MAMA MERTUA JAHAT

MAMA MERTUA JAHAT
Mama Mertua Kembali Beraksi


__ADS_3

Gerimis tidak melanda hati Adiva, namun gerimis melanda komplek tempat tinggal Adiva. Hunian yang nyaman yaitu area rumah megah mama Linda dan juga tempat sekitarnya. Komplek tempat mereka tinggal bernama komplek Melati Biru. Salah satu komplek elite yang rata-rata dihuni oleh orang-orang berpangkat tinggi.


Orang-orang yang menjemur pakaian diluar rumah bergegas mengangkat jemuran karena air gerimis akan membuat jemuran mereka kembali basah.


Sang ratu yaitu mama Linda, ratu dalam rumah megah ini dan sudah menjadi ratu selama belasan tahun dirumah, orang yang paling berkuasa semenjak kematian suaminya. Sedang berdiri sembari berkacak pinggang di depan rumah. Mama Linda sedang menunggu kepulangan menantunya, mama Linda ingin mengajak Adiva pergi bersama ke tempat arisan teman sosialitanya dengan tujuan akan mempermalukan Adiva disana!


"Kemana ya si menantu miskin itu? Kok dia belum juga pulang sampai sekarang. Udah hampir jam lima nih!"ujar mama Linda seraya berjalan mondar-mandir.


Terlihat ada taksi yang berhenti didepan pagar dan pak satpam segera membuka pintu gerbang.


"Nah itu dia si menantu kere sudah pulang. Habis darimana aja ya dia? Ah, pasti dia habis keluyuran sama teman-teman nggak jelasnya!" ucap mama Linda pelan dengan wajah sinis.


Adiva membayar ongkos taksi kemudian berjalan masuk kedalam rumah. Namun langkahnya terhenti tatkala melihat mama mertua sedang berdiri menunggunya disamping pilar.


"Adiva sayang kenapa kamu berhenti disitu nak? Sini nak, mama mau ngomong sesuatu."


Adiva merasa lega karena ia kira mama Linda mau marah karena dirinya pulang agak telat.


"Mama mau ngomong apa ya?" tanya Adiva seraya berjalan kedepan mama mertua.


"Kamu mau gak nanti malam mama ajak ke rumah teman mama. Mama mau arisan, kamu mau ya menemani mama mertuamu ini?"


Adiva mau-mau saja toh nanti malam dirinya nggak ada kesibukan apapun.


"Boleh ma, jam berapa ya?"


"Habis Maghrib, kita berangkat."


Setelah selesai melakukan ibadah sholat Maghrib, mereka berdua bersiap-siap akan berangkat arisan kerumah teman mama Linda. Adiva sibuk berdandan sebelum ia pergi, Adiva tidak ingin mengecewakan mama mertuanya lagi dengan penampilan acak-acakannya.

__ADS_1


Tampilan Adiva saat keluar kamar mengejutkan mama Linda dengan penampilan yang cantik dan elegan. Adiva memakai gaun putih bermotifkan bunga biru, yang panjangnya sampai selutut. Adiva juga harum aroma parfum mahal dan memakai sebuah anting bundar berkilau.


"Loh, mana penampilan kamu yang biasanya? Kok kamu jadi anggun kaya gini sih?"


"Ada apa dengan mama Linda? Bukannya penampilan yang rapi dan sopan seperti ini yang mama mau?"


"Iya tapi mama nggak mau memaksakan kamu berpenampilan sopan dan rapi kok. Terserah kamu aja, yang penting senyaman kamu aja pokoknya."


"Yaudah deh, kalau gitu Adiva ganti baju lagi ya ma? Jujur Adiva masih merasa risih sih penampilan feminim kaya gini."


"Iya sayang."


Adiva kembali ke kamarnya akan berganti baju lagi. Kali ini Adiva memakai kaos lengan panjang khas cewek tomboy juga celana jeans yang biasa ia pakai ke kampus. Tidak lupa topi coklat kesayangan kembali ia pakai dikepalanya dan mencopot antingnya. Adiva turun lagi ke bawah membuat mama mertuanya tersenyum senang. Sungguh aneh, kenapa mama mertua sekarang malah suka sama penampilan yang absurd seperti ini?


"Mama udah nih. Kita berangkat sekarang?"


"Nah gitu dong, jujur penampilan kamu agak aneh sih tadi. Gak seperti biasanya. Yaudah ayo tunggu apalagi. Ayo kita ke mobil sayang?"


"Ini rumahnya ya ma?"


"Iya sayang, ayo kita masuk. Kamu jalan dibelakang saya ya?"


"Iya ma."


Adiva mengikuti langkah mama mertuanya, sesekali Adiva memindai keadaan didepan rumah jeng Yati, hingga mama Linda sudah sampai didepan pintu lalu mengetuk pintu rumah jeng Yati.


"Assalamu'alaikum? Selamat malam jeng Yati? Yuhuu, saya dataang." ucap mama Linda.


Tak berselang lama jeng Yati membuka pintu menyambut temannya dengan ramah seraya bercipika cipiki.

__ADS_1


"Jeng Linda akhirnya datang juga. Dari tadi saya dan yang lain nungguin jeng baru datang sekarang. Sungguh suatu kehormatan jeng Linda mau menyempatkan waktu buat datang kesini. Kan setahu saya, jeng Linda ini sibuk sampai jarang datang kalau ada acara arisan. Tapi meski begitu, jeng nggak pernah telat ngisi arisan kok. Pasti selalu via transfer." ucap jeng Yati.


"Iya jeng, saya sangat menghargai arisan yang selalu diadakan oleh teman-teman saya dan kebetulan, saat ini saya lagi mood buat dateng ke arisan." balas mama Linda.


"Oh iya, ini pembantu kamu kah jeng? Kok penampilannya kaya perempuan urakan gitu sih jeng?" tanya jeng Yati menatap tidak suka kearah Adiva.


Adiva sudah tidak heran lagi akan kalimat apa yang keluar dari mulut orang-orang, namun apakah mama Linda kali ini akan membelanya karena dia yang menyuruhnya untuk berpenampilan seperti tomboy lagi seperti ini?


"Udahlah jeng Yati nggak usah dibahas. Adiva, kamu tunggu disini ya berjaga didepan rumah jeng Yati? Saya mau arisan dulu sama makan malam didalam. Uuuh, udah nggak sabar." titah mama Linda.


"Loh maksudnya mama apa? Kenapa aku disuruh berjaga disini, emangnya aku satpam ya?" protes Adiva kepada mama mertuanya.


"Nggak, maksud saya bukan menganggap kamu sebagai satpam, tapi kamu kan tomboy pasti jago berantem. Kan nanti kalau misalkan ada maling kamu bisa bantu pak satpam buat menghajar dia. Tahu nggak sih kalau satpamnya jeng Yati itu letoy. Temani dia sayang. " jawab mama Linda dengan wajah sok baik.


Jeng Yati rada tersenyum geli mendengar mama Linda menuduh satpamnya letoy.


"Betul tuh kata jeng Linda, kamu siapanya jeng Linda sih? Kok manggil dia dengan sebutan mama? Kamu itu paling cuma pembantu barunya jeng Linda aja kan? Gih jaga disini." ketus jeng Yati.


"Kalau tante Yati mau saya berjaga disini seperti seorang satpam, saya mau aja tapi tante harus mau bayar saya sepuluh juta."


"Sepuluh juta? Gila aja kamu. Satpam saya aja gajinya 4 juta sebulan."


"Hei, siapa kamu berani sekali menawar saya seperti itu! Emangnya kamu pikir, kami ini siapa hah!" lanjut jeng Yati seraya menunjuk kasar wajah Adiva.


"Jeng Linda, tolong dong nasehatin pembantu kamu ini. Dia berani sekali kurang ajar sama saya!"


"Tante Yati belum tahu siapa saya? Saya ini adalah menantu dari mama Linda. Saya adalah istrinya salah seorang CEO terkenal di Indonesia yaitu pak Alzam Pradipta. Apakah tante Linda mau perusahaan keluarga tante jadi hancur karena berani memperlakukan saya seperti ini?"


Jeng Yati melotot tidak percaya, ternyata gadis muda berpenampilan urakan yang pemberani ini adalah istri dari anaknya jeng Linda?

__ADS_1


Bersambung...


__ADS_2