
Karena sindiran dari istrinya itu, Alzam baru merasakan kalau pisangnya telah bangun setelah barusan, ia mendengar ajakan mesra dari Adiva untuk melakukan hubungan suami istri malam ini. Betapa malu dirinya karena telah pura-pura tidak memikirkan soal ajakan Adiva yang hot dan menggairahkan itu.
Lalu karena malu, Alzam menghentikan laju mobilnya tepat di pinggir hamparan sawah yang amat luas. Tatapannya semakin nyalang. Mobil mereka sedang melintas dijalanan yang sekelilingnya adalah sebuah sawah yang amat luas dan indah. Tapi kalau malam ya serem.
"Loh mas? Ngapain kita berhenti dipinggir sawah? Jangan bilang kalau kamu mau nurunin aku disini!"
"Turun kamu!"
"Tuh kan bener! Apaan sih mas, ini kan pinggir sawah. Kalau aku turun disini nanti bahaya mas, bisa ada ular, hantu, atau bahkan orang jahat yang ntar bisa memperkosa aku? Aku nggak mau mas! Kamu mau lihat pujaan hati kamu ini dinodai oleh laki-laki lain mas?"
"Katanya cewek pemberani, coba turun! Tapi saya ga akan meninggalkan kamu. Saya akan menunggu kamu di jalan depan sana dekat pombensin,"
"Iih! Yaudah aku turun." kata Adiva pasrah lalu membuka pintu mobil dengan kencang, lalu menutup kembali dengan kencang. Kemudian Adiva melihat sekeliling, ia lihat suasana sawah yang cukup terang mendapat pencahayaan berkat lampu kuning temaram di pinggir jalan, tidak terlalu menakutkan juga, pikirnya.
Lalu mobil yang dikendarai oleh Alzam mulai melaju pergi hingga berhenti lagi didekat pombensin. Alzam tersenyum kecil, sengaja mengerjai Adiva agar dia juga merasakan rasa yang kesal sembari melihat kaca spion, dari kejauhan ia lihat istrinya sedang berdiri kesal seraya berkacak pinggang.
Lima menit berlalu Adiva masih berdiri malas didekat sawah. Suara gemericik air mengalir dan binatang malam ia dengarkan dengan hatinya yang lagi bete. Adiva yakin pasti Alzam sengaja ngerjain dirinya dan ia berpikir, yang seru adalah jika ia akan kerjain suaminya balik.
Adiva sengaja berdiri disitu terus sampai membuat Alzam merasa jengkel sampai bosan menunggunya di jalan dekat pombensin.
Sudah hampir setengah jam Adiva berdiri sampai ia merasakan kakinya pegal, Adiva pun memutuskan untuk duduk saja selonjoran diatas rerumputan pinggir jalan. Adiva merasa sangat jengkel karena suaminya tidak kunjung mendatangi kembali dirinya. Sembari melempar kerikil-kerikil kecil ke tengah-tengah padi.
"Cih! Suami macam apa membiarkan istrinya, disini terus, digigitin nyamuk, kedinginan, hiks," keluh Adiva.
__ADS_1
Niat mengerjain suaminya malah dirinya yang kena sendiri. Seolah senjata makan tuan, apalagi meski Alzam menunggu seberapa lama sekalipun, ia bisa enak-enakan duduk santai didalam mobil sembari mendengarkan musik indah. Tidak sepertinya yang menjadi santapan lezat para nyamuk nakal.
Adiva memikirkan ide baru lagi, apa kiranya yang akan membuat Alzam kembali mendatanginya? Sekejap perempuan jorok itu langsung menemukan ide yang brilian.
Didalam mobil, Alzam masih setia menunggu kedatangan istrinya seraya bermain poker dalam ponselnya. Namun ia tak kunjung melihat istri kecilnya datang, Alzam sembari bermain game jadi berpikir, mengapa istrinya begitu betah berdiri di pinggir sawah?a
"Apakah dia sedang mencari belut?" pikir Alzam.
Namun tiba-tiba Alzam mendengar suara teriakan istrinya dari arah belakang yang jauh. Alzam jadi kaget lalu melempar ponselnya sembarangan dan bergegas membuka pintu mobil. Alzam melihat kearah yang tadi, tempat Adiva diturunkan namun gak ia lihat ada istri kecilnya disana.
"Adiva!!" teriak Alzam panik. Jelas ia panik karena Alzam takut terjadi sesuatu yang mencelakakan istrinya.
Alzam buru-buru berlari kearah sumber teriakan yang tadi, namun istrinya hanya teriak sekali saja!
"Adivaaa! Sayang kamu dimanaaa!? Jangan bercanda ya!" teriak Alzam yang suaranya begitu bergema di area persawahan itu.
"Adivaaa! Kamu dimana sayaaang!! Jangan bercandaa! Nggak lucu tahuu!" teriak Alzam seraya menoleh kesana kemari.
Alzam terus mencari dan terus berjalan menelusuri jalanan di tengah sawah, hingga ia mendengar ada sesuatu yang berbunyi dan bergerak dibalik sebuah tumbuhan padi yang cukup tinggi bentuknya. Alzam dengan hati-hati mulai mendekat ke padi yang bergerak-gerak itu, dan sebentar lagi ia akan membuka apakah yang ada dibalik padi itu.
Saat hampir mendekat, sesuatu yang ada didalam padi itu langsung menyergap dirinya sampai ia terjatuh terlentang diatas lumpur sawah, dan sesuatu yang besar menyergapnya itu ternyata adalah istrinya yang sekarang sedang menindih badannya.
"Hahaha, kena kamu mas! Makannya jangan ngerjain aku! Aku kerjain balik, tahu rasa kaan, hahaha," ucap Adiva sembari tertawa puas.
__ADS_1
Kini pakaian mahal Alzam jadi kotor dan jijik terkena lumpur sawah yang cukup bau. Alzam mendorong Adiva ke samping lalu bangun duduk. Alzam sangat murka mengamati pakaiannya yang sekarang menjadi kotor sekali. Tidak ia bayangkan dirinya yang seorang CEO terkenal akan belepotan lumpur malam-malam begini, kerbau apa?
"Pulang kerumah tidur dibawah kasur, kamu tidur di kolong tempat tidur lalu renungin kesalahan kamu!"
"Siap bos. Tidur di kandang ayam aku juga pernah kok. Apalagi dibawah kolong kasur yang mewah, mana lantainya bau wangi pula. Nyaman tetep, fiuh." jawab Adiva seraya bersiul santai.
"Lah iya? Terserah kamu mau bilang apa tapi sebagai hukuman juga, besok kamu berangkat ke kampus, kamu ga dapat jatah uang jajan. Kamu dilarang bawa uang, dan kamu dilarang diantar jemput pakai sopir pribadi keluarga kita!"
"Nggak ada yang lebih kejam lagi kah mas hukuman buat aku?" tanya Adiva biasa aja mendengarkan hukuman yang akan diberikan suaminya.
"Dasar istri kecilku yang nakal!" marah Alzam seraya mencubit manja hidung pesek Adiva. Lalu Alzam dengan gagah membopong manja Adiva dengan kuat sampai dibawa kedalam mobil. Mereka berdua sama-sama pulang ke rumah dengan pakaian yang teramat kotor.
"Nanti kalau mama lihat ini nggak bakalan tahu dia bakalan semarah apa sayang, pasti dia bakalan marah banget!" ujar Alzam sembari menggelengkan kepalanya, merasa kocak dengan kejorokan ini.
"Siap-siap mas, nanti kita sampai rumah bakalan disiram air seember, ya ampuuun, hahahaha." sahut Adiva seraya tertawa terbahak-bahak.
Alzam menanggapi perkataan istri kecilnya dengan senyuman yang menyenangkan untuk dilihat. Kemarahannya sudah hilang. Singkat waktu, mereka sampai rumah lalu memarkirkan mobil didalam garasi. Kemudian mereka masuk kedalam rumah dengan pakaian yang sangat kotor kena lumpur. Tadi satpam penjaga gerbang juga dibuat kaget melihat kotornya pakaian mereka. Seperti anak kecil yang habis bermain dari sawah.
Kebetulan mama Linda sedang duduk manja di sofa ruang tamu sembari membaca majalah fashion. Mama Linda langsung melempar majalah itu saat melihat ada dua manusia lumpur yang lagi melangkah masuk dengan tidak sopan kedalam rumahnya.
"Aaaaaaaaa! Apa yang terjadi dengan kaliaaan!" teriak mama Linda heboh.
"Kita tadi jatuh ke lumpur sawah mam. Gausah lebay deh, pakai teriak segala," protes Alzam.
__ADS_1
"Gimana mama nggak lebay! Alzam! Sekarang kamu udah ketularan joroknya istri kamu ya! Ya ampuun!" pekik mama Linda super-super marah.
Bersambung...