
"Mama aku saranin hentikan rencana mama itu! Aku cuma nggak mau mama gagal lagi dan ketahuan terus hasilnya, semua orang akan kena imbas dari perbuatan buruk mama itu. Kita cari aman saja ma, kita semua tahu siapa kak Alzam ini, dia adalah orang yang sangat kuat dan juga berpengaruh. Dia bisa menghancurkan perusahaan orang lain dalam hitungan menit, sungguh luar biasa dia. Daffa yakin, seandainya Daffa menuntut ilmu sampai S3 sekalipun, belum tentu Daffa akan sehebat dia ma!"
Mama Linda sangat tidak senang dan kupingnya seolah merasa panas mendengar kata-kata yang keluar dari mulut anak keduanya. Mama Linda tidak habis pikir kenapa Daffa ngomong gitu, apakah Daffa sudah nggak berada lagi di pihaknya? Apakah bertambah lagi orang-orang yang tidak se frekuensi dengannya?
"Pergi kamu dari sini! Mama kecewa sama kamu, harusnya kamu selalu mendukung langkah mama buat menyingkirkan menantu kurang ajar itu dari kehidupan kita! Kamu mau rumah kita ada orang yang tidak beretika seperti dia?"
"Mama pikir Daffa mau rumah ini ada orang jahat seperti mama?"
"PLAAAAAAAK!"
Tamparan langsung mendarat di pipi Daffa.
"Lancang kamu!"
"Aku cuma nggak mau hidup susah aja ma, udah enak hidup begini dan harusnya kita bersyukur. Mama lihat diluar sana banyak orang yang kesusahan ma, mau makan aja susah. Sedangkan kita dikasih kehidupan yang lebih sama Tuhan. Mama mau hancurin itu semua hanya demi ego mama semata? Daffa nggak habis pikir sama jalan pikiran mama."
"Mama benci perempuan itu! Lebih baik kamu masuk saja kedalam kamarmu! Mama mau memberikan dia penderitaan yang lebih berat lagi kedepannya."
Rencana mama Linda yang baru adalah ingin membuat Adiva merasakan penderitaan yang lebih berat lagi didalam gudang yang sepi, dingin, dan cukup gelap itu.
Mama Linda ingin mematikan listrik rumah agar Adiva merasakan gelap dan pengap didalam gudang. Belum lagi binatang pengerat yang menghuni gudang itu, Adiva akan merasa risau karena tidak bisa melihatnya.
Mama Linda pergi keluar lalu mematikan listrik rumahnya sendiri. Setelah ia mematikannya, mama Linda kembali masuk kedalam rumah dengan membawa senter yang sudah ia persiapkan untuk menghalau kegelapan akibat ulahnya sendiri.
__ADS_1
Mama Linda berjalan berjinjit seperti seorang pencuri yang akan mencuri, kemudian masuk dan mengunci pintu kamarnya. Dalam hatinya senang dan membayangkan penderitaan yang sedang dialami oleh menantu yang sangat ia benci itu.
Itu adalah menurut bayangannya, padahal Adiva sendiri didalam gudang sedang asyik ngorok santai sembari terhanyut dalam mimpi indahnya. Hingga tak terasa suara Adzan Shubuh sudah berkumandang dengan merdunya. Suara menyejukkan dari seorang laki-laki, yaitu suara saat mengumandangkan Adzan yang menenangkan dan menyejukkan hati.
Adiva langsung terbangun karena mendengar suara yang indah itu, ingin segera menunaikan kewajibannya. Namun ternyata saat ia mencoba buka pintu gudang masih saja terkunci. Mama Linda masih tidur dengan nyenyaknya.
"Aduh, gimana nih! Gimana caranya mau ambil wudhu kalau aku dikurung terus. Mana mama Linda belum bangun lagi!" gumam Adiva kesal.
Adiva melihat sekelilingnya, untung listrik udah dinyalakan oleh bi Sri yang sudah terbangun pukul empat tadi. Adiva memutuskan untuk menggedor pintunya saja daripada ketinggalan melakukan sholat Shubuh. Untung saja bi Sri yang baik hati itu mendengar suara bising dari area gudang. Bi Sri bergegas membuka pintu gudang dengan kunci cadangan.
"Ya ampun, gimana ceritanya non bisa terkurung didalam gudang?"
"Panjang ceritanya bi, yaudah, aku mau sholat dulu ya bi? Mau curhat sama Allah."
"Iya non."
Seekor cicak jatuh tepat diatas hidung mama Linda, mama Linda sampai terbangun karena kejatuhan cicak itu begitu berasa diatas hidungnya. Mama Linda menaikkan kedua tangannya lalu menguap sejenak, menatap kearah dinding, ternyata waktu sudah menunjukkan pukul enam pagi.
"Astaga, sudah jam enam. Aturan aku harus membuka pintu gudang pukul empat tadi, aduh malah ketiduran." gumam mama Linda yang kemudian bergegas bangkit dan segera berjalan menuju gudang. Namun saat mama Linda melintas di area ruang makan, mama Linda sudah melihat ada Adiva, Alzam, dan juga Daffa sedang sarapan bersama. Mama Linda takut Alzam mengetahui kelakuannya semalam kepada Adiva.
"Eh, mama baru bangun? Sini ma kita sarapan bersama?" ajak Adiva tersenyum.
"Hmm, siapa ya yang membukakan pintu untuknya? Apa jangan-jangan Alzam? Tapi saya lihat, Alzam nggak sedang marah deh." bingung mama Linda dalam batinnya.
__ADS_1
"Loh mama kenapa diam aja? Mari sarapan bareng kita ma?" ajak Alzam menolehkan wajahnya kearah sang mama.
"Iya, kalian sarapan dulu gih. Mama mau mandi dulu." jawab mama Linda seraya menggaruk kepalanya meski tidak terasa gatal.
Adiva senyum-senyum sendiri melihat tingkah bingung dari mama mertuanya, sembari memotong roti.
"Adiva, maaf ya mas semalam lupa jemput kamu. Bukannya mas lupa sih tapi mas ketiduran setelah makan malam. Semalam kamu pulang naik apa sayang?" tanya Alzam.
"Naik taksi mas. Maaf ya kemarin aku tuh ada kuliah malam, karena ada tambahan pelajaran di kelas aku. Jadi aku pulang jam sepuluh malam." jawab Adiva pura-pura berbohong demi menutupi kesalahan mama mertuanya.
"Lain kali kabari saya ya kalau kamu mau pulang malam. Kamu kan istri saya, dan saya tidak ingin terjadi apa-apa padamu."
Hati Adiva kembali tersentuh akan sikap peduli dan romantis dari suaminya. Di awal pernikahan mereka terkesan dingin dan seperti menjalani cinta yang palsu, namun semua itu perlahan berubah menjadi cinta yang nyata dan juga indah.
"Ya Allah, terimakasih karena Engkau sudah memberikan suami yang terbaik seperti mas Alzam ini. Aku sama sekali tidak menyangka akan mendapatkan suami yang seperti dia. Sungguh, aku merasa tidak pantas untuk bersanding dengan seorang laki-laki yang perfeksionis lagi baik dan setia sepertinya. Kak Zahra, apa sekarang kamu tidak lagi marah melihat aku yang bersanding dengan suamimu kak?" batin Adiva memasang wajah sedih.
Mentari pagi selalu menyambut manusia dengan rasa hangat dan penuh dengan kenyamanan. Semangat pagi itu begitu indah, semangat menyambut aktifitas apa yang akan dilakukan pada hari ini. Begitu juga dengan semangat orang-orang dirumah mama Linda.
Hari ini adalah hari Minggu, hari ini biasa disebut dengan akhir pekan. Waktu yang sangat pas buat jalan-jalan atau menikmati waktu berlibur bersama dengan keluarga. Hari ini juga Alzam ingin mengajak Adiva pergi ke sebuah tempat yang sangat indah. Tempat yang jarang didatangi oleh orang-orang. Tempat apakah itu? Hmm, penasaran kan?
Didalam van pribadi mereka, Alzam dan Adiva sudah bersiap-siap pergi menuju tempat yang akan dituju. Adiva sangat penasaran sang suami mau mengajaknya pergi kemana sih? Akan seindah apa ya.
Bersambung...
__ADS_1