MAMA MERTUA JAHAT

MAMA MERTUA JAHAT
Menantang Amel Tes DNA


__ADS_3

Laki-laki mana yang tidak marah dan kaget saat ada seorang laki-laki lain yang mengaku-ngaku sebagai ayah dari anaknya. Secara tidak langsung, laki-laki yang sudah mengaku sebagai ayah dari anaknya itu bilang kalau dia pernah melakukan hubungan yang tidak dibenarkan dengan istrinya dulu.


Anak adalah kesayangan para ayah. Mereka harus dilindungi, mereka juga harus disayangi.


"Kamu orang gila, lebih baik kamu pergi dari sini sebelum aku telepon polisi, hah!" usir Amel seraya menunjuk kasar wajah Alex.


"Saya tidak akan pergi sebelum saya diberikan kesempatan buat mengemban anak saya pagi ini. Kalau saya tidak dikasih kesempatan, maka saya akan tetap disini gangguin kalian berdua." jawab Alex kekeuh.


Amarah Daffa semakin memuncak, lantas Daffa menendang perut Alex lalu menghajarnya habis-habisan. Alex juga melawan Daffa, mereka saling adu pukul ditaman.


"Udah hentikan! Tolong tolong!" teriak Amel panik.


"Jangan berantem! Alex pergilah dari sini!"


Teriakan Amel tidak membuahkan hasil apa-apa. Tidak ada orang yang datang,  lantas Amel mengambil bayinya saja lalu membawanya masuk kedalam rumah dan mengunci pintu.


"Woy Amel! Itu anak gua! Lo harus kasih dia ke gua!" teriak Alex lalu Daffa menyerangnya lagi dari belakang.


Amel mengamati perkelahian mereka dari dalam rumah. Mereka masih saling menyerang antar satu sama lain. Pukulan demi pukulan saling mereka dapatkan. Baik wajah, dada, perut, kaki, membuat wajah mereka berdua jadi agak lebam.


"Aku nggak mau suamiku kenapa-kenapa, jangan sampai dia sekarat karena perkelahian itu. Dia kan agak lunglai, apalagi Alex itu kan jago sekali berkelahi, mendingan aku harus segera hubungi polisi sekarang!" ucap Amel lalu bergegas mencari ponselnya.


Benar kata Amel, Daffa yang belum mahir bertarung itu mulai terpojok. Alex menghajarnya secara brutal, seperti Daffa udah mulai pasrah dipukuli Alex. Beruntung sang kakak kebetulan datang kerumah mereka dan sedang mendengar suara keributan dari depan gerbang.

__ADS_1


"Ada apa ini? Woy tolong buka gerbangnya!" teriak Alzam kencang.


Karena tidak kunjung ada orang yang datang buat bukain gerbangnya, Alzam buru-buru memanjat pagarnya saja. Dia mendengar suara adiknya yang sedang merintih kesakitan, Alzam yakin pasti Daffa sedang dalam bahaya.


"Daffa!" teriak sang kakak lalu berlari kearah belakang rumah Daffa dan Amel. Sesampai di taman belakang, Alzam sangat terkejut melihat sang adik yang sedang dipukuli oleh seorang laki-laki yang tak ia kenali.


Langsung saja Alzam membantu adiknya, Alzam menghajar Alex. Kali ini pertarungan berjalan dengan seimbang karena Alzam dan Alex adalah laki-laki yang sama-sama jago berkelahi. Dari dalam rumah, Amel tampak lega melihat kedatangan Alzam yang membantu suaminya. Sembari menunggu polisi datang Amel berharap semoga Alex bisa kalah, ditangkap dan masuk kedalam penjara.


"Buuug... Jeeep... Buuug."


Suara adu pukul terdengar bentrok. Pertikaian fisik terjadi diantara Alzam dan Alex. Mereka sama-sama belum ada yang mau mengalah, namun pada akhirnya pertarungan dimenangkan oleh Alzam. Alex lemas tak bertenaga diatas rumput setelah mencoba melawan sang kakak yang jauh lebih kuat dari adiknya itu.


Dari pertikaian itu ada luka lebam diwajah Alzam yang sudah umum terjadi kepada mereka yang habis melakukan perkelahian.


"Hahahaha, iya! Gua adalah orang itu. Gua adalah mantan pacar dari istri adik lo itu! Dan asal lo tahu, dulu sebelum adik lu menikah sama Amel, gua udah melakukan beberapa kali hubungan badan sama Amel. Sampai Amel hamil anak gua, hahahaha." jawab Alex yang membuat Alzam terkejut setengah nati.


"Sekarang bayi yang kalian anggap anak kandung adik lo dan Amel itu sebenarnya adalah anak gua, asal kalian tahu ya! Hahahaha, mampus lo Amel! Gua bongkar rahasia didepan keluarga lo!" teriak Alex membuka aib Amel.


Amel mendengar Alex yang sedang membongkar rahasianya kepada Daffa dan juga Alzam. Amel buru-buru keluar rumah, dia harus membela dirinya sendiri.


"Jangan membuat kegaduhan! Apa yang kamu bilang itu tidak benar kan!" tanya Alzam memastikan kalau apa yang diomongin Alex itu tidak benar.


"Jelas ini adalah kebenaran! Kalau kalian tidak percaya, kita bisa membuktikan itu dengan tes DNA. Gua berani karena apa yang gua ungkap ini adalah real alias fakta. Pasti akan ditemukan kecocokan DNA antara saya dengan bayi itu!" jawab Alex berani melakukan tes DNA seraya mengusap darah yang mengalir dari bibirnya.

__ADS_1


"Baik kalau lo minta begitu, hari ini juga kita akan melakukan tes DNA kepada anak kalian, Daffa dan Amel," ucap Alzam setuju.


"Jangan mas, aku nggak setuju! Jelas dia bukan ayah kandung dari baby D. Dia hanya mengarang cerita aja mas biar aku terpojok. Aku dulu kan pernah menolak cinta dia, tapi dia terus ngejar-ngejar aku padahal aku tidak mencintai dia. Dia sampai segitunya hanya ingin dapatin aku. Sekarang dia mau balas dendam pastinya! Makannya dia membuat karangan cerita yang jelas-jelas itu nggak benar, jangan konyol deh lo Alex! Dasar mantan bajingan!" tukas Amel melangkah menghampiri mereka.


"Gua mohon, segera lakuin tes DNA biar rahasia istri gua yang katanya disimpan rapat-rapat sama dirinya sendiri itu terbukti benar atau tidak! Bayi itu adalah anak gua!" sahut Daffa memohon.


"Yang adil adalah dengan melakukan tes DNA sih, ayo sekarang juga kita ke rumah sakit." ajak Alzam kekeuh daripada ribet kedepannya.


"Nah gitu baru adil. Akan terkuak siapa yang jujur dan siapa yang bohong!" sahut Alex seraya melirik girang kearah Amel.


Wajah Amel tampak cemas, panik, bingung mau berbuat apa supaya tes DNA itu tidak berlanjut. Daffa merintih kesakitan, dirinya ingin segera mendapat penanganan, namun tiba-tiba ia pingsan karena pusing akibat pukulan bertubi-tubi yang tadi dilakukan oleh Alex.


"Mas Dafaa!" teriak Amel panik lalu bergegas menghampiri Daffa yang tergeletak pingsan diatas rumput.


"Mas Daffa bangun mas, semuanya suamiku pingsan! Dia adalah ayah kandung dari anakku, aku harap nggak ada orang yang gila ngaku-ngaku sebagai ayah kandung dari baby D! Sebaiknya tes DNA itu nggak usah terjadi, karena percuma saja, hasilnya pasti negatif kalau Dilla itu anak kandung dari kamu Alex!" ucap Amel seraya menghadapkan wajah secara bergantian ke Alex lalu Alzam.


"Nggak setuju! Pokoknya rencana tes DNA itu tetep dilanjutin!" tolak Alex.


"Hello, terus gue peduli! Nggak! Gue lebih peduli sama suami gue yang sedang sekarat ini. Mas Alzam, kamu peduli kan sama adik kamu? Daripada ribet ngurusin tes DNA yang nggak penting itu mendingan kita bawa mas Daffa ke rumah sakit sekarang. Aku takut dia kenapa-kenapa," pinta Amel cemas.


"Yaudah, kita bawa ke rumah sakit nanti sekalian tes DNA bayi kamu ya?" jawab Alzam masih kekeuh sama seperti Alex.


"Aduh, gawat ini! Mati aku!" Amel berbicara di dalam hatinya sembari memikirkan cara apalagi supaya tes DNA itu tidak jadi.

__ADS_1


Bersambung...


__ADS_2