyalang, rasa cemburu membakar hatinya. Karena itu, Audrey buru-buru pergi saja dari gedung pernikahan, karena tidak kuat rasanya melihat ini semua.


Didepan gedung pernikahan, Audrey sedang berdiri sembari bersedekap di samping mobilnya. Netranya menatap sinis kearah gedung. Kedatangannya hari ini ke gedung pernikahan ini hanya membuatnya menjadi patah hati saja. Audrey juga akan merencanakan sesuatu untuk membalas rasa sakit hatinya ini.


Sementara itu didalam gedung, semua tamu sedang memberikan ucapan selamat sembari menyalami sepasang pengantin baru itu beserta keluarga para pengantin. Raut wajah bahagia terlihat jelas dalam diri mereka semua. Tiba giliran teman arisan rempong mama Linda yang akan memberikan ucapan selamat untuk pengantin.


"Selamat ya atas pernikahan kalian, pasti jeng Linda bahagia sekali punya menantu yang cantik, terhormat, anggun dan tidak jorok seperti Adiva. Bukan begitu jeng?" ucap Jeng Yati memberikan ucapan selamat untuk Daffa dan Amel, juga secara langsung menyindir Adiva. Jeng Yati teman arisan mama Linda yang beberapa saat yang lalu dibuat keheranan dengan sikap jorok menantu mama Linda yang lain, yaitu Adiva.


"Kena sindiran lagi ya ampun! Sebegitu rempong kah itu lambe ibu-ibu!" gerutu Adiva di dalam hatinya.


Adiva ngerasa kalau jeng Yati memang sedang menyindirinya, dan Adiva merasa cuek aja karena memang faktanya dia jorok. Adiva tidak baper dan tentunya mau berusaha untuk membuang jauh-jauh sikap jorok yang udah mendarah daging itu.


"Oh jelas dong, Amel tidak mungkin jorok dan tidak akan malu-maluin saya, hehehe." sindiran pedas untuk Adiva bertambah, keluar dari bibir lancip mama Linda seraya melirik sinis kearah Adiva. Adiva memutuskan untuk pasrah daripada membuat keributan.

__ADS_1


__ADS_2