MAMA MERTUA JAHAT

MAMA MERTUA JAHAT
Perkelahian Di Kampus


__ADS_3

"Lihat tuh si udik, masa iya sih si udik bisa dapetin suami yang ganteng dan superstar seperti dia yang sedang berdiri di samping mobil Porsche itu! Pasti si udik pakai jampi-jampi deh," lagi-lagi Adiva dituduh main dukun oleh orang lain, yaitu sekarang giliran Lisa yang menuduhnya keji.


"Kalau gue sih belum tahu pasti ya dia main dukun atau emang tuh pria tajir emang suka benaran, di dunia ini kan nggak ada yang nggak mungkin Lis." sahut Kinta malah membela Adiva.


"Lo itu teman apa bukan sih Kin? Baru kali ini gue lihat lo belain cunguk itu!" heran Adel seraya melirik kearah Kinta.


Dua sahabat sejati Adiva di kampus yaitu Shireen dan Kayla bergegas menghampiri pasutri yang baru menikah itu. Mereka berdua menyapa ramah Alzam dan Adiva.


"Cieee pengantin baru dateng ke kampus, kalian pasti mau bikin para jomblo disini pada histeris ya?" tanya Kayla kepo.


"Ah bisa saja lo beb, gue cuma diantarin ke kampus sama suami gue. Secara sekarang gue jadi istri dia, jadinya setiap pagi, gue bakalan diantarin terus sama mas Alzam ke kampus." jawab Adiva dengan ekspresi wajah yang riang.


"Iih, romantis banget sih. Beruntung banget deh kamu Adiva, dapetin suami yang baik dan perhatian seperti kak Alzam ini. Hmm jadi iri deh aku," sahut Shireen dengan wajah yang dijutekin.


"Shireen, lo kan udah punya Arya, semoga hubungan kalian langgeng ya sampai ke jenjang pernikahan nanti, oh iya, mas, gue mau masuk kedalam kelas nih, kamu yang semangat ya kerjanya?" lembut Adiva pura-pura memberikan perhatian yang mesra kepada Alzam.


Alzam memeluk erat Adiva, membuat Shireen dan Kayla yang berada di samping mereka jadi merasa canggung, apalagi Kayla yang masih jomblo jelas tidak kuat melihat kemesraan yang sedang terjadi didepannya.


"Ya ampun, pemandangan apa ini? Bikin hati gue jadi ingin nangis rasanya," batin Kayla meronta. Rasanya ingin cepat punya pacar dan menikah seperti Adiva.


Shireen tahu apa yang sedang dipikirkan oleh Kayla sahabatnya, terlihat dari ekspresi Kayla yang seperti orang iri, Shireen sembari senyum-senyum kemudian menyenggol bahu Kayla, Shireen tahu apa yang sedang dipikirkan oleh Kayla.


"Apaan sih Ren?" gerutu Kayla bertanya.


Usai memeluk erat Adiva dan berhasil membuat para jomblo di kampus menjerit histeris di dalam relung hatinya, Adiva bersama dengan dua sahabatnya mulai melangkah bersama menuju kedalam kelas. Sedangkan Alzam berangkat ke kantornya.

__ADS_1


Saat berada di koridor, mereka bertiga dihadang oleh geng Rose. Mereka berenam sama-sama saling menatap nyalang satu sama lain, mereka saling unjuk ketajaman bola mata. Adiva tidak pernah takut menghadapi geng tukang bully ini namun selama ini Adiva memilih untuk diam saja daripada melawan, melawan pun percuma, Adiva tidak mau sampai dikeluarkan dari kampus kalau berani melawan Lisa yang notabene sebagai anak dari pemilik kampus.


"Hahahaha, bukannya lo udah jadi istri orang kaya? Kok pakaian lo masih kamseupay banget sih? Celana lo juga masih bekasan dimakan rayap ya? Hahaha, palingan lo cuma jadi pembantu aja sih di rumah suami lo itu, ups keceplosan, hahahaha." nyinyir Lisa disambut gelegar tawa dari Kinta dan Adel.


Adiva menghela nafasnya dan akan membalas kesombongan Lisa cs saat ini juga, Adiva mendekatkan wajahnya ke wajah Lisa kemudian mendorong Lisa sampai Lisa jatuh ke lantai.


"Aaaaaa," teriak Lisa panik dan kaget saat Adiva berani mendorongnya!


Sementara itu Adel dan Kinta buru-buru membantu pentolan geng mereka berdiri kembali.


"Lisa, lo nggak apa-apa sayang?" tanya Adel gugup.


Lisa merasakan pantatnya agak pegal gara-gara didorong oleh Adiva.


"Ya jelas lah gue berani! Sebenarnya dari dulu gue juga berani kali lawan kalian para cewek-cewek manja dan sombong! Tapi karena gue males jadi milih diem aja sih, selama ini gue cuma nganggap kalian itu seperti sampah dan lihat! Sekarang gue jauh lebih kaya dan kasta gue lebih tinggi daripada kalian kan? Secara gue sekarang istri CEO yang kaya raya, hehehe. Iri kan, iri bilang geng?" balas Adiva, kemudian berjalan cepat menyenggol bahu Kinta sampai Kinta hampir saja terdorong sama seperti Lisa.


Kayla dan Shireen tampak senang karena sekarang, Adiva berani memberikan pelajaran buat geng yang rese itu. Lisa merasa sangat tidak terima ditindas balik oleh cewek sok iye dengan tampang pas-pasan seperti Adiva itu, kemudian dengan marahnya Lisa mengikuti Adiva dari belakang lalu menjambak rambut Adiva sampai Adiva berteriak kesakitan.


Kinta membantu Lisa dengan menampar wajah Adiva sedangkan Adel menendang perut Adiva sampai Adiva tersungkur di lantai.


"Eh tiga cewek sialan! Kalian beraninya main keroyokan! Ini nggak fair, jadi kasihan kan Adiva!" lantang Kayla melotot tidak terima.


"Apa lo Kayla! Mau belain cewek kuman itu? Lo mau didepak dari kampus papa gue?" ancam Lisa kemudian menampar pipi Kayla.


Anak-anak lain hanya sibuk menonton keributan yang sedang terjadi di koridor kampus, bukannya bantu melerai.

__ADS_1


"Kampus ini tuh terbuka untuk umum, kalau nggak ada kita-kita yang bayar uang ini itu, mana bisa lo jadi orang tajir seperti itu! Jadi jangan sombong deh!" sahut Shireen yang sekarang juga berani melawan kesemena-menaan Lisa.


Lisa ingin memukul Shireen namun dicegat oleh Adiva yang sekarang sudah berdiri, Adiva memegang kuat tangan Lisa, Adiva juga menggunakan tangan kirinya untuk memegang perutnya yang terasa eneg setelah ditendang oleh kaki Adel.


"Mau apa lo hah!" ketus Lisa seraya menatap kasar ke wajah Adiva. Adiva juga membalas tatapan marah Lisa dengan tatapan yang menyeramkan juga. Kemudian dengan cepat Adiva menendang perut Lisa sampai Lisa terpental keatas rumput diluar teras.


"LISAAA!" teriak Kinta dan Adel kompak.


Adiva menolek ke belakang, rambut pendeknya tampak berkibar cantik. Lalu Adiva menarik kaos Kinta dan mendorongnya ke tembok. Giliran Adel yang akan mendapat pukulan dari Adiva, Adiva menampar wajah Adel kemudian menendang perut Adel setelah itu menarik melemparkannya keatas badan Lisa yang masih rebahan diatas rumput.


Kinta masih bisa bertahan kemudian bergerak kedepan, akan memukul kepala Adiva dari belakang, tapi Shireen dan Kayla sama-sama memperingati Adiva bahwa ada Kinta yang mau memukulnya.


"Awas beb!" teriak Shireen dan Kayla kaget.


Adiva buru-buru menoleh ke belakang, ia segera memukul perut Kinta menggunakan dengkulnya, karena itu Kinta mengeluarkan isi lambungnya di lantai.


"Eouh, jorok banget sih," lirih Shireen merasa jijik.


"Udah yuk guys, gue udah hajar tiga cewek nggak guna ini, saatnya kita belajar di dalam kelas." ajak Adiva sembari merangkul kedua sahabatnya.


Adiva merasa puas dan bangga karena sudah mempermalukan tiga cewek belagu itu di depan umum.


Lisa mendorong Adel yang menindih badannya, rasanya berat, kemudian Lisa berdiri dan berteriak marah kepada Adiva.


"Awas ya lo anj*ng kampus! Semua ini belum selesai! Gue bakal balas perbuatan lo! Gue bakal bikin hidup lo menderita sialan! Gue ga akan pernah takut sama lo b*bi!" teriak Lisa kasar.

__ADS_1


__ADS_2