MAMA MERTUA JAHAT

MAMA MERTUA JAHAT
Kekejaman Suami Jenna


__ADS_3

"Tapi ini kan rumahku juga! Masa iya sih aku ini ratu biarin perempuan lain masuk kedalam rumahku, istanaku! Mana sok senyum-senyum genit lagi sama suamiku! Sialan! Ini tidak bisa dibiarin tapi sebaiknya aku jangan gahar didepan perempuan ini. Aku biarin aja dulu dia nginep disini, awas aja ya kalau berani kurang ajar baru deh aku mulai beraksi! Aku nggak akan segan-segan bikin perhitungan sama kamu mba Jenna kalau kamu berani menggoda suamiku disini!" batin Adiva penuh penekanan nada.


"Tapi, saya juga harus atas persetujuan istri saya juga dong. Kalau istri saya tak mengizinkan kamu nginep disini, maka saya juga tidak akan mengizinkanmu menginap dirumah ini. Maaf ya Jenna?" sahut Alzam mengejutkan Adiva.


"Ternyata suami aku masih peduli dan mengerti sama perasaan aku. Tahu sendiri kan hati seorang wanita yang udah punya pasangan itu pasti lebih sensitif! Jauh lebih sensitif daripada kulit bayi." batin Adiva terhenyak.


Adiva tersenyum manja lalu menggandeng mesra tangan suaminya.


"Kesayangan aku banget nih suami. Jadi gini ya mba Jen, aku izinin kamu tidur dirumahku tapi khusus malam ini aja ya. Seperti kata mas Alzam tadi kamu tidur di ruang tamu ya. Tapi besok, kamu sudah harus pulang kerumahmu. Kamu sebaiknya lapor polisi kalau si suami gak tahu diri itu masih suka lakuin aniaya fisik sama kamu, jangan terlalu lemah meski kamu adalah seorang wanita." ucap Adiva mengizinkan Jenna menginap semalam dirumahnya.


"Makasih banyak Adiva, makasih banget. Aku nggak tahu harus bilang apalagi dan lakuin apa buat balas kebaikan kalian, tapi yang pasti malam ini kalian adalah dua malaikat penolong aku." balas Jenna terharu.


***


Didalam rumahnya, tepat pukul dua belas, pak Nick terbangun dari tidurnya. Rasanya asing karena wanita yang biasa ia peluk saat lagi tidur malam ini pergi entah kemana.


"Kemana wanita keparat itu! Lancang sekali dia berani pergi dari rumah ini. Dia lupa kah, dua anak tak bergunanya itu bisa saja aku habisi, meski dia adalah darah dagingku sendiri!" teriak pak Nick marah sampai wajahnya bewarna merah delima.


Pak Nick turun dari ranjang memakai sandal dengan agak ribet karena terburu-buru, lalu beliau menatap keluar dari arah jendela kamarnya. Pak Nick menatap kediaman Alzam, Adiva, yang sudah minim lampu menyala. Pak Nick yakin mereka semua keluarga muda itu udah pada tidur. Tapi, apa mungkin perempuan yang ia anggap seperti objek penindasan itu ada disana?


Memastikannya tidak mungkin, itu sulit, seperti menerobos sarang harimau, pengamanan dirumah Alzam begitu ketat. Tapi pak Nick teringat bahwa sekarang kan zaman modern, ngapain dibikin ribet, ponsel termewah aja dia punya. Dengan ponsel itu dia bisa mencari tahu dimana keberadaan istrinya.


Tapi pak Nick lihat, HP milik sang istri masih tergeletak diatas meja rias yang dengan itu pak Nick tak akan bisa menghubungi Jenna dan mencari tahu ia sedang berada dimana.


"Keparat!" pekik pak Nick kemudian menghancurkan ponsel Jenna dengan membantingnya ke lantai sampai pecah.


"Jenna! Awas kalau besok kamu sudah pulang kerumahku! Lihat saja apa yang akan terjadi padamu! Neraka menantimu betina keparat!" geram pak Nick, aura jahatnya terlihat sangat kuat.

__ADS_1


Keesokan harinya, Jenna sudah bangun tidur lebih pagi. Bahkan Jenna sudah bangun duluan dari pukul tiga demi menyiapkan sarapan untuk Alzam dan juga Adiva. Bi Turi aja terkejut melihat tamu tetangga yang rajin dan pinter memasak itu sedang beraktifitas di dapur.


"Waduh mbak cantik, ini semua tugas bibi, bukan tugas tamu agung seperti anda sayang." ujar bi Sri dari samping Jenna.


"Nggak apa-apa bibi yang ramah, ini sebagai bentuk balas budi saya kepada tuan dan nyonya sini. Saya akan membuatkan sarapan untuk mereka, sehabis itu saya akan kembali ke rumah saya."


"Yaudah kalau gitu deh, tapi bibi bantuin ya? Masa bibi diam aja si nggak ngapa-ngapain, bibi makan gaji picek dong kalau gitu, hehehehe."


"Hahahaha, gaji picek alias gaji buta ya?


"Wah kamu tahu arti dari picek?"


"Saya kan blasteran Jawa-Eropa bi, hehehe."


"Wah ternyata,"


Sementara bi Sri dan Jenna sedang menyiapkan masakan buat sarapan pagi, Adiva dan Alzam baru saja selesai mengerjakan ibadah sholat Shubuh bersama. Mereka berdua selalu menjalankannya kala waktu sudah tiba.


Beberapa saat kemudian, di meja makan mereka berdua menunggu sarapan yang sedang disiapkan oleh bi Sri.


"Apa menu sarapan kita pagi ini nasi goreng atau roti tawar lagi sayang? Sungguh, mas bosen sarapan itu mulu. Mas harus ingetin bi Sri nih supaya setiap pagi siapin menu sarapan yang beda."


"Udah sih mas biar nanti aku aja yang bilang ke my moms ya."


"My moms?"


"Bi Sri kan udah aku anggep seperti ibu kandungku sendiri, makannya aku panggil dia begitu."

__ADS_1


"Oh gitu, mas senang kalau kamu senang. Oh iya, Jenna mana ya dia belum bangun?


"Kayaknya belum. Yaudahlah sayang, mungkin dia kecapean, kita kan nggak tahu dirumahnya dia disuruh ngapain aja sama suaminya yang gila itu. Bisa jadi dia disuruh kerja rodi kan kita gak tahu sayang. Aku benci banget sama tipe lelaki modelan begitu, gak banget deh."


"Mas ceritain dong apa yang kamu lihat kemarin? Katanya kamu melihat Jenna kena KDRT?


"Iya, aku tahu sayang kejadiannya seperti apa, kemarin waktu aku berkebun aku lari kerumah dia karena aku mendengar suara teriakan Jenna. Lalu apa yang aku lihat? Pasti kamu gabakalan percaya! Pak tua itu menampar dan menuduh Jenna seorang pelacur loh!"


"Oh, keterlaluan banget ya! Mungkin Jenna udah seharusnya nggak boleh diam saja. Laporkan suaminya yang kejam itu kepada polisi."


"Dia sering menyiksa Jenna. Sering memaki Jenna dengan kata-kata kasar."


"Oh,"


"Pak Nick sering sewa pelacur juga, kasihan Jenna punya suami modelan begitu. Rasanya mas ingin membuat wajahnya pak Nick menjadi babak belur,"


"Oh,"


"Halo ratu Oh? Kenapa ratu mendadak sewot lagi?" goda Alzam sambil nyengir.


"Yuhuu, aku datang." ucap Jenna tiba-tiba saja sembari membawa sup udang dan nugget crispy.


"Hah, Jenna, kamu buatin kita sarapan?" kaget Alzam bertanya.


"Iya dong. Ini sebagai bentuk terimakasih aku karena kalian udah izinkan aku menginap semalaman disini." jawab Jenna seraya menaruh makanan itu diatas meja.


"Wah sup udang kesukaan saya! Ini baru menu sarapan yang tidak monoton!" riang Alzam sangat bernafsu menyantap makanan itu.

__ADS_1


Bersambung...


__ADS_2