
"Sudah selesai!" teriak Adiva gembira saat hasil make over Tini sudah ia selesaikan, sementara Tina masih di make over oleh Lisa dan hampir saja selesai.
Lisa inginkan penampilan yang terbaik bagi Tina agar Aina memenangkan dirinya. Waktu make over tersisa lima belas menit lagi dan akhirnya sebelas menit kemudian make over Tina selesai juga. Aina akan segera menilai hasil akhir dari riasan Adiva dan juga Lisa. Penilaian akan dilakukan baik dari segi tatanan rambut, riasan wajah, dan juga pakaian yang mereka kenakan.
Setelah beberapa saat menimbang-nimbang akhirnya Aina akan segera memutuskan mana yang terbaik diantara hasil make over Adiva dan Lisa. Semua orang harap-harap cemas menunggu hasil keputusan dari penilaian Aina.
Masing-masing kubu sama-sama yakin jagoan mereka akan menang.
"Baik, setelah saya nilai mana yang paling saya suka diantara hasil riasan Adiva atau Lisa, saya memutuskan bahwa pemenangnya adalah....."
Jantung Adiva dan Lisa berdebar-debar, begitu juga dengan Shireen dan Kayla.. Mereka tidak siap untuk menerima kenyataan jika ternyata sahabat terbaik mereka kalah dalam pertandingan ini.
"Oke aku akan terima jika aku kalah melawan Lisa. Sungguh wajar karena Lisa sudah sangat paham betul dengan dunia seperti ini, tapi aku? Nggak pernah merias wajahku dari kecil sekalipun. Maafin aku teman-teman, kalau aku mengecewakan kalian dan semoga saja suamiku nggak marah kalau aku didepak dari kampus ini, huhuhu," batin Adiva khawatir.
"Aku yakin, akulah pemenangnya! Lihat saja penampilan Tina yang awalnya biasa saja berubah menjadi seperti putri dari negeri dongeng ditangan aku. Ulalaa.... Tina seperti barbie hidup yang sangat cantik. Oh my God, aku suka banget sama hasil riasan aku." batin Lisa merasa pede.
"Pemenangnya adalah, satu, dua..." ucap Aina membuat penonton semakin berdebar.
Menutup kedua telinga, itulah yang dilakukan oleh Adiva. Dirinya belum siap mendengar kekalahannya dan Lisa sendiri masih terus senyum-senyum ceria. yakin kalau namanya akan disebut oleh Aina.
"Dan pemenangnya adalah..... Adivaaaaa!!!!!!" lantang Aina membuat pendukung Adiva semuanya menjadi bersorak heboh karena jagoan mereka memenangkan pertandingan ini.
__ADS_1
Sedangkan Lisa sedang mangap dan melotot tidak percaya. Lisa ingin protes, tidak mungkin dirinya dikalahin sama Adiva.
Lisa berjalan kedepan Aina, ingin melabrak penata rias kondang saat ini juga.
"Ini nggak mungkin! Kak Aina, dari segi apa ya aku bisa kalah sama cucunguk tomboy itu? Masa iya sih hasil make over aku yang udah sekelas penata rias bertaraf internasional itu kalah sama hasil make over Adiva yang B aja itu! Kamu pasti disogok ya sama dia! Atau mentang-mentang suaminya adalah seorang CEO terkenal jadi kamu lebih memilih untuk menangin dia!" tanya Lisa jahat.
"Kenapa kamu malah menuduh saya seperti itu? Kamu meragukan kredibilitas saya? Ingat loh, siapa yang mengundang saya sebagai juri dalam pertandingan merias ini? Kamu loh. Logikanya kalau saya ingin curang maka kamu yang akan saya menangin, paham!" jawab Aina tidak terima.
"Saya memilih hasil make over Adiva karena dia berani menampilkan hasil yang berbeda. Saya melihat hal yang unik dalam hasil make over Adiva," kata Aina sembari berjalan menghampiri Tini. Orang yang di make over oleh Adiva.
"Semuanya, kita bisa lihat hasil penampilan Tini. Kalian melihat sesuatu yang luar biasa bukan? Tatanan rambutnya sungguh menarik dan kreatif. Adiva juga tidak salah memilikikan gaun yang cocok dipakai oleh Tini. menurut saya lebih menarik dari gaun yang dipilihkan Lisa untuk Tina. Tini menampilkan citra seperti gadis desa yang anggun, yang akan menghadiri undangan pernikahan temannya di kota. Inilah yang saya cari selama ini! Suatu hal yang berbeda!" lantang Aina memuji hasil make over Adiva.
"Alhamdulillah, terimakasih banyak kak atas penilaiannya. Jadi saya pemenangnya kan?" tanya Adiva speechless.
"Selamat ya, Adiva kamu pantas menang. Kamu akan mendapatkan salon kecantikan itu dan kamu juga berhasil mendepak mahasiswi jahat ini dari kampus," sindir Aina kepada Lisa.
Lisa geram karena disindir oleh Aina, sedari tadi terus saja memasang wajah jutek dan tidak terima akan kemenangan yang didapatkan oleh musuhnya. Lisa menoleh kearah ayahnya, terlihat wajah ayahnya yang sangat kecewa berat dan juga merasa menyesal karena sudah mengizinkan terselenggaranya pertandingan ini.
Ayah Lisa menunjuk nyalang wajah Lisa kemudian berjalan masuk kedalam ruangannya didalam kampus. Lisa mengikuti kemana ayahnya pergi dan dua teman anggota geng Lisa kini merasa malu karena ketua mereka dikalahkan oleh Adiva.
Sementara itu, kedua sahabat terbaik Adiva ikut bahagia karena kemenangan yang didapatkan oleh Adiva. Adiva sungguh hebat bisa mengalahkan seorang yang seperti Lisa itu. Pelukan Adiva dapatkan dari kedua sahabat terbaiknya itu.
__ADS_1
"Selamat ya beb, kamu emang pantes untuk menang! Aku sama sekali kaga nyangka, hasil make over kamu bisa amazing," ucap Kayla senang.
"Aku senang akhirnya kamu masih bisa kuliah disini dan malah anak sombong itu yang akan ditendang dari kampus ini, plot twist banget nih." kata Shireen dengan ekspresi wajahnya penuh haru.
Mereka berdua melepaskan pelukan penuh harunya kemudian saling tersenyum satu sama lain.
"Adiva, sore ini ikut saya ya? Kita akan pergi kesebuah tempat perawatan kecantikan yang akan menjadi milik kamu." ajak Aina seraya tersenyum, karena sang pemenangnya yang ia pilih adalah orang yang baik. Aina betul-betul menyukai hasil make over Adiva bukan karena sikap baiknya, tapi Aina betul-betul ingin objektif dalam menilai. Sekalipun Lisa adalah anak dari pemilik kampus atau Adiva adalah istri dari CEO terkenal. Aina ingin kredibilitasnya sebagai seorang tata busana, rias, dan designer selalu diakui oleh banyak khalayak umum.
"Siap kak," sahut Adiva bersemangat.
"Ehm, jangan lupain kita dong? Ajak kita juga ya?" ucap Shireen seraya menyenggol pelan bahu Adiva.
"Iya-iya, pasti kalian bakalan aku ajak juga!" tukas Adiva.
Anggota geng Lisa merasa iri melihat kebahagiaan Adiva dan kedua temannya.
Didalam ruangan pemilik kampus, ayah Lisa yang bernama Atmaja itu sedang duduk sembari memegang dahinya. Dia sangat kecewa kepada putrinya, selain kalah dalam perlombaan merias melawan Adiva, Lisa juga berani sekali menuduh Aina yang bukan-bukan. Lalu ia dikejutkan dengan Lisa yang menendang pintu ruangannya dengan tidak sopan lalu duduk di kursi, didepan ayahnya. Lisa sedikit menggebrak meja kemudian bilang.
"Ayah, aku tidak ingin keluar dari kampus! Ayah harus bisa dong, kan ayah pemilik dari kampus ini!"
"Tidak fair lah Lisa, apa kata semua orang kalau kamu tetap kuliah dikampus ini! Ayah tidak ingin kredibilitas ayah tidak diakui oleh mereka semua. Kamu harus pindah kampus!"
__ADS_1
bersambung...