MAMA MERTUA JAHAT

MAMA MERTUA JAHAT
Daffa Tahu Masa Lalu Amel


__ADS_3

Tiga hari kemudian


HASIL TES DNA BABY D SUDAH KELUAR!


Alzam dan Daffa buru-buru kembali mendatangi rumah sakit yang kemarin menjadi tempat Alex dan baby D melakukan tes DNA secara diam-diam tanpa ketahuan oleh si egois Amel. Apakah akan ditemui kecocokan DNA diantara Alex dan baby D?


Untuk saat ini Alex belum sampai ke rumah sakit karena mobilnya sedang terjebak macet yang sangat parah. Alex sedang marah-marah didalam mobilnya seraya memukuli stir mobil.


"Argh! Sial! Malah kena macet! Kapan sih jalanan bisa bebas macet! Saya benci kemacetan! Semoga hasil tesnya akurat! Saya yakin baby D itu adalah anak saya!" marah Alex.


Didalam ruangan tunggu, Alzam dan Daffa tengah harap-harap cemas menunggu hasilnya. Baby D sendiri sedang dirumah bersama dengan Amel dan babysitternya.


"Apapun hasilnya, semoga kamu bisa menerima itu dengan lapang dada ya Daff? Kalau baby D bukan anak kamu, berarti Amel bukan perempuan yang pantas buat laki-laki sebaik kamu. Kamu harus menceraikan dia! Dan kamu tidak ada kewajiban buat menafkahi anak itu."


"Nggak kak. Apapun yang terjadi, dia akan tetap menjadi anakku. Aku akan menganggap dia seperti anak kandungku sendiri dan aku juga tidak akan menceraikan Amel. Aku mencintai dia, meski sikapnya itu terbilang ngeselin kak tapi aku ingin merubah dia menjadi orang yang lebih baik lagi kak."


"Baiklah kalau itu udah menjadi keputusan kamu, itu adalah hak kamu. Tapi kakak selalu bilang, kalau menikah dan menjalin rumah tangga dengan perempuan licik modelan Amel itu akan sulit, dan hanya bisa membuat kamu menjadi stress saja dek."


"Makasih ya kak atas nasihatnya. Aku ini adalah adikmu, itu tandanya kakak masih peduli sama aku."


"Kakak akan selalu peduli sama adik kakak sendiri." balas Alzam sembari menepuk pundak Daffa.


"Meski terkadang kakak suka memukuli kamu itu karena kakak terlalu sayang sama kamu dek. Kamu juga berhak mukul kakak kok?"


Daffa merasa senang punya kakak yang tegas dan peduli seperti Alzam. Punya saudara yang peduli dan baik seperti itu adalah salah satu anugerah terindah dalam hidupnya.


Dokter datang membawakan hasil tes DNA kemarin. Dokter itu duduk didepan mereka. Daffa sangat merasa deg-degan karena sesaat lagi akan melihat hasil dari tes DNA itu.


"Selamat siang, ini adalah hasil tes DNA antara Dilla dan juga pak Alex. Apapun hasilnya, itu adalah kebenarannya. Kredibilitas rumah sakit ini sudah tak perlu diragukan lagi. Kami tidak akan melakukan cara kotor buat dapat sesuatu yang kami inginkan. Tidak ada tukar menukar hasil tes. Tidak ada manipulasi dengan hasil tesnya. Itu adalah faktanya dan silahkan dibaca pak, hasilnya." ucap sang dokter laki-laki itu lalu memberikan sebuah amplop besar kepada Daffa.

__ADS_1


"Baiklah, sekarang aku akan segera membaca hasilnya. Semoga baby D itu adalah anak kandung aku." harap Daffa kemudian membuka amplop itu dan mengambil isinya.


Daffa mulai membaca dengan seksama dari bait paling awal dan setelah Daffa membaca bait-bait berikutnya, hasilnya ternyata!


Kertas yang dipegang oleh Daffa itu mendadak terjatuh ke lantai karena keterkejutan Daffa. Alzam penasaran juga apa hasilnya dan buru-buru mengambil kertas yang terjatuh ke lantai itu. Alzam membungkuk lalu memungut kertas itu, hasilnya adalah baby D dan Alex ada kecocokan DNA diantara mereka.


"Ternyata benar kalau Amel itu dulunya adalah perempuan yang nggak benar." ucap Alzam pelan.


Alzam melirik kesamping, melihat sang adik yang tampak sedang marah besar. Bahkan tatapan netranya terlihat kosong tanpa arti.


"Yang sabar ya Daf?" lirih Alzam.


Tiba-tiba Alex datang main nyelonong aja masuk kedalam ruangan tempat mereka berkumpul.


"Mana hasilnya! Sini saya mau lihat!" pekik Alex lantas merebut kertas yang sedang dipegang oleh Alzam.


"Hahahahah! Mulai besok, sebaiknya baby D tinggal dirumah saya saja ya, bareng Amel juga, hahahaha." tawa Alex puas bahagia, sambil mengedipkan mata kemenangan kearah Daffa.


Daffa mengepalkan salah satu tangannya kemudian bangkit dan menonjok muka Alex yang belagu. Lantas setelah menonjok Alex satu kali itu Daffa segera pergi keluar dengan kemarahan yang begitu besar.


"Bajingan lu! Berani sekali lu nonjok gua hah! Sini lu njing jangan kabur!" pekik Alex mengajak ribut dari belakang Daffa.


Alex ingin mengejar Daffa dan membalas pukulan dari Daffa barusan tapi Alzam buru-buru memegang kuat tangan Alex.


"Apaan sih! Ini bukan urusan lu bang! Ini urusan gua ma adik lu yang sialan itu! Muka gua main tonjok aja dia, sialan!"


"Lu tahu kan siapa gua! Bukannya waktu itu gua berhasil ngalahin lo, bonyokin muka lu?"


"Oh iya ampun bang, gua gabakal ngebalas adik lu kok."

__ADS_1


Daffa melajukan mobilnya dengan kecepatan tinggi, di tengah-tengah jalan raya. Hatinya sangat kecewa, kesal, marah, sedih, geram, campur adik jadi satu. Aksi bawain mobil yang ugal-ugalan itu membuat mobil yang dikendarai oleh Daffa disaksikan oleh banyak orang, mereka takut terjadi kecelakaan dijalan raya.


"Hati-hati mas!" teriak seseorang saat mobil Daffa melintas disampingnya.


Pada akhirnya Daffa sampai ke rumah dengan waktu yang begitu cepat. Daffa langsung berlari dan menendang pintu depan. Kebetulan saat ia masuk, telinganya mendengar Amel yang lagi-lagi memarahi bayinya sendiri di kamar. Daffa buru-buru berlari menaiki anak tangga sampai ke kamarnya. Daffa melihat sang istri membiarkan bayinya sendiri menangis sampai tak bersuara.


"Istri keparat!" teriak Daffa dari belakang Amel. Amel sampai berjingkut kaget lalu membalikkan badannya ke belakang.


"Ngapain kamu bilang aku istri keparat hah? Kamu nggak tahu betapa susahnya menjadi seorang ibu! Kamu nggak tahu gimana rasanya ribet ngurus bayi! Kamu nggak tahu rasanya gimana hamil selama delapan bulan lebih!"


Daffa melangkah kedepan Amel dengan tatapan dingin, Amel jadi agak takut melihatnya. Amel mundur perlahan namun tamparan mendarat di wajahnya.


"Aku tahu itu dan itu sudah menjadi kodrat kamu sebagai seorang wanita. Ibu mana yang tega membiarkan bayinya menangis sampai tidak bersuara seperti itu? Malah kamu memarahi dia! Ya meski aku tahu dia itu bukan anak kandung aku, tapi aku sampai kapanpun akan tetap sayang sama baby D!"


Amel terhenyak mendengar omongan Daffa.


"Maksud kamu apa mas? Dia itu anak kamu. Bukannya waktu itu kita melakukan hubungan intim setelah pernikahan kita?"


"Tapi aku udah tahu kalau baby D itu anak biologis dari Alex! Mantan pacar kamu itu! Dasar perempuan nggak benar! Aku tidak akan memaafkan perbuatanmu yang itu! Kamu telah membohongi aku! Tapi aku tidak akan menceraikan kamu! Tapi jangan juga berharap, aku akan bersikap lembut kepadamu seperti hari-hari sebelumnya!"


"Mas? Ampuni aku?" isak Amel lalu memeluk suaminya.


Daffa sedang sangat kecewa, lantas Daffa mendorong Amel sampai Amel tersungkur ke lantai.


"Cepat urus bayi kamu atau aku akan mengusir kamu dari rumah ini!"


"Iya mas, aku akan mengurusnya," jawab Amel pasrah tidak berani melawan Daffa.


Bersambung...

__ADS_1


__ADS_2