MAMA MERTUA JAHAT

MAMA MERTUA JAHAT
Pusat Perhatian Malah Mereka


__ADS_3

Adiva dengan rasa percaya diri keluar dari dalam mobil. Adiva menyusuri jalan depan rumah mewah keluarga Amel. Banyak dekorasi luar biasa keren di depan rumah. Benar-benar menggambarkan suasana pertunangan para sultan. Kemudian Adiva melangkah dengan anggun sampai ruang tamu tempat dimana para tamu sedang berkumpul. Banyak mata menatap kagum saat melihat Adiva lewat.


"Sepuluh langkah lagi menuju tempat orang-orang penting itu ada, setidaknya penampilan gue kali ini cukup enak lah dipandang. Meski ini I hate it. bukan style berpakaian kesukaan gue njir. tapi yang terpenting, gue nggak mau malu-maluin kak Alzam." ucap Adiva kemudian berpas-pasan dengan seorang pelayan sewaan yang ditugaskan khusus menjadi pelayan pada acara pertunangan hari ini.


Pelayan laki-laki itu tampak terpesona melihat gadis cantik yang melintas disampingnya. Adiva jual mahal saat dilihati dengan agresif oleh pelayan itu. Adiva membuang muka dengan manja.


"Huft! Cowok ga bisa lihat yang bening dikit. Zina mata woy." batin Adiva kesal.


Sepatu putih bertabur intan yang dipakai oleh Adiva mulai menjejak di lantai marmer ruangan para tamu undangan berkumpul. Orang-orang dibuat terkesima saat melihat putri cantik berambut pendek itu masuk dari luar pintu menuju ruangan tempat mereka berkumpul. Diatas karpet putih Adiva menunjukkan dirinya yang berbeda.Adiva berdiri bak seorang model catwalk. Adiva berdiri dengan anggun di white carpet. Adiva berpose tolak pinggang.


Beberapa media yang hadir untuk meliput acara pertunangan besar ini memotreti Adiva.


"Waaah, itu siapa? Nggak kalah cantik dari tunangan wanitanya," bisik seorang ibu-ibu yang ikut menghadiri undangan. Ibu-ibu itu sedang berbisik dengan teman wanitanya.


"Oh itu tuh kakak ipar dari tunangan laki-laki. Setahu saya dia itu gadis tomboy jeng, tapi entah kenapa penampilannya sudah berubah, bak princess dari Eropa ya? " sahut temannya ikut kagum.


"Wah keren deh, saya kagum kalau begitu melihat perubahan yang dilakukan oleh dia,"


Adiva berjalan dengan percaya diri ditengah kerumunan orang-orang. Banyak sekali netra yang menatap kagum melihat penampilan Adiva yang udah dipoles dengan cantik dan sempurna oleh bi Sri.


Adiva berjalan menghampiri Alzam, kedepan Alzam lalu berputar cantik hingga gaunnya mengembang dengan indah, didepan laki-laki gagah yang berstatus sebagai suaminya.Alzam kagum. Adiva sukses membuat ratusan orang terkesima saat melihat penampilannya. Ternyata gadis buluk seperti Adiva bisa berubah jadi bidadari setelah dipoles sedemikian rupa. Apalagi kecantikan yang dimiliki oleh Adiva benar-benar udah dari sananya.


"Princess berambut pendek," ucap Alzam terkesima menatap penampilan cantik Adiva yang bahkan jauh lebih cantik dari saat akad dan resepsi pernikahan mereka dulu.


Adiva tersenyum cantik untuk Alzam lalu melirik kearah mama Linda di kursi atas panggung. mama Linda tampak terkejut melihat penampilan Adiva yang tidak kalah anggun dari penampilan Amel. Amel sendiri merasa sebal dan badmood. Merasa ada saingan dan melotot sinis tatkala memandang kedekatan sepasang suami istri itu, Alzam dan Adiva.


"Baiklah semuanya, nyonya Linda apakah acara pertunangannya sudah bisa dimulai?" tanya MC laki-laki.

__ADS_1


Mama Linda mengangguk kemudian mengajak Daffa dan Amel untuk berdiri diatas panggung yang mewah, disaksikan oleh ratusan orang yang hadir dalam acara. Saksi dalam proses bersatunya suatu pasangan ideal, dalam ikatan pertunangan. Suatu ikatan sebelum dilangsungkannya pernikahan diantara mereka.


"Selamat siang untuk semua hadirin yang terhormat, siang ini kita akan menyaksikan acara tukar cincin yang akan berlangsung, antara Daffa Mahendra dan Amel Prastiwi, semoga hubungan mereka kedepannya selalu berjalan dengan harmonis, romantis, hingga sampai ke jenjang pernikahan nanti, lalu langgeng, dan bahagia selalu sampai maut memisahkan." harap sang MC yang kemudian diamini oleh orang-orang.


Setelah itu, mereka berdua Daffa dan Amel akan segera saling memasangkan cincin Pertama Daffa memasangkan cincin di jari manis Amel dan Amel juga melakukan hal yang sebaliknya. Setelahnya, semua orang bertepuk tangan saat mereka sudah selesai saling memasangkan cincin.


"Selamat ya." teriakan mereka kompak.


"Yeeeiy, akhirnya kalian berdua sudah resmi menjadi tunangan, selamat ya sayang, mama bahagia sekali," ucap mama Linda senang lalu memeluk Amel dan Daffa.


"Amel sayang, kamu jadilah istri yang baik untuk suamimu, jangan pernah mengecewakan dia dan jangan pernah malu-maluin," lantang bu Ratih seraya melirik sebal kearah Adiva. Bu Ratih tidak menyukai Adiva karena Adiva ia anggap telah menggagalkan rencana perjodohan dengan Alzam dulu.


"Etdah, kena sindir lagi deh gue, hmm  hohoho, perasaan penampilan gue udah glamour kek gini," batin Adiva dengan wajahnya yang cemberut.


Alzam melihat muka istri kecilnya bete, tahu kalau bu Ratih itu sedang menyindir Adiva yang belakangan penampilannya selalu bikin malu untuk ukuran penampilan istri-istri orang kaya. aq


Adiva memandang sejenak ke wajah Alzam kemudian memandang kearah meja makan, rasa ingin makan itu, kembali ada dalam diri Adiva. Kebiasaan buruknya yang tidak tahan melihat makanan enak selama ini juga sulit untuk dihilangkan, namun kali ini Adiva harus berusaha untuk menahan gejolak makan norak itu.


"Boleh, nanti gue ambil porsi kecil aja deh mas,"


"Bagus kalau gitu, akhirnya kamu tobat."


Semua tamu undangan dipersilahkan untuk mengambil makanan apa yang mereka inginkan, tak terkecuali Adiva yang sedang mengambil dua iris brownis dan sedikit kue kering mentega.


Alzam dan Adiva duduk di kursi mereka masing-masing, mereka berdua saling berdekatan. Sebelum menyantap makanan yang ada dihadapan mereka, mereka terlebih dulu tatapan manja lagi, sepertinya nggak ada bosan-bosannya mereka bertatapan dan memang sudah seharusnya tidak boleh bosan sama pasangan sendiri. Alzam sangat bangga dan puas, bahkan jauh diatas ekspetasinya.


Lalu dengan penuh romantisnya, Alzam menyuapi Adiva sepotong brownies, membuat cewek-cewek jomblo teman-teman Amel yang datang jadi iri dan menjerit histeris didalam hati mereka. Melihat seorang CEO super perfeksionis, ganteng sedang suapin istrinya yang berasal dari kasta biasa saja. Sungguh beruntung hidup Adiva, pikir mereka.

__ADS_1


Setelah disuapin oleh suaminya, Adiva juga membalas dengan suapan mesra untuk suaminya kue kering mentega. Kemesraan mereka menjadi fokus utama dari para tamu undangan, bukan pasangan yang barusan bertunangan yang menjadi fokus utama mereka.


"Kok malah mereka sih yang jadi pusat perhatian, kenapa bukan aku aja coba sama Daffa. Tapi emang sih mas Alzam jauh lebih menarik dari adiknya, huuh seandainya saja dulu aku tidak memarahi anak-anak jalanan itu pasti sekarang aku yang ada di posisinya cewek kuman itu." gumam Amel didalam hatinya.


Daffa menoleh ke perempuan yang sedang duduk dengan wajah bete disampingnya. Daffa inisiatif memegang lembut tangan Amel dan kemudian bertanya.


"Sayang, kok kamu cemberut sih? Kamu tampak muram, kamu nggak bahagia dengan pertunangan kita?"


Amel terkejut, kemudian tersenyum palsu kepada Daffa


"Hmm nggak kok, aku lagi kurang enak badan aja sih, yaudah, aku mau ke toilet dulu ya sayang? Mau muntah, maaf." izin Amel.


Daffa mengangguk dengan wajah yang cukup sedih saat mendengar Amel bilang dirinya sakit, kemudian Daffa melangkah kepada teman-teman lelakinya.


"Makasih guys kalian udah sempatin datang kesini, gua bangga punya teman kaya kalian," tukas Daffa lalu duduk di tengah-tengah teman lelakinya. Sementara itu di toilet, Amel sedang berdiri di depan cermin sembari menatap nyalang bayangannya.


"Aaaaaaaaaa!"


"Pyaaaaaar!"


Amel melempar botol shampo kearah cermin sampai cermin itu pecah!


"Kurang cantik apa sih aku? Aku jauh lebih cantik dari cewek gembel itu tapi mas Alzam lebih memilih dia daripada aku? Heran sama mas Alzam, padahal dia juga belum tentu baik! Si gembel sialan itu! Awas aja kalau aku udah menikah dengan Daffa, aku akan memilih tinggal di rumah mama Linda, lalu aku akan mulai menghancurkan hidup kamu cewek gembel! Dasar gembel betinaaaa!"


Murka iblis Amel.


Bersambung...

__ADS_1


__ADS_2