
Seperti seseorang yang tersesat di sebuah hutan belantara yang sangat luas, yang tak terkira luasnya seperti apa. Penuh dengan ketakutan dan ketidaknyamanan di dalamnya.
Perlu waktu lama buat menemukan jalan keluar. Begitu pula dengan mama Linda, dia akan lama berada dibalik jeruji besi ini. Dan dengan mendekam dalam waktu yang sangat lama itu membuatnya merasa bosan dan menderita. Siapapun itu tahanan yang sedang menanggung akibat dari buah kejahatannya.
"Selama itu aku akan hidup didalam penjara terus? Tempat ini benar-benar busuk dan menjijikkan. Setiap hari aku harus satu sel sama orang-orang yang bau dan jorok. Menunggu berpuluh tahun lagi lamanya aku bisa saja gila. Biasanya aku selalu memanfaatkan waktu aku buat melakukan hal-hal yang menyenangkan. Tapi sekarang, apa? Aku terjebak dalam situasi yang begitu pelik! Aku benci semua ini! Penjara sangat tidak nyaman." batin mama Linda sembari menutup kedua wajahnya menggunakan paha.
Ketika semua tahanan lain sudah pada tidur, malam ini mama Linda tengah terduduk sendirian sembari melamun sedih.
Ia memikirkan bagaimana caranya untuk bisa kabur dari sini? Semua tempat dikelilingi oleh pagar besi yang begitu tinggi. Kalau ketahuan mau kabur ujung-ujungnya akan kembali lagi ke dalam sel yang dingin ini. Malahan dapat hukuman lain.
Keesokan harinya, mentari pagi menyambut orang-orang yang sedang terhukum di tempat ini. Mereka semua seperti biasa tengah bekerja di kebun. Ada yang sedang menyapu halaman, ada yang sedang menanam bibit, ada juga yang sedang mengangkat karung berisi hasil panen kebun penjara yang begitu luas.
Mama Linda kembali menemui pak Nick di kebun penjara, saat waktu istirahat bekerja sedang tiba. Mereka berdua tengah membicarakan wacana untuk kabur.
Pak Nick dan mama Linda sama-sama sedang duduk dibawah pohon yang rindang, meski ada beberapa polisi yang sedang mengamati mereka dari jauh. Mereka selalu diawasi dan tidak akan bsa bergerak lebih.
"Mas Nick?"
"Kita bisa kabur dari sini, yang paling aman adalah dengan bantuan orang dalam. Tapi apa mungkin ada orang yang bisa kita manfaatkan disini?" tukas pak Nick dengan nada bicara yang sangat pelan.
"Ga mungkin lah! Belum tentu uang bisa kita manfaatin disini. Ada cara lain nggak, mas Nick?"
Tiba-tiba ada seorang napi laki-laki sangar yang mendekat ke mereka. Laki-laki sangar itu menghampiri mereka. Mama Linda dan pak Nick mengamati laki-laki sangar berambut panjang sebahu itu dengan tatapan yang agak takut. Mereka berdua agak takut sama laki-laki yang selalu dikenal sebagai pentolan napi paling kejam di dalam sel lain.
__ADS_1
Laki-laki sangar itu bernama Jaja. Jaja barusan mendengar pembicaraan mama Linda dan pak Nick dari balik pohon kecil di belakang mereka.
"Telingaku menangkap apa yang sedang kalian omongin, yaaa meski kaya suara semut, tapi pendengaranku masih benar-benar tajam, hahaha," tutur Jaja atau yang akrab disapa bos Jaja oleh tahanan lain.
Mama Linda dan pak Nick saling bertatapan, mereka merasa saling cemas satu sama lain, takut bang Jaja mengadu ke polisi bahwa mereka berdua punya rencana atau sedang mencari cara untuk kabur dari sini.
"Kalian jangan gelagapan gitu lah, semua tahanan disini pasti pernah ada di posisi kalian. Mereka semua juga pernah ingin kabur pastinya. Karena penjara adalah benar-benar tempat yang menyiksa juga membosankan." lanjut bang Jaja berbicara dengan nada rendah kemudian duduk di samping mereka.
"Bang Jaja?" panggil mama Linda dengan nada suara yang lembut, mama Linda ingin bersikap seolah dirinya itu memuliakan atau menjunjung tinggi bang Jaja, biar bang Jaja juga menganggap dan mau menjaga dirinya di tempat yang keras ini.
"Jadi gimana bang Jaja?" tanya pak Nick penasaran.
"Malam ini kita action! Cukup bertiga saja ya! Namun kalian harus siap menjadi buronan." jawab bang Jaja, seperti memberikan secercah harapan untuk pak Nick dan mama Linda. Karena mereka berdua yakin sepertinya bang Jaja ini adalah orang yang pandai dalam hal-hal berbau seperti ini.
***
Bang Jaja sedang berusaha membuka pintu sel dengan sebuah kawat logam. Bang Jaja mendapatkan kawat logam itu dari seorang kenalan yang kemarin menengoknya disini. Sekarang adalah waktu yang ia inginkan untuk kabur.
Dulu bang Jaja pernah dua kali dipenjara, saat berusia 20 tahun bang Jaja dipenjara dua tahun karena kasus penganiayaan terhadap seorang wanita. Saat berusia 30 tahun bang Jaja kembali dipenjara karena kasus penipuan berkedok investasi bodong selama tiga tahun. Keduanya, bang Jaja pernah melakukan percobaan untuk kabur dan berhasil. Dan sekarang, diusianya yang sudah menginjak angka 45, bang Jaja kembali dipenjara seumur hidup karena kasus yang lebih ngeri, kasus pembunuhan berencana terhadap salah satu temannya.
Meski pada akhirnya dirinya kembali tertangkap dan akan menjalani masa hukumannya sampai nafasnya berakhir. Namun apakah percobaan ketiganya kali ini akan berhasil?
Mungkin akan berhasil karena bang Jaja bisa keluar berkat menggunakan kawat logam itu. Setelah berhasil keluar dari dalam sel, bang Jaja lalu menutup lagi pintu selnya.
__ADS_1
Akan tetapi, ada seorang sipir yang sedang berjaga di depan pintu. Terpaksa diam-diam bang Jaja memukul sipir itu sampai pingsan dari belakang. Lalu bang Jaja pergi ke sel tempat mama Linda berada. Sekarang waktu menunjukkan jam dua belas malam, semua orang di tempat yang kejam ini hampir semuanya sedang terlelap dalam tidurnya.
Tak terkecuali mama Linda yang ternyata sudah tidur pulas bersama tahanan lain. Hal itu tentu saja akan menambah usaha bang Jaja saja, dirinya harus bisa bangunin mama Linda tanpa ketahuan oleh sipir atau tahanan lain.
Bang Jaja mencari cara gimana caranya bisa membangunkan mama Linda, bang Jaja benar-benar kesal, katanya mau kabur dari sini tapi sekarang malah enak-enakan tidur. Bang Jaja melihat sekeliling, ada sebuah sapu lantai yang tergeletak di samping tembok.
***
Satu jam kemudian, berkat usaha yang keras akhirnya bang Jaja, mama Linda, dan pak Nick berhasil keluar dari dalam penjara.
Kini mereka sedang tertawa bersama di tepi jalan yang jauh dari penjara. Mereka tadi berhasil melewati tembok besi berkat menggunakan sarana pohon tinggi yang berada di dekat tembok besi penjara. Mereka bertiga memanjat pohon itu lalu lompat keatas tembok besi.
Waktu usaha membangunkan mama Linda tadi bang Jaja menggunakan sebuah sapu lantai panjang buat menggelitik kaki mama Linda. Hingga akhirnya mama Linda terbangun dan mereka berdua sama-sama kabur setelah bang Jaja membuka pintu sel tempat mama Linda dikurung menggunakan sebuah kawat logam.
"Ternyata kalau kita kabur bareng orang cerdik, bisa juga ya. Ga nyangka aku, bisa menghirup udara segar diluar penjara, seperti sekarang ini! Ah makasih banyak bang Jaja yang ganteng," ujar mama Linda sembari mencubit gemas pipi bang Jaja.
Perkataan mama Linda disambut dengan senyuman dan gelak tawa oleh bang Jaja dan pak Nick. Lalu mama Linda kembali merenung, dirinya harus pergi kemana lagi sekarang setelah berhasil kabur dari penjara?
"Kita sekarang kemana ya habis ini?" tanya mama Linda sembari menatap wajah bang Jaja dan pak Nick secara bergantian. Bang Jaja mengelus-elus kumis tipisnya sembari berpikir.
"Ya mana saya tahu! Saya gak bawa uang, dan lihat baju kita masih pakai baju tahanan! Masyarakat yang lihat kita dalam kondisi memakai pakaian ini, jelas mereka akan memburu kita dan membawa kita ke rutan lagi!" jawab bang Jaja membuat mama Linda kembali hilang semangat.
Bersambung...
__ADS_1