
Seorang yang biasanya akan berubah status menjadi seorang nenek sebentar lagi, dia juga akan merasa senang, karena menimang cucu itu adalah sebuah hal yang sangat didambakan dan gemas melihat sang cucu jika ia sudah lahir kedunia nantinya. Sang cucu akan menambah suasana yang ramai didalam rumah.
Cucu itu juga termasuk keturunannya yang diharapkan akan menjadi orang yang hebat di masa yang akan datang nantinya.
"Hmm, mama sih b aja denger kamu hamil, toh mama gabisa ikut memantau perkembangan bayi kamu kalau udah lahir nanti, mama kan di penjara sayang!" ucap mama Linda dengan wajah yang di sok sedihin.
"Tenang aja, nanti kalau anak kami udah lahir, nanti kami akan tunjukin ke mama, kita akan kesini bersama bayi kita. Begitu juga kalau anak Daffa dan Amel sudah lahir nanti, mereka juga akan menunjukkan ke mama gimana sih rupa anak mereka yang lucu dan menggemaskan. Do'akan saja semoga cucu-cucu mama semua lahir dengan sehat dan selamat ya?" harap Alzam berbicara.
"Iya pasti mama doakan. Apalagi mendoakan cucu kesayangan mama di perut Amel, uuuh mama selalu rutin tiap hari. Hmm, tapi mama nggak yakin deh kalau anak yang sedang kamu kandung itu adalah cucu kandung saya?" jawab mama Linda sengaja ingin memanas-manasi Adiva juga menuduh Adiva seorang wanita tidak benar.
Mama Linda sudah dibutakan dengan dendam dan kebencian kepada Adiva, sekalipun mama Linda sudah tahu kalau ternyata, Adiva punya dua bisnis yang cukup mentereng. Itu tidak mengubah sikapnya kepada menantu yang sangat ia tidak sukai itu. Apalagi, Adiva yang sudah membuatnya menderita dengan mendekam didalam penjara seperti ini.
"Maksud mama apa? Aku bukan perempuan macam itu ya ma!"
"Sudahlah sayang, gausah kamu dengerin omongan mama. Daripada ribut, lebih baik kita pulang ke rumah sekarang," ajak Daffa tidak ingin istrinya bertengkar lagi dengan mamanya. Karena situasi sudah mulai panas pulang adalah jalan keluar terbaik.
1 Bulan Kemudian
Hari persalinan Amel sudah tiba. Sang suami sedang menunggu dan menemani Amel bersalin disampingnya. Daffa memegang tangan Amel, menyemangati Amel. Hari ini adalah hari yang paling menegangkan bagi Amel. Ia mempertaruhkan nyawanya, rasa sakit yang amat mendera ini agar anaknya bisa lahir kedunia. Perjuangan seorang ibu yang melahirkan tak akan terhingga gimana sakitnya. Jadi apapun yang terjadi, tetap sayangi dan hormatilah ibu kamu.
Daffa terus menyemangati istrinya dalam memperjuangkan kelahiran seorang bayi yang ia tahu adalah anak kandungnya. Amel terus menangis, menjerit, sangat tidak suka akan apa yang sedang ia alami sekarang.
Sebenarnya Amel menginginkan persalinan dengan cara operasi cesar, namun dokter tidak terlalu menyetujuinya karena Amel sangat bisa melakukan persalinan dengan cara yang normal, sedangkan melakukan persalinan dengan cara yang normal adalah jauh lebih baik.
__ADS_1
Akhirnya terdengar suara tangisan seorang bayi yang sudah terlahir ke dunia. Bayi itu berjenis kelamin perempuan, padahal Amel selalu mendambakan kalau bayinya adalah laki-laki.
Setelah dibersihkan dan dirawat oleh dokter dan suster, dokter memberikan bayi mungil nan cantik itu kepada Daffa. Alangkah bahagianya Daffa karena sekarang, dia sudah berstatus menjadi seorang papah muda.
"Bayi kita girly, Mel!" sebut Daffa seraya mengecup pelan dahi anaknya.
Terlebih dulu Daffa mengadzani bayinya. Daffa berharap semoga kelak anaknya menjadi anak yang baik, pandai menjaga kehormatannya, dan tentu saja menjadi anak yang disayang oleh banyak orang disekitarnya. Daffa memberi nama anak mereka dengan nama Dilla Maharani. Atau yang bisa disebut dengan baby D.
"Sayang, ini anak kita udah lahir. Apa kamu tidak ingin membopong dan membekapnya?"
Amel malah terlihat belum mau menyentuh kepada bayinya sendiri. Hanya melirik sejenak lalu menangis.
Sepertinya kata dokter Amel terkena syndrome baby blues juga postpartum post-traumatic stress disorder (PTSD).
Baby blues syndrome merupakan kondisi yang dialami wanita berupa munculnya perasaan gundah dan sedih berlebihan. Perubahan suasana hati ini umumnya terjadi setelah ibu melahirkan.
"Amel, kamu harus mau dong membopong dan mengecup anak kamu! Beri dia ASI! " paksa Daffa sedikit marah.
"Tenang pak, sabar. Bu Amel hanya sedang bersedih saja, dia trauma, dia gelisah, dia marah. Butuh waktu beberapa hari untuk dia kembali pulih. Do'akan saja semoga bu Amel lekas pulih suasana hatinya seperti biasa ya. Semoga tidak berkelanjutan."
"Baik dok."
Daffa sekarang mengerti kondisi apa yang sedang dirasakan oleh istrinya. Tiba-tiba saja Amel menangis, sedih sekali, merasa sangat traumatik akan hal yang ia alami barusan, merasakan trauma sebuah persalinan yang amat membuatnya berpikir dua kali jika mau hamil lagi nanti. Ini adalah ketakutan yang sangat mendalam.
__ADS_1
"Sekarang yang perlu pak Daffa lakukan adalah memberikan dukungan moril dan material jika bapak mampu. Berikan apapun yang ingin bu Amel dapatkan. Bapak yang semangat ya? Menjaga suasana hati istri pak Daffa itu begitu penting." saran sang dokter.
"Baik dok."
Mendengar kabar kalau Amel sudah berhasil melakukan persalinan, Alzam dan Adiva bergegas datang ke rumah sakit tempat Amel bersalin. Mereka berdua datang ingin melihat bayi menggemaskan dari adiknya.
"Wah, wah, wah, sekarang saya sudah menjadi seorang om ya, hahaha. Selamat ya Daffa atas kelahiran anak pertama kamu." ucap Alzam memberikan selamat kepada adiknya.
"Makasih kak, kakak kapan nyusulnya nih punya baby kaya aku? Hehehe." tanya Daffa seraya mengemban bayinya.
"Hahaha, sepertinya kamu juga harus tahu kalau istriku juga sedang hamil anak aku. Sangat menyenangkan bukan, mama kita akan segera mendapatkan dua cucu, hehehe." jawab Daffa disahut Adiva dengan senyuman manis.
Adiva melihat kearah ranjang tempat seorang wanita cantik berambut kusut sedang bengong sedih. Adiva bergerak mendekat ke Amel, Adiva ingin memberikan ucapan selamat atas kelahiran anaknya Amel. Alzam dan Daffa juga sedang ikut mengamati kesedihan Amel.
"Istrimu kenapa dek?"
"Dia terkena syndrome baby blues juga trauma sama persalinan yang baru ia lakukan tadi. Kasihan istriku kak, jangan marahin dia ya?"
"Kakak nggak akan memarahi seorang wanita yang barusan berjuang demi kelahiran buah hatinya."
"Amel, selamat ya atas kelahiran anak pertama kamu. Aku berharap semoga kamu bisa jadi ibu yang baik untuk anak-anak kamu nanti." ucap Adiva dengan lembut.
Amel melirikan mata sinis kepada Adiva, lalu Amel mengambil satu buah jeruk yang ada di meja kecil sampingnya, Amel langsung melempar jeruk itu sampai mengenai perut Adiva yang sedang hamil.
__ADS_1
Bersambung...