MAMA MERTUA JAHAT

MAMA MERTUA JAHAT
Mama Linda Tertangkap!


__ADS_3

Semua orang menjadi terkejut saat listrik di kabin tiba-tiba mati seperti ini. Adiva tidak tinggal diam, Adiva inisiatif mengambil senter dan lilin yang kebetulan ada di dalam lemari dalam ruangan ini. Adiva mengingat dimana letak lemari itu karena suasana begitu gelap.


Sampai beberapa orang saling bertabrakan karena saking gelapnya pandangan mereka. Adiva berhasil meraih lemari itu lalu membuka pintunya. Terlebih dulu Adiva mengambil tiga senter baru banyak lilin untuk pencahayaan di dalam ruangan.


"Hai, ini senternya," tutur Adiva memanggil yang lain.


Lisa dan seorang bodyguard bergegas berjalan menghampiri Adiva. Mereka sama-sama mengambil senter yang dipegang oleh Adiva. Lisa mengarahkan senter itu ke segala sisi yang ada di dalam ruangan sampai sinar dari senternya yang silau tepat menyoroti wajah Bandi.


"Oy, silau tahu!" pekik Bandi merasa silau kemudian menutupi wajahnya.


"Maaf Bandi," sahut Lisa merasa ceroboh.


"Lisa, ini lilin-lilinnya dan ini korek apinya. Siapapun jangan ada yang mencoba keluar buat ngecek dastang listrik, takutnya ini sebuah jebakan dari orang asing itu. Semuanya harus tetap berkumpul disini, mengerti!" titah Adiva dengan nada bicara yang tegas.


"Mengerti," sahut semuanya kompak.


"Pokoknya sampai para polisi datang kita harus tetap berada disini. Aku mau ke kamar dulu, mau nemenin anak aku," ucap Adiva kemudian berjalan menaiki tangga menuju lantai dua tempat kamarnya berada.


Lisa mulai menyalakan beberapa lilin di ruangan santai itu, tampak semua orang merasa semakin tidak nyaman dengan kejadian ini listrik yang tiba-tiba mati. Diluar kabin, seorang perempuan paruh baya tengah tersenyum jahat setelah berhasil membuat listrik di dalam kabin jadi mati.


Tinggal mengatur rencana baru gimana caranya biar mama Linda bisa masuk kedalam kabin lalu menghabisi nyawa mereka satu persatu. Tapi karena listrik yang mati itu akibat ulahnya juga mama Linda sendiri jadi kesulitan buat bergerak karena suasana begitu gelap.


Namun mama Linda masih bisa sedikit meraba-raba tempat berkat sinar cahaya bulan purnama yang cukup terang. Mama Linda terus melangkah hingga dirinya sampai di belakang kabin, di dekat sebuah jendela kaca. Mama Linda punya ide yang menurutnya agak brilian. Mama Linda bisa masuk kedalam dengan mecahin jendela kaca ini.


Mama Linda mengambil sebuah batu besar yang ia lihat tergeletak diatas tanah belakang kabin. Mama Linda akan menggunakan batu besar itu buat mecahin kaca. Kemudian, mama Linda mulai bersiap mengambil ancang-ancang buat mecahin jendela kaca yang ada di bagian belakang kabin.

__ADS_1


Mama Linda merasa harus melakukan itu dengan cepat karena pasti jika memecahkan jendela kaca itu akan menimbulkan suara berisik yang dapat memancing orang-orang di dalam kabin buat datang ke belakang kabin lalu dirinya pun akan kepergok dan gagal masuk duluan kedalam kabin.


PRAAAAANG PRAAAAANG


Semua orang di dalam kabin mendengar ada seseorang yang sedang menghancurkan kaca dari arah belakang kabin. Adiva yang sedang menjaga baby W didalam kamar bersama Anna juga mendengar suara gaduh itu.


"Anna, itu apa ya?" tanya Adiva. Bertambahnya rasa panik mulai melanda diri Adiva.


"Saya juga tidak tahu nyonya," jawab Anna dengan nada bicara yang terlihat resah, wajahnya juga terlihat risau.


"Apa orang asing itu sedang berusaha masuk kesini?" tanya Adiva seraya menatap kearah pintu kamar.


Adiva kemudian menatap ke bayinya. Sepertinya Adiva tidak mungkin meninggalkan baby W sendirian di dalam kamar, meski Adiva rasanya ingin sekali melihat apa yang sedang terjadi di ruangan belakang kabin. Tapi pasti para bodyguard sedang mengecek apa yang sedang terjadi di belakang kabin.


"Siapa?" tanya Adiva lantang.


"Ini aku beb, Lisa, aku takut!" jawab orang itu yang ternyata adalah Lisa.


Adiva bergegas membukakan pintu untuk Lisa masuk kedalam kamarnya kemudian Adiva mengunci pintu kamarnya kembali. Lisa memeluk Adiva, Lisa yakin orang asing itu sedang berusaha masuk kedalam kabin. Suara pecahan kaca itu, Lisa yakin orang asing itu yang melakukannya.


Lantas Adiva, Lisa, duduk bersama diatas kasur bersama dengan Anna yang juga sedang terdiam dengan wajah datar. Baby J masih tertidur, tidak terbangun karena suara gaduh itu. Bandi dan yang lain sedang mengecek keadaan di belakang kabin dengan bantuan cahaya senter.


Bandi dan yang lain terkejut bukan kepalang melihat jendela kaca disini sudah dipecahkan dan sepertinya orang asing yang melakukan perbuatan ini sudah berhasil masuk dan berkeliaran di dalam kabin.


Dengan menggunakan senternya, Bandi melihat ada noda darah disela-sela pecahan kaca di bagian jendela. Bandi yakin pasti orang asing itu terluka karena tergores pecahan kaca di jendela kaca ini.

__ADS_1


Bandi mengarahkan senternya kearah lantai, benar saja, terlihat banyak ceceran darah diatas lantai. Dengan ceceran darah ini Bandi merasa bisa menggunakan ceceran darah orang asing itu, mengikutinya lewat ceceran darah diatas lantai ini yang mengarah ke dalam gudang di belakang kabin.


Dengan diikuti oleh bodyguard-bodyguard yang lain, Bandi melangkah perlahan menuju pintu gudang. Memang benar kalau mama Linda sedang ngumpet di dalam gudang itu. Mama Linda tengah merintih kesakitan di dalam hatinya karena tangannya tergores beling.


"Perih sekali, ah," rintihan mama Linda namun hanya berani bersuara di dalam hatinya.


Mama Linda bersembunyi di balik sebuah lemari tua sembari memegang clurit yang siap ia bacokkan kepada orang-orang yang masuk kedalam gudang tempatnya bersembunyi. Mama Linda mendengar suara pintu gudang yang dibuka oleh seseorang.


Mama Linda yakin pasti itu para bodyguard Adiva yang sedang mengecek isi gudang. Mama Linda sudah siap berjibaku melawan pemuda-pemuda kekar itu menggunakan cluritnya.


Bandi mendekat kearah lemari tempat mama Linda sedang bersembunyi dibaliknya. Mama Linda sangat bersiap menggunakan cluritnya buat mencabik-cabik wajah Bandi.


"Siap-siap aja kamu ya!" kata mama Linda di dalam hatinya sembari tersenyum ngeri.


Namun Bandi bergegas menghimpit lemari itu hingga mama Linda kejepit.


"Aaaah!" rintih mama Linda sesak, suara rintihannya terdengar oleh para bodyguard itu.


Mama Linda tidak kuasa untuk bergerak karena dirinya dijepit dengan kuat oleh Bandi lewat lemari itu. Bodyguard lain bergegas mengecek orang yang sedang bersembunyi di balik lemari itu menggunakan senter. Kemudian, bodyguard tersebut melihat ada seorang wanita yang memakai masker sedang merasa sesak karena kejepit lemari


Bodyguard itu kaget saat melihat senjata tajam yang dipegang oleh wanita dan lekas merebut clurit yang dipegang oleh wanita itu. Mama Linda berteriak histeris saat senjatanya untuk menghabisi mereka malah diambil oleh bodyguard itu.


Kemudian, Bandi menyuruh yang lain buat menangkap dan mengikat wanita itu supaya tidak bisa menyerang atau kabur.


Bersambung...

__ADS_1


__ADS_2