MAMA MERTUA JAHAT

MAMA MERTUA JAHAT
Ada Pengkhianat!


__ADS_3

Mama Linda terus menerus meronta saat dirinya dipegangin kuat dan dibawa oleh kelima bodyguard kekar itu. Sementara itu Bandi inisiatif mengecek dastang listrik diluar kabin buat dibenerin setelah orang asing yang ternyata adalah seorang wanita itu berhasil ditemukan dan dibekukan.


Bandi menyalakan kembali listriknya dan lekas masuk kedalam kabin menyusul yang lain. Mama Linda dibawa ke ruang santai, Bandi bergegas memanggil Adiva di dalam kabin mengabarkan bahwa orang asing itu berhasil dibekukan.


Bandi mengetuk pintu kamar Adiva, dari dalam kamar Adiva dan yang lain mendengar suara seorang wanita yang terus meronta-ronta dan suara wanita itu persis sekali seperti suara mama mertuanya.


Adiva bergegas membuka pintu kamar. Ia lihat Bandi datang ke kamarnya dengan wajah sumringah. Lisa juga ikutan bangkit lalu melangkah ke belakang Adiva.


"Sudah ketangkep?" tanya Adiva.


Bandi mengangguk.


"Yes dan orang asing itu sedang diikat di ruangan santai. Ayo kita kesana sekarang?" ajak Bandi.


Lisa menggelengkan kepalanya.


"Nggak ah aku disini aja, aku malas melihat orang asing yang jahat itu aku mau jagain Wildan bareng babysitternya saja," ucap Lisa menolak.


"Yaudah aku titip bayi aku ya beb," titah Adiva kemudian berjalan keluar bersama dengan Bandi. Di dalam kamar, Lisa kembali menutup pintu kamarnya dan kemudian menjaga Juna bersama dengan babysitter itu.


Bandi dan Adiva sampai di ruangan santai, orang asing itu masih memakai masker dan belum dibuka oleh bodyguard lain. Tangannya diikat dengan tali yang kuat, rambutnya terlihat acak-acakan dan aroma badannya menebarkan bau yang tidak enak seperti tidak mandi selama berminggu-minggu.


"Buka masker dia," titah Adiva kepada seorang bodyguard.


Adiva mengamati dengan tatapan penasaran ketika seorang bodyguard mulai melepas masker yang dikenakan oleh mama Linda. Terlihat dengan jelas kalau wanita asing itu benar-benar adalah mama mertua jahatnya.


"Mama? Kenapa mama bisa sampai sini?"

__ADS_1


"Itu bukan urusan kamu! Yang pasti yang saya inginkan adalah kamu mati ditangan saya! Hahahahaha." jawab mama Linda mengerikan.


Karena geram Bandi menendang wajah mama Linda menggunakan kakinya. Bandi geram karena tadi siang mama Linda telah melukai bahunya menggunakan cluritnya. Bibir mama Linda dan gusi mama Linda sampai berdarah karena efek tendangan dari Bandi itu.


"Bodyguard sialan! Kamu juga akan saya habisi hah! Hahahaha."


Mama Linda seperti sudah kehilangan akal sehatnya. Dia tampak lebih parah dari dulu sewaktu sebelum menjadi buronan polisi. Sekarang, mama Linda malah ingin menghabisi nyawa banyak orang.


"Polisi yang aku hubungi kok belum datang juga ya?" ucap Adiva bingung.


Mama Linda kembali tertawa kencang.


"Hahahahahahaha, nungguin polisi-polisi itu ya? Percuma! Penantian kalian nggak bakalan terwujud!" tutur mama Linda seraya menatap tajam kearah Adiva dan Bandi.


"Maksud kamu apa ma?" tanya Adiva dengan tatapan penasaran.


"Hah, jadi maksud mama, mama sudah menghabisi nyawa mereka? Mama benar-benar seorang wanita yang kejam!" pekik Adiva kemudian menampar marah wajah mama Linda.


Adiva benar-benar emosi melihat kelakuan mama Linda. Rasanya menamparnya sekali saja itu jauh dari kata cukup. Karena emosi, Adiva kembali menampar wajah mama Linda berkali-kali sampai wajah mama Linda bolak-balik kena tampar oleh menantunya yang sedang murka banget itu.


Kemudian, Adiva duduk bersimpuh didepan mama Linda yang sedang terikat dengan didudukkan disisi dinding, Adiva menatap mama Linda dengan tatapan penuh kemarahan. Adiva kembali menampar mama Linda sekali lagi.


"Menantu bejat!" geram mama Linda tidak terima.


Lantas Adiva meminta clurit yang sedang diamankan oleh seorang bodyguard. Kemudian, bodyguard itu bergegas memberikan clurit yang tajam dan penuh dengan noda darah itu untuk Adiva.


Apa yang akan Adiva lakukan dengan clurit itu? Mama Linda tampak ketakutan saat melihat menantunya itu menggerak-gerakan clurit itu didepan wajahnya. Mama Linda menjadi agak gemetar badannya, agak gugup karena berpikir Adiva akan membacoknya menggunakan clurit itu.

__ADS_1


Sementara itu semua orang yang ada di dalam ruangan santai itu tampak tegang ketika melihat sikap Adiva yang berubah menjadi seperti mau membunuh mama Linda. Adiva masih menggerak-gerakan clurit itu didepan mama Linda sembari tersenyum kelam. Adiva juga bisa seram kalau hatinya sedang sangat marah dan dipenuhi dengan kebencian kepada orang yang telah memancing amarahnya keluar.


Mama Linda menelan ludah ketika bagian yang paling tajam dari clurit itu didekatkan oleh Adiva ke salah satu bola mata mama Linda. Sepertinya Adiva mau menusuk salah satu matanya menggunakan clurit itu.


"Mau apa kamu Adiva! Berani kamu sama saya hah!"


"Jelas berani!" balas Adiva berteriak memekakkan semua telinga orang yang ada di dalam ruangan santai itu. Dari dalam kamar, Lisa juga mendengar teriakan marah dari Adiva. Lisa melirik kearah pintu sembari menampakkan wajah yang terlihat cemas. Sepertinya Adiva sedang marah besar terhadap orang asing itu.


Baby W jadi terbangun setelah terdengar suara Adiva berteriak marah. Baby W menangis kemudian Anna lekas membopong baby W, menenangkan baby W sampai tidak menangis lagi.


Lisa menatap bingung kearah baby W yang ia lihat terus menangis. Lisa bergegas keluar kamar mau mengabarkan kepada Adiva kalau bayinya terbangun dan terus menangis.


Lisa melangkah menuruni anak tangga kemudian saat sampai di ruangan santai, Lisa melihat ketegangan yang sedang terjadi disini.


"Adiva, kamu mau ngapain beb?" tanya Lisa seraya memegang kedua pipinya dan habis itu membuka mulutnya karena terkejut.


Adiva melirik kearah Lisa kemudian berhenti menakut-nakuti mama Linda seperti tadi.


"Tapi aku tidak akan mau mengotori tanganku dengan menghabisi nyawa wanita biadab ini!" urai Adiva seraya mengarahkan clurit itu lagi kearah mama Linda.


Lisa mengangguk setuju. Lisa tidak ingin sama sekali melihat sahabat terbaiknya menjadi pembunuh meski orang yang dimaksud itu memang pantas buat dibunuh karena kejahatannya selama ini yang telah menghabisi nyawa banyak orang.


"Itu mama mertua kamu kan beb, kok bisa dia sampai sini? Dia naik apa dan tahu darimana keberadaan kabin ini?" tanya Lisa gemetar nan bingung.


"Aku yakin sih, ada diantara kita di dalam kabin ini yang menjadi pengkhianat! Dia membocorkan keberadaan kabin ini kepada wanita biadab itu. Dan dia juga orang yang pastinya membantu wanita biadab itu buat bisa sampai kesini," ucap Bandi sangat yakin.


Adiva setuju dengan kecurigaan Bandi. Mama Linda tidak mungkin bisa sampai sini kecuali kalau ada orang yang membantu langkahnya mama Linda buat bisa sampai datang ke tempat ini. Tapi siapa kira-kira orang yang sudah menjadi pengkhianat itu?

__ADS_1


Bersambung...


__ADS_2