MAMA MERTUA JAHAT

MAMA MERTUA JAHAT
Rencana apalagi wahai mama mertua


__ADS_3

Adiva mengecek keluar, Adiva melihat ada sebuah baskom yang tergeletak diatas lantai.


"Hah, baskom jatuh? Apa ada maling ya? gak sengaja maenyenggol baskom mahal itu sampai jatuh? Atau binatang ya?" gerutu Adiva pelan sembari meletakkan baskom mahal itu kembali ke tempatnya.


Disaat yang bersamaan, seorang wanita sedang memasukan cairan kedalam minuman teh untuk Alzam.


Setelah selesai meletakkan kembali baskom mahal itu, semua baskom yang ada dalam rumah mama Linda, semua perabotan adalah mahal berkelas. Tidak ada yang murah sama sekali. Adiva kembali lagi kedalam dapur, untuk melanjutkan mengaduk teh manis hangat.


Usai menyiapkan segelas teh hangat untuk suaminya, Adiva membawa teh hangat itu diatas mangkok, Adiva dengan hati-hati membawa segelas teh untuk suaminya kedalam kamar. Saat melintas di ruang makan, Adiva terkejut lagi karena mama Linda sudah tidak ada lagi disini.


"Loh, kemana perginya mak lampir? Apa dia udah kembali lagi ke dalam kamarnya?" batin Adiva penuh tanya.


"Ah sudahlah, lebih baik gue kembali saja kedalam kamar. Kasihan kak Alzam, pasti dia udah nunggu minuman ini, yang bisa membantunya untuk mengurangi hawa dingin." lanjut Adiva didalam hatinya.


Adiva membawa teh manis itu kedalam kamar kemudian memberikannya dengan penuh perhatian kepada suaminya. Alzam menerima segelas teh manis hangat itu dengan bersenang hati, Alzam meniupi air teh yang masih agak panas kemudian meminumnya beberapa teguk.


"Gimana rasanya yank?" tanya Adiva lalu duduk disamping suaminya.


"Pas! Manisnya pas. Kamu sudah membuatku merasa nyaman pada malam ini, dengan membuatkan teh manis yang hangat ini, makasih ya istriku? Ini aja udah suatu kemajuan dari kamu. "


Adiva tersenyum dan entah kenapa Adiva rasanya ingin bermanja dalam pelukan Alzam, di malam yang dingin ini. Adiva nekat aja memeluk hangat suaminya, ingin rasanya dimanja oleh seorang laki-laki yang sudah sah menjadi suaminya itu.


"Kenapa kok kamu tiba-tiba manja gini?" tanya Alzam lalu membalas pelukan Adiva dengan dekapan yang hangat juga.


"Nggak tau kenapa sih, gue ingin banget pelukan sama lo kak. Emang nggak boleh ya suami istri peluk-pelukan kaya gini?"


"Ya boleh dong, mari kita berpelukan sampai pagi, hehehe,"

__ADS_1


Mereka berdua saling berpelukan, seperti teletubies, menepis hawa dingin yang menyerang mereka, udara dingin itu yang masuk dan menusuk raga dari ventilasi-ventilasi besar. Hingga rasa kantuk mulai menyerang mereka, mereka kemudian tertidur bersama diatas ranjang. Untuk yang pertama kalinya.


Keesokan paginya entah kenapa perut Alzam rasanya mules, berkali-kali ia bolak-balik masuk ke dalam toilet. Mules yang Alzam rasakan selalu membuatnya bolak-balik ke dalam toilet. Sudah lima kali buang air besar. Alzam jadi bingung apakah semalam ia salah makan?


Alzam duduk sejenak diatas kursi saat perutnya terasa sudah mulai mendingan, mama Linda datang menghampiri Alzam.


"Kamu kenapa nak megangin perut kamu mulu? Perut kamu sakit?" tanya mama Linda lembut seraya memegang bahu anaknya.


"Nggak tahu nih ma, bangun tidur perut Alzam rasanya mules banget, udah lima kali balik ke toilet, sepertinya Alzam salah makan deh semalam."


"Ya ampun, masa iya sih kamu salah makan? Setahu mama, kamu itu nggak punya masalah dengan pencernaan kamu sama suatu makanan yang pantang untuk kamu makan, hmm, apa kamu tidak curiga sama si onoh?"


"Si onoh siapa ma?"


"Ya siapa lagi kalau bukan istri kamu, bukannya semalam dia membuatkan teh manis untuk kamu? Jangan-jangan dia mau racunin kamu terus menguasi harta kamu."


"Mama korban sinetron nih? Kenapa dengan istri aku? Emangnya Alzam salah apa sampai dia tega melakuan perbuatan seperti itu, memasukkan racun kedalam teh manis hangat yang semalam Alzam minum? Ah, itu tidak mungkin."


"Mungkin saja dia dendam, tahu sendiri lah anak barbar seperti dia itu wataknya gimana? Semalam kan kamu guyur dia pakai jus.  Perempuan-perempuan beringas dan liar seperti dia, nggak menutup kemungkinan banget kalau dia yang memasukkan obat pencahar atau racun ke dalam minuman kamu. Apalagi semalam dia kan yang buatin kamu teh manis?"


"Mama semalam nggak dikamar? Kok mama tahu ya kalau Adiva yang membuatkan Alzam minuman hangat sembari mencampurkan obat pencahar? Memangnya mama melihat pakai mata kepala mama sendiri ya? Masa iya sih Adiva sejahat itu sama suaminya sendiri?"


"Semalam mama terbangun karena mendengar suara petir yang begitu berisik Perut mama juga rasanya keroncongan karena akhir-akhir ini, nafsu makan mama meningkat. Efek vitamin yang mama minum. dan kebetulan semalam mama lagi ngemil biskuit di meja makan, mama melihat menantu iblis itu sedang berjalan menuju dapur, dia nggak sopan banget. Nggak ada sopan santunnya sama sekali sama mama, menyapa mama pun tidak,"


"Tapi Alzam tidak akan semudah itu menuduh istri Alzam ma, Alzam tidak peduli siapa yang menaruh obat pencahar itu kedalam minuman Alzam, tapi yang jelas Alzam nggak mau memperpanjang urusan ini, nggak mood! Toh Alzam udah minum obat pereda diare juga, udah mendingan juga nih mulesnya."


Mama Linda melotot kesal karena rencananya memfitnah Adiva tidak berjalan lancar.

__ADS_1


"Ah kamu diberitahu malah ngeyel? Itu baru obat pencahar, habis ini dia mau melakukan apalagi? Meracuni kamu dan menguasai semua harta kita setelah kamu berhasil dia bunuh?"


"Mama kok ngomongnya gitu sih? Mama ngomongnya sampai bahas pembunuhan segala. Jangan hanya karena benci sama Adiva, mama jadi menuduh dia seenaknya? Sekali lagi aku tegaskan ma, jangan pernah fitnah istri aku lagi, its oke kalau mama marah-marah ke dia, tapi kalau sampai kuping Alzam dengar mama fitnah Adiva lagi, Alzam nggak akan segan-segan pergi meninggalkan mama dari rumah ini."


Mama Linda mendelikan netranya lalu berteriak.


"Dasar anak durhaka!"


"PLAAAAK"


Suara tamparan dari mama Linda, tepat didepan Daffa. Mendapat tamparan dari mamanya dan baru kali ini adalah pertama kali ditampar oleh sang mama. Alzam hanya menghela nafasnya kemudian pergi kedalam kamarnya. Tidak mau memperpanjang keributan ini. Apalagi sama mamanya sendiri.


"Dasar anak kurang ajar!" teriak mama Linda sangat emosi pagi ini.


Daffa berlari menenangkan mamanya agar tidak sampai darah tingginya kambuh. Daffa mendudukkan mama Linda di kursi kemudian membawakan segelas air lemon hangat untuk mama Linda.


"Diminum dulu ma?"


Mama Linda meneguk air lemon yang dibawa oleh Daffa untuknya. Rasa kesal melanda diri mama Linda melihat kelakuan Alzam yang semakin tidak sejalan dengan keinginannya.


Usai diberikan minum oleh Daffa, emosinya perlahan mereda.


"Gadis liar itu berhasil membuat anak saya berubah drastis. Dulu sewaktu anak saya menikah dengan kakaknya, Alzam masih bisa saya atur, tapi sekarang gadis itu benar-benar menjadi ancaman terbesar dalam hidup saya! Saya tidak bisa tinggal diam Daffa. Mama sepertinya akan melakukan cara yang lebih nekat!"


Daffa tampak gelisah mendengar perkataan mamanya.


Bersambung...

__ADS_1


__ADS_2