MAMA MERTUA JAHAT

MAMA MERTUA JAHAT
Si Menantu Pemalas


__ADS_3

"Bangunin dia dong sayang! Kita ini harus sarapan bersama-sama." titah mama Linda tidak sabar ingin segera sarapan tanpa menunggu lama menantu kesayangannya.


Daffa bergegas bangkit lalu berjalan kembali ke kamarnya. Daffa berjalan menaiki anak tangga dengan mimik wajah yang risau, lalu membuka lagi pintu kamarnya dengan perlahan lalu masuk kedalam. Wajahnya sangat heran bercampur kesal saat melihat si istri masih tidur manja diatas kasur, memeluk hangatnya guling yang membuat badan menjadi begitu nyaman dan nikmat.


"Bangun sayang?" lirih Daffa sembari menepuk pelan pipi Amel.


Amel hanya menggerakkan kelopak mata dan mimik wajah sejenak saat merasa ada sebuah tangan yang menyentuh wajahnya, lalu kembali tertidur. Karena Amel tidak kunjung bangun, kali ini Daffa menepuk pipi Amel dan berbicara menyuruh Amel bangun dengan nada suara yang lebih keras lagi. Amel akhirnya terbangun karena itu lalu mengucek kedua matanya.


"Mas Daffa? Kenapa kamu berbicara keras sekali? Aku masih mengantuk mas." ucap Amel bete seraya mengucek matanya.


"Kita ditungguin makan pagi tuh sama semua orang di meja makan. Masa kamu tidur mulu sih sayang? Ayo kita makan pagi bersama?"


"Sayang, aku tuh udah biasa bangun tidur jam delapan pagi. Sekarang masih jam enam pagi kamu ini gimana sih? Yaudah, kalian sarapan aja sana tanpa menunggu aku! Aku mau tidur lagi ah, hoamssss."


Amel kembali menarik selimutnya lalu memejamkan kedua matanya kembali dengan wajah tanpa bersalah dan nyaman. Daffa merasa harus bagaimana lagi bilang ke mamanya kalau Amel masih ingin tidur sampai dua jam kedepan? Daffa semakin merasa tidak enak hati sih, tetapi Daffa akan membela istrinya didepan semua orang nanti.


Daffa kembali ke meja makan dengan ekspresi datar namun hatinya takut, Amel akan menjadi bahan omongan orang-orang di meja makan. Karena jam segini udah waktu harusnya mandi dan sarapan malah masih enak-enakan tertidur, orang macam apa itu?


"Loh kok kamu keluar sendiri nak? Istri kamu belum bangun?" tanya mama Linda lagi, dengan pertanyaan sama seperti tadi.


Daffa mengangguk lalu Daffa terpaksa mengarang cerita kalau Amel sedang kurang enak badan jadi Amel belum bangun dan masih ingin beristirahat selama beberapa jam kedepan.


"Ya ampun... Kalau istri kamu sedang tidak enak badan, kenapa tidak segera mengundang dokter pribadi keluarga kita nak? Ya ampun, menantu kesayangan mama." panik mama Linda namun sengaja ingin membuat Adiva merasa iri, karena saat Adiva sakit pun mama Linda tidak pernah merasa peduli.


"Ah nggak mam, paling dia cuma kena masuk angin biasa. Tidur juga sembuh nanti, kalau Daffa udah berangkat kuliah pasti dia bangun. Mama jangan marahin dia ya nanti, mungkin dia memang sedikit manja dan pemalas?" pinta Daffa.

__ADS_1


Tiba-tiba Alzam menyahut dengan tegas!


"Kalau dia berbuat salah ya wajib dimarahin lah! Istri saya saja kalau buat salah pasti kena omel, bahkan tidak salah pun kena omel juga."


Adiva bahagia sekali saat suaminya berani berkata tegas seperti itu.


Karena sahutan Alzam itu mama Linda dan Daffa sekarang sama-sama sedang menatap kearah Alzam yang sibuk mengoleskan roti dengan selai coklat. Mama Linda merasa tersindir dengan perkataan Alzam namun tidak peduli dan lanjut saja mengunyah roti tawar selai coklat yang rasanya empuk dan manis.


Usai sarapan bersama semua orang akan kembali beraktifitas diluaran seperti biasa dan mama Linda senang karena akan berdua, seru-seruan dirumah sepuasnya bersama dengan menantu kesayangannya.


Terdengar ketukan pintu kamar yang suaranya masuk kedalam kuping Amel, hingga Amel kembali terbangun. Amel mengucek netranya lalu menatap ke jam beker yang ada diatas meja kecil samping ranjang. "Sudah jam sembilan" katanya pelan.


"Masuk!"


mama Linda masuk kedalam kamar sembari membawa segelas air.


"Nggak perlu ma, sekarang aku udah mendingan."


Amel merasa perutnya keroncongan sekali.


"Tapi aku sekarang merasa kelaparan sih ma, hehehe."


"Apa? Ya ampun, menantu kesayangan mama pasti udah lapar ya? Yaudah ayo sayang, kita ke meja makan, nanti mama suruh para ART-ART buat bikinin sarapan yang baru, yang masih anget dan fresh buat kamu sayang." ajak mama Linda.


"Iya ma, makasih ya? Amel begitu dimanjakan disini. Amel sangat bahagia sekali jadi menantu mama. Amel nggak salah pilih suami yang punya ibu sebaik dan perhatian kaya mama Linda.... Uuuh..."

__ADS_1


"Mama juga bahagia sekali punya menantu yang berkelas, cantik, dan juga santun seperti kamu sayang. Tahu nggak sih, kalau teman-teman arisan mama semuanya kagum sama kamu!"


"Wah, Amel juga senang kalau mama bangga punya menantu yang membanggakan seperti Amel ini.  Yaudah, tapi Amel mau mandi dulu ya ma?"


"Iya sayang."


Singkat waktu Amel pun selesai mandi, lalu ia make up dan tampil dengan memakai pakaian fashionable miliknya. Sebuah kaos lengan panjang coklat dengan bagian punggung yang terbuka. Amel juga memakai rok yang sangat pendek sekali. Amel dan mama Linda duduk bersama di meja makan. Para pembantu harus masak yang kedua kalinya di pagi ini hanya demi memanjakan menantu baru itu.


Bi Turi dan bi Inem merasa kesal karena tugas mereka semakin bertambah. Dua pembantu rempong itu selesai menghidangkan makanan kembali diatas meja, kini sedang ngomongin Amel di dapur. Mereka berdua tampak tidak suka melihat keberadaan Amel didalam rumah ini.


"Si menantu baru itu jam segini baru bangun, ya mentang-mentang keturunan orang ningrat jadi dia bisa berlaku seenaknya disini. Masih mending almarhumah non Zahra sama si udik tomboy Adiva itu sih, setuju kan Nem?" kicau bi Turi sembari mencuci baskom yang kotor dengan noda tepung.


"Betul banget Tur! Dia cuma akan jadi biang penderitaan kita selanjutnya. Pasti kita akan disuruh ini itu sama dia, huh dasar perempuan manja! Belum apa-apa aja udah nyebelin!" sahut bi Turi tidak senang.


Di meja makan, mama Linda asyik menemani menantu kesayangannya sarapan. Mama Linda sangat senang dan bahagia mengamati wajah menantunya yang cantik dan dia adalah keturunan orang kaya.


"Habis ini kita pergi jalan-jalan ya ke butik, Amel kamu bisa kan? Dua hari lagi mama akan menghadiri acara ulang tahun teman mama yang of course dari kalangan kelas atas. Dia istri seorang pejabat dan mama harus tampil sempurna. Mama inginkan gaun yang terbaik dan tercantik untuk mama dan juga kamu."


Amel yang sedang makan meminum air putih dulu sebelum menjawab ajakan dari mama mertuanya.


"Pasti Amel mau dong ma. Nanti Amel bantuin mama milih fashion yang terbaik dan tercantik untuk mama dan aku pakai nanti."


"Uuuh, bahagianya punya menantu yang pinter dalam hal fashion seperti kamu sayang. Tidak seperti si menantu mama yang satu itu tuh, fashion aja ga ngerti! Kaos kotor yang belum dicuci pun ia pakai! Jijik deh."


"Iyuuuh..." sahut Amel disertai ekspresi wajah yang merasa ilfil juga.

__ADS_1


Bersambung...


__ADS_2