
Sore hari adalah waktu yang tepat untuk bersantai setelah seharian melakukan aktifitas yang membuat tubuh menjadi penat. Hal itu pula yang sedang dilakukan oleh mama mertua modis namun jahat dan juga menantunya yang licik, Amel. Mereka berdua sedang ngopi cantik sembari sibuk menjelekkan menantunya yang lain, menantu yang baik hati dan pemaaf.
"Ma, kalau dia udah pulang nanti kita kerjain dia yuk? Kita bikinin dia nasi goreng tapi garamnya yang banyak. Biar dia keasinan ma, hahahaha." ide Amel jahat.
"Ide bagus sayang. Mama akan bilang kalau nasi goreng itu adalah masakan mama dan mama masakin spesial buat dia! Pasti dia tidak akan berani untuk tidak memakannya, hahaha."
"Yaudah Amel, kamu saja sayang yang buat nasi gorengnya."
" Oke, siap mama chantik."
Amel pergi ke dapur akan segera membuatkan nasi goreng asin buat Adiva. Membuat Adiva merasa menderita adalah salah satu mood booster untuknya setelah tadi dirinya disiksa oleh Alex dirumahnya Alex. Amel sangat bersemangat membuatnya!
Amel mulai menyalakan kompor lalu menyiapkan wajan untuk tempat menggoreng nasinya. Amel memasukkan minyak yang cukup biar nasi goreng itu kelihatan ga terlalu berminyak. Amel juga menambahkan garam yang diluar nalar manusia dan juga bubuk cabe level 30 yang bisa membuat lambung menjadi sakit. Setelah nasi goreng laknat buatannya siap, Amel kembali ke ruangan santai dengan membawa itu.
"Mama, ini dia nasi goreng super asin dan juga super pedas udah siap." kata Amel sembari menaruh sepiring nasi itu diatas meja.
Mama Linda menampakkan ekspresi wajah girang, memperhatikan nasi goreng buatan Amel yang terlihat enak dengan hiasan telur ceplok dan irisan wortel bulat. Itu adalah makanan yang sangat tepat buat ngerjain Adiva pikirnya.
"Wah menarik banget sih sayang, kelihatannya! Rasanya udah pasti menjijikkan! Mama yakin bahkan orang gila pun tidak akan mau makan ini, rasanya pasti ngakak, hahahah." ceria mama Linda seraya bertepuk tangan happy.
"Mama, aku udah nggak sabar nih melihat ekspresi wajah dia nanti saat makan nasi goreng ini." ucap Amel.
"Iya sayang. Yaudah sekarang kita duduk cantik disini sambil menunggu menantu kere itu pulang kerumah, yuhuu."
Singkat waktu orang yang mereka tunggu-tunggu akhirnya pulang. Mama Linda menyuruh Amel untuk segera bersembunyi dibalik tembok. Adiva sendiri seperti biasa pulang naik taksi. Adiva hari ini sangat bahagia dan pulang kerumah dengan wajah yang sangat sumringah.
__ADS_1
Adiva berjalan dengan gaya ceria dan manja seperti seorang anak kecil yang senang karena habis dikasih uang jajan oleh orang tuanya. Saat Adiva membuka pintu depan dan menutupnya kembali, Adiva langsung mendengarkan suara orang yang berbicara dari belakangnya
"Eh menantu kesayangan mama udah pulang?"
"Hah, sejak kapan aku jadi menantu kesayangan kamu ma?" tanya Adiva bingung seraya berbalik badan.
"Udahlah gausah dibahas, yang pasti kamu sekarang adalah menantu kesayangan saya. Adiva sini nak, kita ke meja makan yuk, pasti kamu dah lapar kan?" ajak mama Linda merangkul manja Adiva.
"Ada angin apa nih, tiba-tiba mertuaku jadi baik begini? Drama apalagi? Pasti ada udang dibalik rempeyek deh!" batin Adiva curiga.
Adiva dibawa ke meja makan oleh mama mertuanya dan kemudian mama Linda menyajikan nasi goreng yang sepertinya lezat untuk Adiva santap. Baru melihatnya saja Adiva langsung keroncongan.
"Makanlah sayang? Ini spesial mama yang buatin untuk kamu. Maaf ya kalau selama ini mama banyak bersikap kurang enak sama kamu. Mama lagi belajar masak dan kamu adalah orang pertama yang harus mencicipi masakan buatan mama mertuamu ini. Anggap aja ini sebagai bentuk permintaan maaf atas rasa bersalah mama kepada kamu."
"Duuh... Jangan-jangan nasi goreng ini ada racunnya ya? Mama mau membunuhku lewat nasi goreng ini?" batin Adiva seraya menatap panik kearah nasi goreng dihadapannya.
Dengan terpaksa Adiva akan memakan nasi goreng misterius dihadapannya itu, Adiva pasrah jika hidupnya akan berakhir hari ini jika benar dalam nasi goreng itu ada racun. Adiva mulai mengambil sendok lalu menyendok nasinya dan perlahan kemudian memasukkan satu sendok nasi kedalam mulutnya.
Langsung saja Adiva lepeh makanan buatan Amel itu karena rasa asin yang luar biasa ia rasakan.
"Bleeeh!"
Adiva sangat tidak suka rasa nasi gorengnya dan pasti dirinya berpikir bahwa dirinya sedang dikerjain oleh mama mertua jahatnya. Mama Linda langsung tertawa terbahak-bahak kemudian pergi meninggalkan Adiva, pergi tanpa adanya rasa bersalah.
"Jahanam! Baru pulang kuliah aja langsung dijahati mama mertua. Tunggu aja, Adiva tidak akan membalas mama dengan kejahatan juga! Tapi aku akan membalas mama dengan prestasi dan juga kesuksesan!" batin Adiva semakin tercambuk.
__ADS_1
Mama Linda mencari Amel yang dibalik tembok sedang tertawa tanpa bersuara seraya memegang perutnya. Amel begitu puas melihat ketidaksenangan yang dialami oleh Adiva, rasa asin itu pasti akan membekas cukup lama dalam lidah Adiva, pikirnya.
"Hahaha, kita berhasil sayang!" ceria mama Linda seraya menatap girang Amel.
"Emang enak, baru pulang kuliah langsung disuguhi makanan yang asin! Hahahaha." nyinyir Amel sembari ketawa cantik.
"Kalau hari ini makanan buat tuh tikus asin, besok makanan yang rasa apa ya Amel sayang?"
"Gimana kalau besok makanan buat onoh yang ditaburin bubuk pahit aja mam, biar dia merasa kepahitan, hahahaha."
"Sepahit hidup dia Amel sayang, hahahaha."
Dua wanita itu terus saja ingin berbuat jahat kepada Adiva. Adiva mendengar obrolan jahat mereka berdua dari balik tembok yang berlawanan, Adiva tidak akan tinggal diam. Adiva ingin nyinyirin mereka berdua balik.
"Gue dengar omongan kalian! Awas aja ya kalau sampai kalian berani lakuin itu, gue akan bikin wajah kalian jadi bonyok! Kalian mau ya punya wajah bonyok kaya gue? Hah?" lantang Adiva mengancam, tapi Adiva tidak benar-benar akan melakukan itu. Ini hanya sebuah gertakan saja untuk dua wanita kejam nan licik itu.
"Dasar menantu jorok barbara! Beraninya main kekerasan! Ayo Amel sayang, mendingan kita jauh-jauh dari dia! Daripada wajah cantik kita yang jadi sasaran!"
"Emang wajah mama secantik itu ya? Wajah mama mah judes kali bukan cantik. Jauh lebih cantikan aku lah, yuhuu. Amel aja kalah cantik sih." sahut Adiva pede dari balik tembok, sengaja membuat mereka berdua semakin kesal.
Amel merasa geram di bilang dirinya kalah cantik, lalu Amel berjalan menghampiri Adiva dan mendorong Adiva sampai terdesak didinding.
"Jaga tuh lambe lo bocah tengil! Gue akan bikin hidup lo tambah menderita, mau!" marah Amel mengancam, kedua bola matanya serasa mau copot.
"Bagus Amel, buruan jambak dan tonjok muka dia!" titah mama Linda seraya melototkan matanya juga.
__ADS_1
Bersambung...