MAMA MERTUA JAHAT

MAMA MERTUA JAHAT
Rencana Baru Pembunuh Bayaran Mama Mertua


__ADS_3

"Ada apa mas? Anda batuk-batuk, sakit tenggorokan, flu, demam..."


Alzam langsung memotong omongan istrinya dan mengajaknya masuk kedalam mobil. Sementara itu tiga bodyguard tampan itu akan mengikuti mereka dari belakang dengan menaiki motor.


Setelah ia pikir-pikir Adiva ngerasa begitu dimanjakan dengan semua ini. Dijaga oleh banyak pria kekar membuatnya sudah layaknya seorang putri konglomerat yang sangat terjaga. Adiva sudah bisa merasakan kenyamanan itu, biar bagaimanapun niat suaminya adalah sebuah kebaikan. Adiva tidak akan mempedulikan omongan anak-anak lain di kampus nanti.


Sesampainya di kampus, apa yang dipikirkan oleh Adiva benaran terjadi. Adiva jadi perbincangan hangat orang-orang dikampus karena bodyguard yang menjaga Adiva kali ini bertambah dua. Banyak anak-anak yang saling berbisik manja ngomongin Adiva.


Kayla dan Shireen dua bestie Adiva buru-buru menghampiri mereka berempat kala melihat Adiva datang bersama dengan tiga laki-laki berbadan atletis.


"Ya Allah, kamu dijagain banyak orang, kamu ini lagi kenapa sih Div?" tanya Shireen terkejut.


"Bukan aku tapi suamiku. Dia yang ingin aku dijagain sama pria-pria tampan kekar ini Shireen. Kemarin aku hampir dibunuh tahu!" jawab Adiva menjelaskan.


"Ya ampun, my bestie hampir dibunuh? Siapa yang mau bunuh kamu sayang, Lisa?" sahut Kayla membuat Adiva langsung menyentil bahunya.


"Hust! Bukanlah. Ga ada hubungannya dengan Lisa, dia temanku juga Kay." ucap Adiva meluruskan.


"Ouh kirain Lisa, terus siapa?" tanya Kayla lagi.


"Nanti aku ceritakan ya saat jam istirahat. Oh iya buat tiga bodyguard tampan kesayangan-kesayangank akuh, kalian masih jomblo nggak nich?" tanya Adiva kepo.


"Gua masih, belum pernah pacaran malah." jawab Jack polos.


"Gua udah duda dua kali." sahut Aldi mengejutkan semua orang.

__ADS_1


"Kalau gua masih jomblo sih tapi udah ada cewek yang gua suka." jawab Bandi.


"Wah, berarti cuma Jack aja dong yang beneran jomblo? Yaudah kalau gitu, Kayla dan Shireen, selamat berebut si Jack!"ujar Adiva lalu tersenyum kecut kearah dua bestienya itu.


Saat jam istirahat berlangsung, trio cetar Adiva, Kayla, dan Shireen memanfaatkan waktu mereka buat ngobrol di kantin sembari ngemil kentang goreng dan minum milkshake. Mereka bertiga duduk berkumpul di kursi panjang yang letaknya di tengah-tengah taman kampus. Bunga-bunga melati yang cantik mengelilingi mereka berenam bersama tiga bodyguard lainnya.


Disisi lain mereka juga sedang diawasi oleh tiga bodyguard itu, risih jelas iya, tapi Adiva berusaha untuk belajar nyaman dengan kondisi ini. Biar bagaimanapun ini juga sebagai bentuk perlindungan baginya, ada tiga orang yang selalu siaga menjaga dan mengawasinya. Tiga bodyguard itu berdiri di belakang mereka dan mengerikannya, ternyata pembunuh bayaran yang disuruh mama Linda sedang mengamati mereka dari balik rerumputan tinggi di area sekitaran kampus, namun jaraknya dari tempat Adiva ngumpul bareng teman-temannya cukup jauh.


Tapi karena ada tiga bodyguard itu juga, Adiva dan kedua teman wanitanya tidak bisa membahas hal yang wanita banget, apalagi saling cerita soal rahasia-rahasia mereka karena takut didengar oleh tiga laki-laki kekar itu.


"Ceritain dong gimana ceritanya kemarin kamu mau dibunuh orang? Pasti masih ada orang yang benci kamu deh beb. Kamu harus cari tahu siapakah orang yang membencimu?" saran Kayla.


"Duh, gimana ya. Kalau orang yang benci sama aku jelas ada. Dan dia adalah mertuaku sendiri. Bukan cuma dia tapi adik iparku yaitu Amel juga membenci aku gaes. Karena aku adalah orang yang miskin, dan tidak layak menjadi bagian dari keluarga mereka." tutur Adiva sedih.


"Hah, kamu miskin? Tapi bukannya kamu punya..." Adiva langsung membekap mulut Shireen. Takut ketiga bodyguard itu mendengar kalau sebenarnya Adiva adalah orang yang sudah punya dua bisnis besar. Bandi merasa penasaran sama kelanjutan kata-kata Shireen.


"Jangan ngomong itu, jangan bahas itu, pokoknya aku nggak mau kalian bahas soal ITU sekarang, oke?" titah Adiva dengan wajah menyeramkan, melotot, pokoknya nggak mau ada orang lain lagi yang tahu kalau dirinya punya dua bisnis yang besar dan membanggakan. Ini adalah suatu rencana buat bikin kejutan untuk mama mertua yang selalu bersikap merendahkan kepadanya.


Pembunuh bayaran yang sedang mengamati mereka sudah punya rencana baru buat nyingkirin Adiva dari kehidupannya Adiva yang indah ini. Setelah kemarin ia gagal membunuh Adiva saat menjebak di sebuah bangunan yang masih dalam tahap pembangunan, selanjutnya pembunuh itu akan menjebak Adiva masuk kedalam sebuah rumah sakit kosong yang udah terbengkalai. Dan disanalah pembunuh itu akan mengunci semua pintu dan mengeksekusi Adiva didalam.


Namun tugasnya kali ini akan lebih sulit karena Adiva diawasi oleh tiga bodyguard. Gimana caranya supaya bisa mengalihkan perhatian tiga bodyguard itu, nanti akan pembunuh bayaran itu pikirkan.


Saat pulang kuliah, Adiva menunggu sopir jemputan dari rumah dan tiga bodyguard itu akan kembali mengikuti mereka dari belakang. Adiva masuk kedalam mobil lalu mobil itupun melaju, saat mobil itu melintas di pinggir rumah sakit yang sudah terbengkalai itu, kebetulan jalan pulang pergi Adiva selalu melintas didekat rumah sakit yang sudah lama kosong itu, tiba-tiba ban mobilnya kempes karena mengenai ranjau paku yang ditebar oleh pembunuh,  diatas jalan.


"Kok berhenti pak?"

__ADS_1


"Nggak tahu nih non Adiva, sepertinya ban mobil ini kempes deh."


"Duuh, kok bisa kempes sih?"


Pak sopir dan Adiva sama-sama keluar dari mobil untuk mengecek ban mobil yang kempes, tiga bodyguard itu juga menghentikan motornya saat melihat terjadi masalah dengan mobil didepan mereka.


"What! Banyak banget paku disini! Pasti ada orang yang berniat jahat sama kita pak!" seru Adiva kaget.


"Iya nih nyonya muda." sahut pak sopir sembari menggaruk kepalanya meski tak terasa gatal.


Bandi, Jack, dan Aldi datang menghampiri mereka.


"Apa yang terjadi?" tanya Bandi seraya melihat kearah bawah, terkejut melihat banyaknya paku-paku tajam yang berserakan.


"Ini loh, banyak banget paku. Ban mobil menginjak paku itu jadi kempes kan, siapa orang kurang ajar yang udah nebar ranjau ini!" tukas Adiva penasaran, rasanya ingin menghajar habis-habisan pelakunya.


Lantas ponselnya berbunyi ada pesan yang masuk. Adiva membuka ponselnya lalu membaca pesan dari nomor yang tak dikenal itu.


"Apakah kamu sedang berdiri didekat sebuah rumah sakit yang sudah lama terbengkalai itu? Hahahaha, kebetulan suami kamu Alzam sedang saya sekap didalam. Saya akan membunuhnya sekarang juga. Saya adalah musuh besar dari perusahaan yang ia kelola. Dia harus mati. Saya dapat nomor kamu dari kontak HP suamimu." baca Adiva dan seketika ia panik.


"Suami aku katanya ada didalam! Aku harus masuk kedalam rumah sakit ini buat nolongin dia" seru Adiva tanpa basa-basi ingin masuk. Namun Jack buru-buru menarik tangannya.


"Ada apa sih Jack? Aku harus masuk kedalam, suami aku mau dibunuh didalam!" tanya Adiva dengan wajah yang sangat cemas.


"Jangan ceroboh! Jangan percaya! Bisa jadi ini jebakan kan?" jawab Jack berasumsi.

__ADS_1


Bersambung...


__ADS_2