MAMA MERTUA JAHAT

MAMA MERTUA JAHAT
Perang kecil menantu dan mertua


__ADS_3

"Apa? Jadi mama mau menjodohkan dia dengan Daffa? Pokoknya kakak nggak setuju, biar kakak carikan saja jodoh yang terbaik buat kamu Daffa," ujar Alzam tidak setuju dengan niat ibunya sembari menatap serius kearah adiknya.


Daffa diam saja bingung mau berkata apa. Mereka bertiga langsung dikejutkan dengan


Mama Linda yang menggebrak meja karena saking emosi. Lagi-lagi Alzam tidak mau menerima Amel hadir dalam hidupnya, bahkan hanya sekedar menjadi iparnya sekalipun?


"Apa hak kamu melarang mama menjodohkan adik kamu dengan Amel! Toh adik kamu juga mau tuh dijodohin sama wanita pilihan mama itu. Nggak kaya kamu lebih memilih perempuan kampungan ini!"


"Mama, berhenti ngatain istriku! Yaudahlah terserah mama mau menjodohkan Daffa dengan siapa, aku tak peduli.," ucap Alzam sembari merangkul mesra bahu Adiva.


Adiva pura-pura tersenyum senang, tapi merasa risih karena harus kembali berpura-pura mesra didepan orang. Adiva senyum-senyum cantik lalu menatap wajah ibu mertuanya yang terlihat sudah seperti tomat matang.


Singkat waktu bi Sri dan bi Turi pembantu kesayangan mama Linda sudah selesai memanaskan makanan, mereka kembali menghidangkan makanan-makanan yang sudah dimasak diatas meja makan.


Mama Linda sebagai ratu langsung mengambil nasi dan lauk duluan, setelah selesai mengambil porsi untuknya sendiri, mama Linda kemudian punya ide, mama Linda mengambil dua piring untuk Alzam dan Daffa. Mama Linda mengambilkan kedua anaknya nasi dan juga banyak lauk lebih dari batas wajar, hingga tidak menyisakan sedikitpun lauk yang lezat untuk Adiva.


Alzam melihat kearah piringnya dibawah wajahnya, hampir semua lauk yang lezat ada disitu, juga dipiring Daffa dan juga piring mama. Adiva memanyunkan bibirnya karena tidak kebagian lauk yang enak akibat kebencian sang mama mertua.


"Alzam, Daffa, kalian habisin ya, hanya kita yang berhak makan lauk enak, kan ini uang kita. selain itu makan seadanya saja ya," titah mama Linda sembari tersenyum mengejek kearah Adiva.


"Tidak ma, aku tidak makan lauk sebanyak ini! Pembantu mama didapur juga selalu makan pakai lauk yang enak. Hmm, sayang, lauk ini untuk kamu ya?" tawar Alzam seraya mengambilkan sepotong ayam dan dua nugget crispy untuk Adiva.

__ADS_1


"Tidak Alzam, mama tidak setuju! Lauk-lauk itu, sengaja mama ambilkan supaya badan kamu makin berisi, makin kekar sayang, abisin ya!" sahut mama Linda.


"Mama mau memperlakukan menantu mama dengan tidak adil, Alzam yakin kedepan, kalau Daffa menikah dengan Amel, lihat saja nanti. Sayang sebaiknya kita makan diluar ya?"


Adiva setuju-setuju saja mau diajak Alzam makan di manapun, yang penting perutnya kenyang. Namun tiba-tiba saja, saat Alzam dan Adiva mulai bangkit berdiri dari duduknya, Daffa menggenggam erat tangan kakaknya.


"Ada apa Daffa!?" tanya Alzam kesal.


"Jangan ajak istri kakak pergi, dia masih sakit kak,"


Alzam tidak mengerti apa maksud Daffa berkata bahwa istrinya sedang sakit, tapi memang Alzam lihat wajah istrinya agak pucat.


"Adiva, baru mas sadari wajah kamu tampak seperti orang yang sedang sakit, darimana kamu tahu kalau istri saya sedang sakit Daffa? Sayang, apakah kamu sedang sakit?" tanya Alzam ke Adiva dengan gaya bicara yang lembut namun serius.


"Iya, tadi gue nggak dibiarin masuk sama mama kamu, mas, Gue dibiarin hujan-hujanan diluar, bahkan sampai membuat gue pingsan. Bahkan tadi sampai ngundang dokter buat menangani gue, maaf mas kalau gue udah menceritakan ketegaan mama kamu, gue hanya bilang yang sebenarnya saja,"


Mama Linda membuka mulutnya sembari mendelikan mata kejamnya, Adiva baginya lancang berani sekali menceritakan perihal kejahatannya tadi sore, menceritakan kepada anaknya. Almarhumah Zahra saja dulu ga berani waktu dirinya siksa.


Mama Linda mengambil garpu lalu ia lemparkan dengan cepat ke wajah Adiva. Hampir saja garpu itu menancap di bola mata Adiva. Sampai Adiva sedikit berteriak pelan karena garpu itu cukup keras mengenai wajahnya.


"Dasar menantu lancang! Berani sekali kamu memfitnah saya hah? Apa tidak cukup puas kamu telah merusak rencana indah saya menjodohkan wanita pilihan saya dengan Alzam?! Sekarang kamu ingin membuat anak saya membenci mamanya dengan tuduhan kamu itu!?" lantang mama Linda yang membuat semua orang merasa bising karena suara kerasnya.

__ADS_1


Ketika mama Linda marah, kemarahannya selalu membuat Daffa bergetar, dan selalu membuat Alzam merasa bersalah, karena gagal membawa ibunya menjadi seorang yang lembut dan baik.


"Alzam sangat kecewa dengan sikap mama kepada istriku. Alzam selalu berharap mama bisa menerima Adiva dengan baik, tapi ternyata begini kelakuan mama tadi sore? Apa mama ingin melihat kita pergi dari rumah?"


"Apa-apaan kamu Alzam? Kenapa kamu bertambah membangkang sama mama? Heh menantu kere, pasti kamu udah menghasut anak saya yang macam-macam kan? Ayo ngaku kamu!" tanya mama Linda ketus seraya menunjuk wajah Adiva.


Adiva menggeleng, dirinya tidak pernah menghasut suaminya buat membenci mamanya. Adiva jadi sedih, keresahan yang pernah ia rasakan sebelum menikah dengan Alzam, sekarang ia telan pil pahitnya. Ataukah setelah ini, akan ada kesedihan yang lebih mendera?


"Nggak pernah sedetikpun gue menghasut anak mama, kenapa sih mama nggak mau menerima kehadiran gue disini sebagai menantu mama? Mentang-mentang gue miskin dan mama anggap gue anak yang nggak punya masa depan?"


Alzam menyahut istrinya dengan membela Adiva


"Di kampusnya, Adiva adalah salah satu mahasiswi pintar,"


Mama Linda tidak peduli mau secerdas apa Adiva, kecerdasan tidak menjamin seseorang untuk berhasil sukses, pikirnya.


"Kamu tidak seperti kakak kamu yang selalu bersikap sopan dan lemah lembut kepada saya. Alzam, benar kan dugaan mama? Wanita ini, istri kamu itu adalah wanita ular yang pandai bermanipulasi!"


Adiva tidak diterima dikatain mama mertuanya seorang perempuan ular. Dengan berani Adiva membantah mama mertua jahatnya itu, yang selalu saja marah-marah dan menuduh dirinya. Adiva mulai bertaring.


"Anak anda yang memilih gue sebagai istrinya, bukan gue yang menyatakan cinta apalagi mengejar anak lo. Jadi udah jelas dong kalau pernikahan gue dengan mas Alzam itu bukan gue yang ngejar-ngejar mas Alzam! Mama juga bilang kalau gue pakai pelet, sorry ya, gue paling anti sama hal gituan! Hmm, soal sikap gue yang jauh beda dengan almarhumah kakak, ya ini emang sifat gue, tomboy, bar bar, dan ini jati diri gue yang sebenarnya! Tapi gue selalu berusaha bersikap baik, walau nita baik itu ga akan dihargai sama mama. Jadi gue harap, kedepan mama Linda jangan pernah nyudutin gue lagi ya? Come on, jaman sekarang masih ada mama mertua jahat ya?" ucap Adiva berani.

__ADS_1


Mama Linda semakin emosi, Adiva berani terang-terangan menyebutnya mertua jahat, meski itu adalah fakta.


"Sampai kapanpun saya akan selalu menyudutkan dan menyindir kamu menantu kurang ajar! Bukan karena saya jahat, tapi saya akan membongkar kedok kamu! Buka topeng sok polos kamu Adiva!" sinis mama Linda lalu menjambak rambut Adiva...


__ADS_2